
Setelah dengan berat, membiarkan Daisy dan Tio pergi.
Tito langsung masuk ke kamar dan menelepon ambulan.
Dia membalut luka di kepala Daryn dengan benda yang bisa dia temukan di kamar Daisy.
"Daisy? Dean? " tanya Daryn lemah.
Dean ada disini Tuan.
Tito juga cepat menelepon Liam, menceritakan keadaan dikediaman Danendra.
Semua pengawal ternyata tumbang, dan masih belum diketahui keadaan mereka dengan pasti. Mereka semua terpaksa meminum kopi yang ditawarkan karena untuk mengobati kantuk mereka. Tapi, akhirnya mereka malah tumbang.
Beberapa pengawal yang terkena efek parah, adalah mereka yang minum 2 sampai 3 gelas kopi, sehingga perlu dibawa ke rumah sakit. Malam itu, semuanya menjadi sangat kacau.
"perjalanan selama 6 jam terlalu lama menggunakan mobil. Siapkan pesawat pribadi Tuan Daryn." Liam menelepon seseorang.
Dewi yang mendengar hal itu juga sangat khawatir.
"Daisy? Bagaimana dengan Daisy? "Tanya Dewi dengan khawatir.
" Dia sudah dibawa pergi lagi. Daryn sudah lebih dulu dibawa ke rumah sakit. Keadaan di rumah sana sangat kacau"Ucap Liam.
"Naza, kamu perlu mengajak Naza. Setidaknya di sana dia bisa menemani adiknya. Aku juga ikut." ucap Dewi.
"Sayang, jangan. Aku mau kamu tetap di sini. Daryn dan aku tidak ada di rumah utama. Kamuyang harus tetao ada disini." ucap Liam lalu pergi membangunkan Naza.
Dengan terpaksa Dewi harus mengikuti perintah Liam.
"Baru saja kalian ketemu, tapi harus kehilangan lagi." batin Dewi. Karena Dewi tau, bagaimana setiap malam Daryn merindukan Daisy.
Melihatnya menangis, dan merindukan Daisy. Tapi dia juga takut untuk menjemput Daisy. Naza pun menginginkan hal itu. Meski hanya melalui panggilan telepon, Naza merasa sangat senang. Sementara Daryn, tak mendapat keistimewaan itu.
Dia hanya menahan rindu dan tenggelam dalam pekerjaannya. Dia bahkan sengaja membuat heboh berita tentang pertunangannya, meski itu hanya sekedar kerja sama. Agar Daisy kembali, sayangnya, hal itu sudah menjadi hal yang biasa bagi Daisy bahkan ketika mereka masih menikah.
__ADS_1
Dan hal yang membuat paling terkejut, adalah ketika Daryn tau siapa Daisy sebenarnya. Dia tak bisa membayangkan luka di hati Daisy yang sejak kecil tidak merasakan kasih sayang. Daisy yang hanya menjadi anak adopsi dari pelayan yang tinggal di rumahnya sendiri.
Tapi, masih bisa mencintai dengan penuh, terhadap Naza dan juga Daryn. Dan Daryn, merasa sangat menyesal dan juga merindukan Daisy. Dia tau, cinta seperti Daisy tidak akan datang lagi padanya. Karena itu, dia menunggu, dan terus menunggu Daisy kembali.
Di rumah sakit, Daryn sudah merasa lebih baik. Meski kepalanya masih terasa sangat sakit. Dia masih terbaring, rasanya ingin sekali dia berteriak. Membayangkan dia harus kehilangan Daisy lagi seperti ini.
"Tuan, saya sudah meminta beberapa pengawal mengikuti Tio dan Daisy. Begitu juga pengawal yang berada di desa." ucap Tito.
Memang, setelah mendapatkan berita dari Ibu Rika, Daryn dan Tito sudah merencanakan semuanya.
"Semoga saja, Tio tidak membuang kalungnya, karena itu pemberian dari Tuan." ucap Tito tak sengaja.
