
"Apa maksudnya? Kamu ingin bertemu Daryn? Mantan suami? " ucap Laura mengerutkan alisnya.
"ma, aku akan jelaskan nanti." ucap Daisy.
Daisy lalu menggendong Dean dan mengajak Tio juga pergi dari meja makan.
"Tio, sebenarnya ada apa dengan kamu?" tanya Daisy melemah. Daisy tidak ingin membenci Tio. 3 tahun, sulit dan kesepian yang dia lalui selalu ditemani Tio. Tidak semudah itu menghapus Tio dari kehidupannya meskipun dia pamannya sendiri. Dan Daisy akan berbohong, jika tak pernah terbesit sedikitpun dipikiran Daisy Tio bisa menggantikan Daryn.
Tapi, Daisy memang terlalu mencintai Daryn, dan tak bisa merubah haluan cintanya begitu saja. Dan itu membuatnya lega.
"Apa yang tidak kamu mengerti dari kata-kataku. Aku mencintai kamu. Aku Ingin kita bertiga pergi dari sini dan hidup bersama. Seperti yang sudah kita lalui sebelumnya." ucap Tio meyakinkan Daisy.
Daisy menatap mata Tio dengan dalam. Tapi, semua ucapan Tio bagi Daisy hanyalah ucapan palsu. Akan sulit baginya mempercayai Tio lagi.
"apa kamu sadar, sama apa yang kamu ucapkan? Bagaimana bisa, aku akan menerima tawaranmu, dan pergi sama kamu, setelah tau kamu adalah pamanku sendiri." ucap Daisy berusaha menyadarkan Tio.
Ketika belum tau, mungkin Daisy tidak akan sepusing ini. Tapi, sekarang dia tau , kalau dirinya dan Tio masih sedarah.
"Aku tidak akan merubah kata-kataku. Setelah Kamu meminta surat cerai dari Daryn kamu dan Dean akan tetap ikut bersamaku Suka atau tidak." Tio langsung pergi meninggalkan Daisy.
Sementara itu, Laura menatap Daisy dan mendengar pembicaraannya dengan Tio.
"Jadi, alasan kamu kembali bukan karena rindu atau ingin bersama mama?" tanya Laura lirih.
Karena jujur saja, tak ada sama sekali di benak Daisy, merindukan Laura. Dia hanya cukup menghargai Laura sebagai seseorang yang sudah melahirkannya.
"Maafkan aku, ma. Aku.. " Daisy tak ingin menyampaikannya secara langsung, karena dia tau itu akan melukai hati Laura.
"Mantan suami kamu? Daryn? " Tanya Laura dan Daisy hanya menangguk kecil.
"Ternyata kita punya selera yang sama terhadap laki-laki." Laura tertawa dan bertepuk tangan.
__ADS_1
"Ma.... " panggil Daisy lirih.
"Kan mama sudah bilang, mama sendiri yang menyukainya. Mama pernah mengajaknya berkencan sungguhan. Tapi, dia bilang. Dia Belum bisa melupakan istrinya. Mama pikir Alea. Ternyata wanita itu anak mama sendiri" Lalu Laura mengalihkan pembicaraan dengan menggendong Dean.
"Tapi, Ma." Ucap Daisy yang terhenti karena Laura langsung pergi meninggalkan Daisy bersama Dean.
"Cucuku... Eeemm." Laura mengajak Dean bermain. Karena Laura sama sekali tidak tau apa yang dia rasakan.
Laura menghela pelan. "Sepertinya aku terus jatuh cinta pada orang yang mencintai masa lalu. Di tambah kali ini, dia adalah putriku sendiri. Dan bagaimana bisa aku cemburu pada putriku sendiri?" batin Laura kesal pada dirinya sendiri.
"Tunggu, kalau aku dan Daryn selisih 4 tahun., berarti dia dan Daisy? Haaaah??!!! 12 tahun?" ucap Laura menghitung jarak usia antara Daisy dan Daryn.
"Dan aku mempunyai menantu yang hanya 4 tahun lebih muda dariku?" Laura menghela nafas kasar.
