
Kategori: Cerpen Cinta
Judul: Aku Hanya Boneka Untuknya
_________________________
'hadduhh pasti dapet ceramahan lagi nih dari Pak Guntur…' seru Livy sambil melirik jam tangannya
Livy pun mempercepat langkahnya dan sesekali berlari kecil menuju kelasnya dan GUBRAAKK!! Livy menabrak seseorang sehingga membuat semua buku-buku yang dibawanya jatuh berantakan.
'sorry… sorry…' ucap Livy
Dengan sigap, Livy segera membereskan semua buku-bukunya yang berantakan tanpa melihat siapa orang yang sudah ditabraknya tadi.
'lain kali hati-hati…' ucap cowok itu sambil menyerahkan beberapa buku dan kemudian pergi
'kamu?' seru Livy kaget
Livy tak menyangka kalau cowok yang sudah ditabraknya melainkan Miko -kekasihnya. Livy masih tak percaya dengan sikap Miko yang semakin hari semakin tak dapat dimengerti.
Livy yang melanjutkan menuju kelasnya, berjalan dengan hati yang penuh tanda tanya. Apa yang salah dengan diriku? Begitu buruknya kah aku di matamu? Apa harus aku lanjutkan hubungan ini?
Sesampainya di kelas, suasana kelas sudah ramai. Hanya sisa 1 kursi di belakang, yang memang sudah dipesankan Tata untuk Livy.
'hai Liv… kok murung? kenapa? Miko lagi?' tanya Tata penasaran
'tadi gak sengaja aku nabrak Miko di jalan, awalnya aku gak tau kalau itu Miko… aku fikir setelah dia tau kalau itu aku, dia akan nyapa aku dan nemenin aku ke kelas, tapi ternyata aku salah… dia cuek, sikapnya dingin, bahkan natap muka ku aja enggak… Ta… apa harus aku lanjutin hubungan ini?'
'kalau menurut aku sih, buat apa lagi kamu pertahanin hubungan kamu sedangkan dia aja udah gak peduli lagi sama kamu, tapi semua keputusan ada di kamu Liv…'
Sepulang kuliah hari ini, Livy langsung menuju kamarnya, menghempaskan tubuhnya ke sofa empuk berwarna merah di sudut kamar. Otaknya masih berputar mencari solusi mengenai hubungannya dengan Miko. Livy yang diam termenung tak menyadari kehadiran ibunya yang sejak tadi sedang memperhatikannya. Ibunya pun menghampiri Livy dan mengelus-elus rambut hitam putri satu-satunya itu.
'kenapa sayang?' tanya Ibu
'hmm engga kok bu… oia Ibu masak apa hari ini?' tanya Livy berusaha menyembunyikan masalahnya
__ADS_1
'ibu masak ayam rica-rica kesukaan kamu, tapi sebelum makan, temuin dulu tuh… ada Miko di bawah lagi nunggu kamu…'
'Miko? kapan dia datang?'
'belum lama, dia bilang tadi dia nyari kamu di kampus tapi kamu udah pulang, udah sana temuin dulu… kasihan kan udah nunggu…'
Livy pun pergi menemui Miko yang sudah menunggunya di teras rumah. Sebenarnya Livy agak malas menemui Miko, bahkan di kampus tadi Livy memang sengaja menghindar agar tidak bertemu dengannya.
Miko yang sedang menunggu, asyik memainkan games di gadget nya, wajahnya terlihat sangat serius sampai-sampai tidak menyadari Livy yang sejak tadi berdiri di sebelahnya. Livy pun enggan menyapanya duluan, Ia tetap memandang wajahnya bukan lagi dengan perasaan suka, cinta, sayang ataupun rindu seperti satu tahun lalu tetapi perasaan geram, kesal dan benci. Ingin sekali rasanya Livy menjambak rambut lebat Miko, mencakar-cakar mukanya untuk melampiaskan semua kekesalannya selama ini. Rasanya menjadi kekasihnya seperti perempuan ***** yang mau dijadikan boneka. Entah setan mana yang telah merasuki Livy sampai-sampai Ia mau menjadi kekasihnya.
