Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita Pendek (Cerpen)
Anak Tomboi Jatuh Cinta Part 1 2


__ADS_3

Kategori: Cerpen Cinta


Judul: Anak Tomboi Jatuh Cinta Part 1 & 2


_________________________


Part 1 – aww.. Sakiit


Seorang anak sedang memperlihatkan atraksi sepedanya pada setiap orang di sekolah itu, entah guru bahkan para pedagang asongan pun menikmatinya.


Atraksi yang sedang dilakukannnya adalah hasil kerja kerasnya selama ini anak itu belajar secara ottodidak di rumahnya, itulah aku. Anak tomboi yang selalu bikin sensasi di manapun yang terkenal hingga ke kota sebelah. Aku dikenal oleh siapapun dan dimanapun namun, sering aku tidak tau siapa yang menyapaku. Aku yang selalu direbutkan oleh teman-teman jika mau duel tanding. Apapun tandingnya aku pasti selalu dipilih terutama olahraga.


Pagi ini, seperti biasanya aku memamerkan aksiku dengan asyiknya. Banyak orang yang terpukau bahagia dan itulah yang membuatku jadi bahagia. Tapi pagi ini aku kurang sehat jadi kusudahi atraksi ini. Aku bergegas ke kelas. Dan langsung menaruh tas.


“pagi anak anak” aku di sadarkan oleh suara pak guru olahraga. Aku baru sadar sekarang jadwal olah raga. Siap-siap ada keributan…


“sekarang bapak akan ada rapat maka dari itu kalian saya bagi menjadi kelompok bermain sepakbola..” seketika itu semua riuh.


“tenang kalian!!!” semua langsung diam “dan kelompoknya saya acak karena waktunya sedikit kali ini saya hanya memilih sekitar 6 orang dan hanya 1 kali duel” semuanya menggerutu kecuali aku. “kelompok pertama tika, tia, albert, rizki, chandra, alvin dan dido. Yang kedua..” anak yang disebutkan kecewa, entah kenapa? “dinda, dion, joni, farrel, kizlan dan…” semuanya diam, menunggu kalimat yang diteruskan, kelompok dua berharap harap nama yang terpilih adalah… “choco..” aku. Semuanya bergemuruh.


Oh ya, tadi kalian belum kenal jauh aku ya nama ku cholin leonusi nama panggilanku choco dan aku anak tertomboy di sekolah, seluruh gayaku mirip dengan seorang cowok. Bahkan kadang-kadang cowok pun ikut dengan gayaku, rambut ku cepak sering pakai topi (tidak dilarang khusus untuk aku karena kelakuanku yang sering membawa topi guru-guru hanya bisa mengelus dada) pokoknya mirip deh. Kata orang aku paling mirip sama aldi cjr. Hobiku banyak. Sering ikut lomba. Pokoknya banyak deh.


Yang jadi kapten tim di kelompok ku adalah farel cowok paling kece di sekolah banyak jadi idola selain aku. Permainan di mulai, entah kenapa kepalaku saat ini mulai pusing. Sering kali bola menuju ke arahku namun aku hanya mengoper bola ke teman terdekat, aku hanya diam di tempat sambil memegangi kepalaku, kepalaku pusing sekali.


“kamu nggak papa kan?” tiba-tiba farrel menyadarkanku.


“nggak.. Aku nggak.. Aku nggak..” tiba-tiba pandanganku gelap, aku pingsan.


Saat terbangun aku sudah terbaring di kasur di ruangan uks di tempat ini sepi sekali. Segera aku keluar dari tempat ini, saat sudah di depan pintu aku hampir meraihnya. Namun seseorang sudah membukanya dari luar.


“loh kamu ngapai berdiri di sini” aku mudur beberapa langkah.


“nggak.. Nggak..” saat ini aku sedang menahan berat tubuh ku di ranjang karna tiba-tiba kakiku lumpuh tidak bisa bergerak.


“kamu nggak papa kan” itu farrel


“aku baik-baik aja kok” dustaku sambil mencoba tersenyum, padahal saat ini kakiku sangat sakit. Seketika aku merasa lemas aku tak kuat menahan beban tubuh ku aku terjatuh. Farrel menghampiriku mencoba menolongku.


“hati-hati ya.. Jangan jatoh lagi nanti kalau nggak ada aku gimana..” aku menatapnya bingung. Sepertinya aku tau hal seperti ini, tapi aku nggak mau mencari tau.


“kalau nggak ada kamu memangnya kenapa?” ucap ku linglung.


“hmm.. Kamu nggak bakal ngerasaain namanya cinta?” ucapnya sambil berlalu keluar.


Cinta? Sepertinya aku pernah mendengar kata itu. Kata orang itu membuat kita bahagia. Tapi aku tidak tau apa rasanya karena aku tidak pernah tau apa itu cinta?


Part 2 – kamu normal nggak sih?


Pagi ini aku memilih berangkat menggunakan skateboard, melewati jalan-jalan yang cukup jauh dan sendiri. Hari ini ulangan matematika di jam pelajaran kedua sepulang sekolah katanya anak sma aku bakalan tanding sepak bola sama sma sebelah, jadi aku harus bersiap walau saat ini aku masih belum terlalu pulih dari sakitku. Aku harus tetap senang menjalani hidup karena aku punya sebuah rahasia besar. So.. Aku harus tetap senang.


“choco!!” aku menoleh mencari siapa yang memanggilku. Dan itu kizlan. Lalu aku menghampirinya.


“hai.. Gimana pertandingan kemaren sukses nggak?”


“ya kita menang 3-2, tapi gara-gara kemaren kamu pingsan kelompok kita sempet panik”


“kenapa?”