Laura ingat, kalau Tio mengatakan Daisy ingin bertemu dengan Daryn dan sepertinya masih mencintai Daryn juga. Dan sekarang dia juga penasaran bagaimana mereka bisa menikah dan kenapa mereka bercerai.
Semua orang sudah kembali pada kesibukannya masing-masing.
Selama Daisy datang, Laura meminta libur. Karena itu Ava sebagai asistennya sibuk di kantor.
"Ma, bisa kita bicara sebentar?" tanya Daisy.
Laura ragu, untuk membicarakan laki-laki pada Daisy. Meskipun dia biasanya bercerita pada Ava, tapi Daisy adalah anaknya, terlebih mereka membicarakan laki-laki yang sama.
Dan mereka pun, duduk di taman.
Belum Daisy mulai bicara, Laura sudah sangat penasaran dengan kisah cinta putrinya itu.
"Bagaimana ceritanya, kamu bisa menikah dengan Tuan Daryn, dan apa kamu mencatat pernikahanmu? Tapi Kenapa, dia tidak pernah dikabarkan menikah." tanya Laura dengan bertubi-tubi.
"Mama....!! " panggil Daisy menenangkan Laura.
__ADS_1
"Oke, maaf. Mama hanya sangat penasaran. Setelah bercerai dengan mantan istrinya, dia hanya di gosipkan dekat dengan banyak wanita. Tapi, kita semua tau. Kalau itu hanya bisnis." ucap Laura masih tak berhenti bicara.
Daisy hanya bisa mengatupkan kedua bibirnya, sabar menunggu Laura selesai bicara.
"Dan kamu pasti kaget, mendengar mama sama Tuan Daryn."
"Ma.. " Panggil Daisy menggenggam tangan Laura.
Laura menghela pelan. Sebenarnya, dia malu pada Daisy. Bagaimana tidak. Laki-laki yang dia taksir pernah menikah dengan anaknya, bahkan sampai sekarang masih saling mencintai.
"Saya dan Tuan Daryn, awalnya bertemu karena jam tangan Tuan Daryn yang tertinggal waktu pelantikan Mama sebagai Wakil Presiden perusahaan." ucap Daisy pelan.
"Dan selanjutnya, hanya terjadi begitu saja. Saya berusaha menjauhinya, karena saya gak mau berhubungan dengan keluarga orang kaya lagi. Tapi, lagi-lagi selalu ada yang membuat saya kembali ketemu dengan Tuan Daryn." Daisy menghela pelan.
"Terus, kenapa kalian pisah?"
"Aku di tuduh selingkuh. Aku marah, terus pergi. Dan hamil terus melahirkan. Selama hamil, Tio dan ibunya selalu menjaga aku, menjaga Dean."ucap Daisy pelan.
"Kenapa kita malah membicarakan Tio?" ucap Laura kesal.
"Karena Tio yang membantu dan menghiburku. Waktu aku sangat kesusahan di masa kehamilanku. Aku sebenarnya ingin kembali lari pulang pada Tuan Daryn. Karena sangat sulit sekali, hamil sendirian. Kesepian setiap malam. Tapi, Tio temani aku, pijitin kakiku yang bengkak. Bahkan mengurus cucian bajuku." ucap Daisy mengusap air matanya.
"Aku juga bayangkan, mama yang hamil aku di usia muda, pasti sangat sulit." Daisy mengeratkan genggaman tangannya dengan Laura, dan Laura membalasnya.
"Dan di saat sulit, seperti itu. Tio yang ada di sampingku." ucap Daisy.
"Tapi, dia bilang gak akan lepasin kamu. Mama yakin, dia itu gak baik-baik saja." ucap Laura takut, Daisy benar-benar akan dibawa paksa oleh Tio.
"Ma, aku kenal Tio selama 3 tahun Seperti yang aku bilang, aku percaya sama dia. Pasti dia lambat laun akan mengerti." ucap Daisy berusaha meyakinkan dirinya dan juga Laura, kalau Tio akan mengerti.
"mama cuma harap kamu lebih berhati-hati. Oh yah, Tuan Daryn tadi menelepon mama, dia akan datang lusa, karena dia akan ada bisnis lain di luar negeri minggu depan."
__ADS_1
"Apaaa?" tanya Daisy dengan suara memekik mengagetkan Laura.
...****************...