
Dia sangat terkejut, melihat Tio yang sudah diikat di kursi dan beberapa orang yang babak belur.
"Lepaskaaan.! Lepaskan! Ini. Kenapa kalian memperlakukan Tio seperti ini??? " teriak Daisy sambil menangis dan membuka ikatan Tio di kursi.
"Sayang, dengar. Aku akan jelaskan nanti." Daryn menarik Daisy.
Daisy menarik tangannya dari Daryn, tidak perduli. "sudah aku bilang, dia ini sahabatku. Kenapa kalian? Dan kak Tito, dia adikmu." ucap Daisy melepaskan ikatan Tio.
Daryn tau, dia tidak bisa membuat Daisy begitu saja percaya apa yang dia ketahui tentang Tio. Daryn tidak tau sedalam mana perasaan Daisy terhadap Tio. 3 tahun, jumlah yang sama dengan lamanya pernikahan mereka ketika bersama. Jadi untuk sementara dia membiarkan Daisy melepas Tio.
"kamu gak apa-apa?" tanya Daisy pada Tio.
"Daisy, kamu lebih baik menjauh dari Tio sekarang." ucap Tito mengingatkan Daisy.
Tito lalu menatap Daryn meminta izin menjauhkan Tio dari Daisy, tapi Daryn menggelengkan kepalanya dan membiarkan Daisy melepaskan Tio.
"Tio gak pernah nyakitin aku. Dia adalah orang yang menemani hidupku dan Dean selama 3 tahun terakhir. Apa kalian pikir dia akan nyakitin aku?" Meski terlihat tegas, ada keraguan dalam suara Daisy, meski hanya sekilas, dan Tio merasakannya.
"Kamu terlihat sangat bahagia hari ini." bisik Tio saat Daisy masih membuka tali di tubuhnya. Tubuh Daisy sempat membeku dingin menyeruak ke mengalir ke seluruh tubuhnya. Dia masih ingin mempercayai Tio.
"Aku kenal dan tahu kamu. Mereka pasti salah menilai kamu. Kamu sahabat dan juga orang paling aku percaya selama ini." ucap Daisy.
"Lantas, kenapa tanganmu bergetar?" tanya Tio memegang tangan Daisy. Yang tanpa sadar Daisy tarik.
"Maaf, hal ini terlalu melelahkan untukku. Lebih baik kalian semua istirahat." Daisy berdiri tegak setelah melepaskan ikatan Tio, dan berjalan kembali ke kamarnya.
...----------------...
Pagi itu, seorang pelayan berteriak keras di halaman belakang.
Seisi rumah yang terkejut, langsung berkumpul ke halaman belakang.
"Ada apa?" tanya seorang pengawal.
"Kelinci kesayangan Nyonya Laura dan Nyonya Liza, mati." ucap pelayan itu ketakutan.
Bukan karena kelinci yang mati, tapi karena kondisinya sangat mengerikan.
Perut kelinci itu terbuka, dan organ dalamnya menggantung, setelah itu, ditusukkan pada pohon dengan nama pemiliknya masing-masing. Yang membuat org merasa jijik dan ngeri melihatnya.
Daisy yang mendengar hal itu, langsung mencari keberadaan Tio. Karena dia melihat Tio bersama dua kelinci itu. Daisy juga ingat pertengkaran Tio dan Ibunya Rika, kalau Tio juga pernah membunuh ternaknya sendiri.
Daisy menggeleng, dan berpikir itu semua hanya kebetulan sesaat.
__ADS_1
Daisy mencari Tio ke seluruh rumah, tapi seorang pengawal memberi tahu bahwa Tio sudah keluar rumah sejak Subuh, yang entah kemana. Biasanya dia akan memberi tahu Daisy, tapi hari itu dia pergi tak bilang.
Entah kenapa, Daisy memiliki firasat burik bahwa yang melakukan hal itu adalah Tio. Lalu seorang pelayan masuk ke kamar Daisy, dan memperlihatkan sebuah video yang sangat mengenaskan.
Daisy tak percaya apa yang dia lihat.
"kenapa kalian menyembunyikan hal ini?" tanya Daisy.
"Saya takut. Dan sepertinya hari itu dia tau kalau saya merekamnya." jawab pelayan itu.
"ya sudah, biar aku yang mengurus hal ini." ucap Daisy.