'hei… kamu udah lama berdiri di situ? tadi aku cariin kamu di kampus, tapi Tata bilang kamu udah pulang, makanya aku langsung ke sini…'
'iya, aku tau…' ucap Livy jutek
'kenapa sih? b''te gitu? aku kangen tau sama kamu…' seru Miko antusias
'Ko… kita udah satu tahun ngejalanin hubungan ini, tapi kenapa sampai sekarang kamu masih sembunyiin aku dari temen-temen kamu, bahkan di kejadian tadi pagi aja kamu gak mau kan natap wajah aku, dan kamu pun pura-pura gak kenal sama aku… Ko, aku pacar kamu! sampai kapan kamu jadiin aku boneka kamu, yang harus nurutin semua permintaan kamu…'
'kenapa harus bahas ini lagi sih? aku kan udah bilang, apa perlu kita umbar hubungan kita ke semua orang, apa harus? apa sih untungnya hal itu buat kamu? kamu mau terkenal di kampus sebagai pacar Miko si anak Teknik, iya? kamu kan tau aku gak suka umbar-umbar hubungan kita ke orang lain…'
'… Aku mau putus!! aku gak sanggup lagi jadi boneka kamu, aku memang baru mengenal cinta tapi bukan untuk dijadikan perempuan ***** seperti ini… silahkan cari perempuan lain yang bisa dijadikan boneka tapi itu BUKAN AKU!!!' ucap Livy tegas dan meninggalkan Miko yang masih diam
Livy berlari menuju kamarnya dengan tangan menutupi mulutnya agar tangisnya tidak meledak mengusik ruangan. Ditutup rapat-rapat pintu kamar, Livy yang bersandar di balik pintu kamarnya terduduk lemas sambil menekuk kedua lututnya dan memeluknya erat-erat. Tangisnya meledak memecah keheningan kamarnya. Entah keberanian darimana yang telah memberanikan Livy berbicara seperti itu kepada Miko.
Awalnya, Livy memang sangat menyayangi Miko dan enggan kehilangan Miko walaupun Ia sadar kalau Ia sudah di bodohi-bodohi oleh Miko. Tapi lama kelamaan sikap Miko semakin ngelunjak dan sulit dimengerti.
Livy memang gadis cantik yang sangat sederhana, selain itu pun Livy belum terbilang pengalaman dalam urusan percintaan. Bisa dibilang, Livy baru 1 kali mencicipi indahnya berpacaran, itu pun beberapa tahun yang lalu.
Waktu itu Livy beruntung mendapatkan kekasih seorang Wahyu yang sangat mencintainya. Namun setelah 2 tahun berpacaran, mereka terpaksa harus mengakhiri hubungannya dikarenakan Wahyu yang harus pindah ke Jambi dan meneruskan pendidikannya disana.
Keesokan harinya, Livy sudah merasa sedikit lebih baik. Livy sudah siap menjalani rutinitas sehari-harinya. Livy berjalan di salah satu lorong kampus dengan percaya diri. Disapanya semua orang yang dikenalnya.
Setelah sampai di ruang kelasnya, seperti biasa Livy menghampiri Tata dan duduk di kursi sebelah Tata. Langsung saja Livy menceritakan semua kejadian kemarin siang kepada Tata. Sontak Tata berteriak kaget mendengarnya sehingga mengundang orang di sekeliling memperhatikannya, selain itu juga Tata tidak percaya kalau Livy sudah mencaci maki Miko secara habis-habisan.
—
__ADS_1
Siang hari yang sangat terik di awal bulan Agustus. Siang ini, Livy dan Tata sedang asyik menikmati ice cream coklat di balkon depan ruang kelas mereka. Sambil sesekali bersenda gurau bersama. Terlihat jelas Livy yang sekarang, sangat modis, cantik, supel, ramah dan ceria. Hal itu membuktikan kalau Livy sangat sukses move on dari Miko.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang mencengkram tangan Livy dengan sangat keras. Livy berusaha melepaskannya, namun tenaganya tak sekuat lelaki itu.
'Miko?' ucap Livy kaget
'Liv, aku mau ngomong sama kamu… aku mau kita balikan kayak dulu… aku janji aku gak akan ngulangin kesalahan aku lagi… please aku mohon…' seru Miko dengan wajah memelas
'aku gak bisa… tolong lepasin tangan aku!!' ucap Livy
Livy pun menarik tangannya dari genggaman Miko dan pergi berlalu bersama Tata menuju kantin kampus.
'Liv.. tadi ada yang minta nomer handphone kamu, terus aku kasih… gimana dong?' seru Tata yang baru saja datang dari toilet
'ya ampun Ta, aku kan udah bilang, jangan kasih nomer aku selain ke Tito – anak IT…' ucap Livy sambil asyik menulis beberapa barang keperluannya yang harus dibelinya bulan ini
'berarti aku boleh dong save nomer kamu…?' tiba-tiba saja terdengar suara cowok
'hemm?… iya kok boleh boleh, save aja…' sahut Livy bersemangat
'okey… aku Tito, kamu pasti Livy kan? aku udah lama cari tau nomer handphone kamu dan kebetulan tadi ketemu Tata…'
'oh iya iya, dari Tata ya…' ucap Livy salah tingkah
'ya udah duluan ya… nanti aku telfon…' ucap Tito dan pergi meninggalkan Livy
'iya, telfon aja, boleh kok… Waw!… Tattaaa… ganteng banget…!!!'
'aaaa' hebatkan aku…'
'iya iya.. kamu memang the best…!! Muaacchh…'
'Livyyy… aku gak suka dicium kamuuu…'
'… :) …'
__ADS_1