Calon Ayah Tiri

Calon Ayah Tiri
Cinta Tersembunyi


__ADS_3

Karena Bagas tau, Laura maupun Liza tidak pernah merasakan dicintai dengan benar, sehingga mereka selalu mencintai dengan cara berbeda. Dan lagi, cinta tidak pernah sama bagi semua orang.


Bagas ingat, ketika pertama kali bertemu dengan Liza. Gadis itu sangat baik dan juga sopan. Meskipun ibunya memperlakukannya dengan tidak baik. Awalnya dia juga berpikir, apa yang kurang darinya, ketika ibu kandungnya dan saudara-saudaranya mengucilkan dirinya di rumahnya sendiri.


Liza, ternyata bukanlah anak kandung Nyonya besar rumah itu, melainkan anak hasil perselingkuhan ayahnya. Ibunya yang meninggal ketika melahirkan Liza, membuat ayahnya tak tega dan mengambil Liza sebagai anaknya dan Nyonya besar rumah itu.


Setelah mengetahui kenyataan, Liza berubah menjadi pemurung dan juga judes untuk menutupi kekurangannya yang ternyata hanya anak hasil selingkuhan. Di rumah dia hanyalah anak yang tidak dihargai sama sekali.


Sampai ketika Liza menyelesaikan SMA nya meminta Bagas mengajaknya pergi dari rumah itu.


Tapi, Seperti yang dia katakan, Bagas tak percaya diri dengan keadaan ekonominya untuk membawa Liza pergi dari hidup mewahnya.


Meski hanya sebagai anak adopsi, tapi Liza hidup dalam kemewahan. Dan Liza juga tak punya keberanian untuk pergi dari rumahnya.


Berbeda dengan Laura, cara mendidik keluarga Liza lebih parah dari itu. Perempuan tidak boleh begitu, perempuan tidak boleh begini. Selalu menjadikan perempuan hanyalah di rumah menjaga anak dan tugas rumah lainnya.


Tapi, Liza memandang perempuan juga butuh kebebasan.


Ketika mengetahui Laura hamil, Liza malah berpikir, seandainya dia memiliki keberanian membangkang seperti Laura, apakah yang akan terjadi pada hidupnya saat ini.


Setelah pernikahan palsu Laura dan Nevan.


Liza menemui Nevan dan memberikannya sebuah buku tabungan.


"simpan ini, untuk biaya persalinan dan kebutuhan lainnya." ucap Liza.


Tentu saja Nevan menolak pemberian tersebut.


"Ya sudah, kamu simpan saja jika memang tidak mau menggunakan. Ingat, ini adalah bekal untuk anakmu. Aku hanya ingin, kamu tetap menjaga anakmu. Jangan biarkan dia kembali ke rumah Danendra bersama Laura." ucap Liza pada Nevan.


"Nyonya Liza. Saya cuma ingin tau. Kenapa anda tidak mau menerima saya dan anak saya?" tanya Nevan heran, Liza tak ingin menerima mereka tapi tetap ingin membantu mereka.

__ADS_1


"Hidup mewah, bukan berarti kamu bahagia. Aku hanya ingin, setidaknya cucuku, bisa menikmati kehidupan yang bebas yang dia inginkan. Karena keluarga ku, maupun Laura tidak bisa melakukan hal itu untuknya. Kehidupannya akan lebih sulit, apalagi dia termasuk cacat dalam kehidupan orang-orang seperti kami." Laura menatap Nevan dengan dalam.


"Aku berharap, kamu akan membawa Laura dan anakmu jauh dari kami. Tapi kamu juga memutuskan untuk melepas Laura." ucap Liza pelan.


Dengan begitu Liza pun pergi.


Liza pikir, Laura akan baik-baik saja bersama Nevan. Tapi Setelah melahirkan Laura sering datang ke rumahnya bahkan meminta kehidupannya kembali.


"Ayah, Laura janji. Akan jadi penerus Danendra yang bisa papa banggakan." ucap Laura mengemis agar Abrar menerimanya kembali.


Laura memang masih bisa bersenang-senang dan bahkan minum-minum, tapi dia akan sering menghabiskan waktunya untuk mengejar ketertinggalan dari teman-temannya.


