Calon Ayah Tiri

Calon Ayah Tiri
Kembalinya Alea


__ADS_3

Daisy agak kecewa dengan penukaran pengawal. Dan langsung menelpon Daryn yang sudah lebih dulu berangkat.


"Kenapa Kak Tito di ganti?" mendengar pertanyaan Daisy Daryn langsung menyuruh Liam untuk putar balik ke rumahnya.


"Tunggu aku di rumah." setelah mengucapkan itu, Daryn langsung menutup teleponnya.


"Hah? Tunggu di rumah? Kenapa? " Daisy yang tak mendengar jawaban Daryn hanya pasrah dan kembali ke dalam rumahnya.


Daisy kaget ketika melihat Daryn, yang belum lama berangkat malah kembali pulang ke apartemen.


"Kenapa kamu tidak mau Tito di ganti?" Daisy kaget mendengar pertanyaan Daryn. Daryn melangkah mendekati Daisy dan membuat Daisy terhimpit antara tembok dan tubuh Daryn.


Daisy tertawa kecil melihat tingkah suaminya yang tiba-tiba menjadi aneh.


"Jawab, kenapa kamu gak mau Tito di ganti?" wajah Daryn merubah menjadi serius.


"Bukannya gak mau, tapu karena terlalu tiba-tiba aja. Kan Dada tau, dia itu kerjanya bagus. Dan saya percayakan Naza sama dia." jawab Daisy santai.


Daryn menggeleng. "Kamu ini, terlalu polos, naif atau pura-pura gak tau?"


"Maksud Dada apa?" tanya Daisy bingung.


"Kamu tau Tito suka sama kamu?" Daisy mengangguk.


"Dan kamu merasa baik-baik aja dia kerja sama kamu, dan sekarang kamu malah nanya kenapa dia di ganti?" tanya Daryn semakin kesal.


"Saya sudah bicarakan dengan kak Tito. Dan saya bilang. Kalau memang gak nyaman kerja sama saya, saya akan minta Dada buat gantikan kak Tito. Tapi dia gak mau. Dan saya rasa, urusan saya dengan kak Tito sudah selesai."


Jawab Daisy polos, karena bagi Daisy laki-laki yang jadi perhatiannya, hanyalah Daryn seorang. Meski menolak Tito, dia tidak merasa bersalah. Karena memang perasaan cintanya bukan untuk Tito, dia menganggap Tito, tidak lebih dari kakak atau seorang sahabat yang bisa dia ajak bicara.


Daryn, menghela nafasnya sambil tertawa. Dia meletakkan keningnya di kening Daisy.


"Aku harap, kamu gak akan lagi bahas masalah Tito." Daisy mengangguk.


Daryn yang mendengar jawaban istrinya merasa lega, bahwa tak sedikitpun dia tertarik dengan Tito.


Setelah hari itu, Daisy jarang bertemu dengan Tito. Mereka hanya sekedar saling menyapa ketika bertemu di rumah utama.


Sekarang, akan memasuki tahun ketiga pernikahan rahasia Daisy dan Daryn.


Gosip tentang Daryn, bertunangan dengan anak pengusaha satu dan pengusaha lainnya menjadi warna dalam rumah tangga mereka.

__ADS_1


Meski merasa kesal, Daisy tau itu hanya gosip. Tapi, hal itu juga faktor yang membantu pernikahan mereka tetap menjadi rahasia.


Jadi, Daisy tidak terlalu memikirkannya. Karena Daryn pun hanya terlihat di depan umum bersama mereka. Dan waktu pribadi Daryn sepenuhnya adalah miliknya.


Dan Nadia yang selalu datang, hanya untuk menatap Daisy dengan sinis. Tapi, dia juga senang masih bertemu Nivia di pertemuan keluarga.


"Kamu sudah baca berita?" tanya Nivia pada Daisy.


"Nggak, belum. Kenapa?"tanya Daisy.


"Tante Alea kembali. Yah, aku cuma takut, dia bakalan deketin Om Daryn, karena belum tau kalo om Daryn sudah menikah." jawab Nivia.


Sebenarnya, Daisy tau kalau Alea sudah kembali. Sebenarnya, ada rasa yang tidak bisa dia gambarkan. Dia ingat, kalau suaminya dulu berniat menunggu Alea kembali, karena itulah dulu mereka menahan perasaan mereka.


Tapi, dia juga tahu. Kalau Daryn juga mencintainya.


Daisy hanya membalas dengan senyuman getir.


Sementara itu, Nadia melihat Daisy dengan senyum liciknya. Meski merasa terganggu, Daisy memutuskan untuk mengabaikannya.