Daryn menutup matanya dan mengatur nafasnya. Dia harus bersikap tenang, agar bisa menjemput istrinya kembali dengan selamat.
"apa kamu sudah memeriksa keadaan Nyonya Laura dan kedua orang tuanya." tanya Daryn.
"Mereka ada di ruangan sebelah, mereka juga sepertinya terkena obat. Karena mereka sempat makan setelah Tio kembali ke kamarnya. Sekarang mereka sudah baik-baik saja.Meskipun belum ada yang bangun." jelas Tito.
"Kepalaku masih sangat pusing. Kamu tunggu kedatangan Liam dan minta dia mengontrol semuanya." Ucap Daryn yang langsung tertidur karena efek obat yang dia minum.
Naza langsung berlari ke arah papanya dan menangis. Dia tak mau membangunkan papanya.
"om, bagaimana keadaan papa? " tanya Naza pada Tito.
Tito tersenyum dan mengelus kepala Naza.
"Tenang aja, papa kamu cuma tidur."
"coba lihat ke tempat tidur itu." Tito menunjuk ke arah tempat tidur si sebelah papanya yang di tutup oleh tirai.
Mata Naza membelalak. "dia, apa mungkin dia adik aku? Dia mirip banget sama Papa." ucap Naza ingin berteriak.
"Kau gak sabar pengen gendong dia." ucap Naza gembira. Tapi, terhenti ketika dia ingat bundanya.
"semoga bunda bisa cepat kembali, biar kita kumpul bareng lagi." Naza menangis memeluk & Tito.
__ADS_1
Sementara itu Liam langsung memerintahkan para pengawal untuk mengikuti GPS yang diletakkan di dalam kalung Daisy.
Mereka langsung bekerja sama dengan polisi setempat untuk mencari keberadaan Daisy.
...---...
Sementara di sisi lain. Tio membuat Daisy yang tertidur duduk di kursi roda. Tito mendorongnya menaiki lift dan akhirnya tiba di sebuah apartemen.
Menggendong Daisy lalu merebahkannya dengan lembut ke atas tempat tidur.
"Hari ini, pasti sangat melelahkan. Lebih baik kamu istirahat. Akan lebih menyenangkan, kalau Dean bisa ikut bersama kita." Tio yang duduk di sebelah Daisy dan mengelus wajahnya.
Tidak lupa, Tio merantai kaki Daisy dengan rantai khusus untuk di kaki. Agar Daisy masih bisa bergerak bebas di sekitar apartemen itu.
"Andai saja, kamu bisa mencintai aku, dan kita hidup sebagai keluarga, aku tidak perlu menyiapkan rantai ini. Aku sudah menyiapkan rumah ini, untuk kita." lanjut Tio, kembali menatap wajah Daisy.
Dia akhirnya melihat kalung yang dikenakan Daisy, dan langsung menarik kalung itu, dan membuangnya dengan kasar ke arah tembok.
"Harusnya kamu tidak sebahagia itu, bertemu dengan laki-laki yang menyakiti perasaanmu. Dan kamu luluh hanya dengan diberikan kalung murahan seperti itu." ucap Tio yang lalu pergi meninggalkan kamar.
...---...
Setelah 3 jam tertidur. Akhirnya Daryn bangun dan melihat Naza yang dengan cemas menggenggam tangan Daryn.
Sebagai laki-laki, menangis adalah hal yang memalukan. Tapi, melihat Naza Daryn menangis dan memeluk putrinya itu.
"Maafin papa. Papa belum bisa bawa Bunda kembali pulang." dia menangis memeluk Naza, dan Naza ikut menangis.
Daryn,. Merasa Sangat tidak berguna. Dia Tidak pernah berhasil melindungi orang-orang yang dia cintai.
Dulu Dara adiknya, sekarang Daisy, istrinya. Dia merasa menjadi laki-laki yang sangat tidak berguna.
"Tuan, kami sudah menemukan titik lokasi Daisy, dan tidak Berpindah lokasi lagi. "
...****************...
__ADS_1