Dan sampailah saat Daisy datang ke rumah itu. Liza yang melihat cucunya itu, sangat ingin memeluknya. Tapi, rasa ego, rasa trauma mengingat bahwa dirinya tidak lebih baik dar Daisy membuat marah.


Di tambah Daisy yang tidak pernah mau berusaha agar hidup layaknya keluarga Danendra. Tapi Di sisi lain, Liza malah senang Daisy dekat dengan para pelayan. Liza tidak ingin Daisy hidup seperti dirinya dan Laura yang terkekang.


"Aku sepertinya, terlalu kasar pada Daisy."ucap Liza menangis.


" Kamu hanya ingin membuat dia lebih baik. Meskipun kamu bisa melakukannya dengan cara yang lebih baik." ucap Bagas yang berdiri di belakang Liza.


"kadang, seseorang tidak akan pernah mengerti maksud baik kita. Bahkan saat kita berbuat baik, orang malah menganggapnya hanya sebuah hinaan." ucap Bagas.


"Tapi, suatu saat. Dia akan mengerti bahwa kamu juga menyayanginya." lanjut Bagas.


Tiba di hari Daisy pergi. Sebenarnya Dia melihat Daisy melalui jendela kamarnya.


"Andaikan aku punya sedikit keberanian seperti Daisy. Apakah hidupku bisa berubah?"batin Liza bersyukur melihat Daisy pergi.


" Pergilah yang Jauh, Daisy. Kamu bisa kembali kapanpun kamu mau." ucap Liza dalam hati, melepas kepergian cucunya.


Tekanan bathin yang pernah Liza rasakan, dia tak ingin Daisy merasakannya, meskipun dia sadar dia sendiri yang sudah menekan Daisy.

__ADS_1


Bagas menceritakan semua tentang Liza pada Laura yang sedang mabuk itu. Entah Laura mendengarnya atau tidak.


Laura menitikkan air mata. Selama Ini, Liza hanya bisa diam ketika Laura ditekan dan dipaksa oleh Abrar. Dia jadi tahu kalau Liza ingin Laura hidup dengan bebas.


Bagas lalu membawa Laura pulang ke rumahnya.


Sampai sana dia disambut oleh Daisy yang sedang menggendong Dean.


Pemandangan Laura yang mabuk, mengingatkan Daisy pada Laura ketika dia masih kecil. Dengan cepat Daisy pergi meninggalkan ruang depan dan kembali ke kamarnya.


"Daisiiiiiiiii..... " Panggil Laura mabuk, membuat Daisy menghentikan langkahnya.


"Putriiikuuuuuu yang malaaang." Laura memeluk Daisy dari belakang.


Daisy menutup hidungnya, mencium aroma mabuk dari Laura.


"Kamu tau kan, kalau mama sangat sayang dan cinta sama kamu? Dan juga cucuku yang tampan ini?" ucap Laura mencubit pelan pipi Dean, membuat Dean bergerak mundur. Tapi Dean tidak menangis melihat Laura.


"Apakah kamu sangat terluka?" tanya Laura berbisik pada Daisy. Laura menitikkan air matanya.


"Maaf.. Maafkan mama. Yang Tidak pernah menjadi sosok ibu buat kamu. Maafkan mama, berpikir bahwa segala yang mama lakukan adalah yang terbaik buat kamu. Mama tidak pernah tau lukamu, dukamu." Daisy yang mendengar Laura ter isak menangis, membuat Daisy juga menangis.


"Mama nangis?" tanya Dean melihat air mata Daisy mengalir.


"Maaf Daisy." Laura lalu melingkarkan tangannya di tubuh Daisy dan juga memeluk kaki Dean.


"Mama, benar-benar minta maaf. Mama tau, tidak akan bisa menebus masa kecilmu. Tapi, mama harap kita bisa memperbaiki semuanya ke depan." Laura masih memeluk Daisy.


Daisy lalu melepaskan pelukan Laura dari tubuhnya. Lalu berbalik.


"Aku mungkin akan butuh waktu untuk ini. Aku juga berharap kita bisa memperbaiki semuanya jadi lebih baik." ucap Daisy lalu memeluk Laura dengan Dean masih di gendongannya. Sehingga mereka bertiga berpelukan.

__ADS_1


Sampai Dean mendorong Laura kesal, mereka langsung berpisah dan tertawa kecil karena momen haru itu harus terhenti.


...****************...


__ADS_2