Sudah beberapa hari ini, Daisy merasa tidak nyaman dengan pencernaannya. Tubuhnya terasa gampang lelah dan kadang rasa mual yang tiba-tiba muncul.


Awalnya dia hanya cuek tak menghiraukannya.


Daisy merasa sangat senang, memang sudah 5 bulan dia tidak mengkonsumsi obat kontrasepsinya. Daisy dan Daryn sepakat untuk mencoba mendapatkan anak. Dan tanpa di duga dia benar-benar hamil.


Dia benar-benar sudah tak sabar untuk memberitahukan kabar kehamilannya pada Daryn.


Dia pun, kembali ke apartemen menunggu Naza dan Daryn untuk makan siang. Dia memasak sangat banyak. Meskipun dia kesulitan karena ada beberapa bau masakan yang membuatnya ingin pingsan.


Tiba-tiba dia mendapat telepon dari Liam, kalau Daryn tak bisa pulang untuk makan siang. Daisy dan Naza di suruh makan siang berdua.


"Hemm... Padahal aku sudah masak banyak sekali dan semua ini kesukaan Dada dan Naza." batin Daisy.


Setelah Naza pulang, Daisy dan Naza makan siang bersama.


Setelah selsai, sebenarnya Daisy ingin memberitahu Naza lebih dahulu. Tapi dia ingin kedua orang yang dia cintai mendengarnya bersama-sama.


Jika dia umumkan di rumah utama, dia takut membuat keributan. Tapi Akhirnya dia memutuskan untuk menyusul Daryn ke rumah utama.


"Bunda, kotak apa itu?" Naza menunjuk kotak kecil yang ada di tas kecil milik Daisy.

__ADS_1


"Ini kejutan untuk Papa dan Naza." Daisy tersenyum sumringah dan Naza yang tidak kalah penasaran, berusaha membuka kotak itu berkali-kali tapi Daisy berhasil menyembunyikannya.


"Kalau Naza bisa sabar, Naza akan dapat kejutan yang Naza pengen selama ini." Akhirnya dengan pasrah, dan mau tidak mau Dia harus bersabar sampai rumah utama.


Sementara itu, di rumah utama.


"Kenapa kamu bisa ada disini?" Dewi berucap kesal pada seorang wanita yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.


Dewi menghela nafas kasar.


"Kenapa kamu begitu kasar? Aku hanya ingin menemui putri dan mantan suamiku." ucapnya dengan percaya diri.


"Alea, ingat. Kamu sidah pergi meninggalkan rumah ini. Dan sekarang. Apa?? Putri?? Anak yang tidak mau kamu anggap? Mantan suami? Suami yang kamu tinggalkan karena gengsimu?"


"Masuklah, Tuan Daryn menunggu anda." ucap Liam menyuruh Alea masuk dalam ruang kerja Daryn.


"Menunggu? Nggak. Aku gak mau dia menemui Daryn ataupun Naza. Dia tidak punya hak." Dewi lalu berjalan menghalangi langkah Alea.


"Liam, kenapa dengan istrimu. Dulu dia sangat gila membuat aku dan Daryn berhasil menikah dan sekarang aku ingin memperbaiki nya dan dia melarang ku."


"Karena tidak ada yang perlu kamu, Naza dan Daryn perbaiki. Kamu, sudah tidak dibutuhkan lagi disini."Dewi sangat kesal melihat wajah sombongnya Alea.


" Sayangg... Daryn akan mengatasi ini." Liam meminta Dewi untuk tenang. Alea lalu pergi menuju ruang kerja Daryn.


"Aku, gak mau dia berada lama disini. Kamu tau kan. Daisy sebentar lagi akan ke sini. Dan aku gak mau Daisy ketemu sama perempuan itu." Dewi kembali ke kamarnya karena mendengar Nando menangis.


Liam duduk di sofa merasa pusing, karena tak tau apa yang harus dia lakukan kalau sampai Daisy bertemu dengan Alea.


Alea masuk ke ruang kerja Daryn dengan senyuman yang lebar.


Sementara itu, Daisy sudah turun dari mobil dan langsung berjalan menuju ruangan Daryn.


Di susul Naza.


"Bunda, tunggu." Daisy menunggu Naza, setelah Naza menggenggam tangannya dia berjalan beriringan bersama Naza menuju ruang kerja Daryn.


"Daisy?" Liam melihat Daisy berjalan mendekat ke ruang kerja Daryn. Dengan cepat dia berdiri dan menyusul Daisy.


Ketika Liam tiba di sisi Daisy sudah membuka pintu, dan mereka melihat adegan yang tidak seharusnya terjadi.


"Aku sangat merindukanmu." ucap Alea setelah mencium bibir Daryn.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2