"Tio, sebenarnya apa yang kamu lakukan.? " batin Daisy.
...----------------...
Daisy benar-benar bingung, tidak tau apa yang harus dia lakukan.
"Astaga, Dean.!!! " Daisy berlari keluar mencari Dean.
"Ibu macam aku, melupakan putranya sendiri. Hari ini rasanya begitu melelahkan." batin Daisy.
Dia menemukan Dean yang sedang bersama Nyonya Liza, dan juga Laura.
"Maaf, merusak makan malam ini." ucap Daryn.
"Aku mengerti, Tuan hanya ingin melindungi Daisy. Tapi, biar bagaimanapun. Tio adalah putranya Ayahku." ucap Laura.
"Saya juga mengerti akan hal itu. Saya akan pastikan hal ini, tidak akan merusak nama baik keluarga anda." ucap Daryn.
"Maaf, aku akan membawa Dean kembali ke kamar." ucap Daisy membuat tiga orang di kamar itu melihat ke arahnya.
Dean berjalan ke arah Liza, sambil memindahkan Dean, Liza melihat ke arah Dean dengan penuh kasih sayang dan hati-hati.
Daisy membawa Dean ke kamar, dan Daryn mengikutinya. Sebelum masuk ke kamar, Daryn menyuruh anak para pengawalnya mengawasi gerak gerik Tio, dan juga mengawal kamar Daisy dan juga Dean.
Semua kamar, dia suruh kawal. Termasuk kamar Liza dan juga Laura.
Sementara itu, Tio berada di ruang Tuan kerja Tuan Abrar.
"Sebenarnya, apa yang kamu inginkan? " tanya Abrar pada Tio.
"Aku tidak ingin apa-apa. Datang ke rumah ini, adalah keinginan Daisy." jawab Tio.
__ADS_1
"Kalau begitu, pergilah dengan tenang bersama Daisy. Biarkan Dean bersamaku. Aku akan mengadopsinya."
Tio tertawa mendengar ucapan Abrar. Dia tahu, kalau Abrar tidak akan pernah menganggapnya, begitu juga Daisy. Dia melakukan itu, karena saat ini Dean yang masih kecil dan masih bisa dia ajari.
Meskipun, Tio dan Daisy juga tak menginginkan hidup di bawah naungan keluarga Danendra.
"Tidak akan pernah, Dean adalah bagian dari Daisy yang tidak akan bisa lepas. Karena Itu, aku akan membawa mereka berdua." Tio lalu keluar dari ruangan itu dan kembali ke kamarnya.
"Kalian akan mengikuti ku sampai mana dan sampai kapan?" ucap Tio datar.
Mereka tak menjawab, dan hanya berdiri di depan kamar Tio setelah Tio masuk kamarnya.
Tak berselang lama, Tio keluar lagi.
Dan pengawal mengikutinya sampai ke dapur dan menatap Tio dengan ketat.
"Apa?? Apa sekarang aku tidak boleh minum air?" tanya Tio dengan sengaja menjatuhkan gelas.
Para pelayan yang sedang menyiapkan kopi dan teh untuk para pelayan tidak berani mendekat pada Tio.
Mereka mundur ketika Tio datang.
Tio tersenyum licik melihat para pelayan.
"tolong bersihkan ini." ucap Tio mengalihkan pandangan pelayan dan ikut menunduk membersihkan pecahan.
Tapi dengan sengaja, membuat seorang pelayan terluka dengan pecahan gelas.
"Akhhh" teriak pelayan itu, membuat pengawal melihat pelayan tersebut dan membantunya dan dengan cepat menuang cairan ke dalam teko. Dia lalu tersenyum licik.
"Maafkan aku." ucap Tio lalu kembali ke kamarnya.
Sampai lewat tengah malam, Tio kembali keluar dari kamarnya dan melihat dua pengawal di depan kamarnya sudah terkapar.
Di depan kamar Daisy pun begitu. Dia masuk ke kamar. Daryn terbangun mendengar pintu. Lalu berdiri.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Daryn dan Daisy terbangun.
Melihat horor di hadapannya. Daryn di pukul dengan kayu balok oleh Tio.
"aaaaarrkkk, Dadaaa...." teriak Daisy menutup mulutnya.
...****************...
__ADS_1