__ADS_1


“ya iyalah kalau nggak ada kamu gimana kita bisa menang, tapi untung aja lo ketua kelompok kita farrel, kita jadi bisa menang. Dan kabarnya dia bisa nyaingin lo jadi bintang lapangan sekolah.”


“sejak kapan kamu suka gosip gitu..”


“siapa yang gosip ini kenyataan.”


“terus kamu percaya..?”


“ya nggak lah, masa sih cewek terganteng di sekolah kalah sama cowok terkeren di sekolah..”


“hmm ya, kamu bener nggak mungkin..”


“tapi banyak yang bilang kalau kalian berdua cocok loh..”


“cocok?”


“ya maksudnya jadian gitu..”


“ha?”


“kamu kenapa sih, setiap aku omongin tentang cinta kamu nggak pernah connect”


“cinta?” kizlan mendesah pelan.


“kamu bakal ngerasaain suatu saat nanti, kan kamu normal, eh kamu normal nggak sih..”


“ya jelas gue normal lah.” ucapku membantah.


“terus kalau kamu normal kamu suka sama siapa, naksir gituh?”


“masa sih kamu nggak pernah tau?”


Aku menggeleng.


“sama satu orang pun..”


Aku menggeleng.


“yah.. Itu mungkin kamu terlalu kelaki-lakian, makanya jadi feminim dong..”


“aku nggak bisa sudah bawaan dari lahir.. Tapi gue pengen tau rasanya cinta, lan. Aku pengen kayak lainnya pengen ngerasaain apa itu cinta, arti cinta aja aku nggak tau. Sebenarnya aku tersiksa lan.” ucapku sambil menghindari batu di depan.


“hmm.. Gimana kalau aku comblangin?”


“ha? Nggak usah, sama siapa juga? Nggak ada yang bakalan mau sama aku, cewek yang setengah laki-laki.”


“ada..”


“ha? Siapa?”


“pokoknya dia suka sama kamu gara-gara kamu bisa semua olahraga pinter di pelajaran dan kamu yang orang nya bisa berteman sama siapa aja.. Nggak perlu dilindungi dan kata orang itu kamu cantik..”


“ya percuma lan. Kalau aku nggak bisa suka sama dia. Kan kata orang cinta nggak bisa dipaksain.”


“ya memang nggak bisa dipaksaiin tapi di usahain.”


“yah aku nggak tau. Eh kan kamu normal..”

__ADS_1


“ya memang kenapa?”


“kamu suka sama siapa?”


“eh? Kok jadi senajata makan tuan sih?”


“siapa?”


“eh.. Sama..”


“siapa?” ucapku dengan mata mengidentifikasi.


“yang pastinya bukan sama kamu..”


“hmm baguslah.”


“kenapa bagus?”


“bagus lah? Kalau kamu yang bilang tadi waah, bisa mati aku?”


“kenapa?”


“kenapa sekarang kamu yang jadi banyak tanya? Sudah sana kamu masuk duluan tuh sudah sampai sekolahan..” ucapku sambil memegang skate boardku dan bergegas pergi ke kantin beli minuman. Sementara kizlan pergi ke kelas.


Di kantin aku melihat farrel sedang duduk sendiri. Tiba-tiba aku ingat dia kemaren mengatakan cinta, apa itu?. Aku menghampirinya.


“hai”


“hai juga, waah skateboard yang bagus boleh aku liat..”


“boleh..” Ucapku sambil melihatkan skate board ku.


“ehm, soal kemaren aku mau tanya?” ucapku.


“oh ya, kamu sudah sehat sekarang?”


“sudah, ehm cinta itu apa?” ucapku seperti anak berumur 6 tahun.


“eh kamu sudah siap nanti siang. Siap-siap ini mempengaruhi nama baik sekolah ini.” ucapnya sambil memperbaiki topi ku yang miring. Dan berlalu pergi, sudah kuduga dia bakal mengalihkan pembicaraan. Tiba-tiba aku ingin saja memberitahukan hal ini pada kizlan.


Aku pergi ke kelas dengan santainya. Saat melintas di lapangan kulihat farrel sedang berlatih. Dan kulihat ke kelas ada kizlan lagi duduk di kursi di pinggir lapangan. Kedua bintang lapangan yang sering difavoritkan menjadi seorang pacar oleh temen-temen cewekku.


Mereka lumayan soal ketampanan dan aktif di olah raga tapi mereka sama-sama linglung kalau soal pelajaran. Mereka sering diidolakan anak baru dan mereka sama-sama dekat denganku. Aku hanya mengangkat bahu dan menggeleng dan berlalu pergi ke kelas sambil menenteng skate boardku yang lumayan berat.


Aku terkejut ketika mendengar beberapa orang teriak ke arah ku.


“awaas!!” saat aku menoleh, sebuah bola basket menuju ke arah ku. Aku bingung kenapa mereka berteriak kan tinggal aku tangkap.


“hap..” semuanya berdecak kagum. Dan aku baru sadar saat menangkap bola kan memerlukan kedua tangan terus skate boardku… Kulihat ke kakiku.


“awwww” aku memengangi kakiku meringis kesakitan, semuanya yang tadi berdecak kagum berubah menjadi ladang tertawa. Lalu seorang anak cowok menghampiriku.


“maaf!” ucapnya sambil mengambil bola dan menunduk.


“ya, tidak apa-apa ini aku yang salah.” ucapku mencoba tersenyum. Saat anak itu mengangkat kepalanya dan langsung berlalu pergi aku terdiam, siapa dia?. Kizlan lalu menghampiriku, dan menginterogasi ku, tapi aku hanya terdiam mengacuhkannnya aku masih membayangkan anak itu. Siapa dia?


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2