Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita Pendek (Cerpen)
Bom Waktu


__ADS_3

Kategori: Cerpen Cinta


Judul: Bom Waktu


_________________________


Sepasang kekasih itu hanya terdiam dalam sebuah sedan mewah yang terparkir di depan pelataran gedung pencakar langit di jantung kota Jakarta. Ta ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka, hanya diam membisu dan yang terdengar hanyalah suara radio dari mobil itu.


'kamu mau diam sampai kapan???' Tanya sang wanita yang memberanikan diri untuk membuka percakapan. Namun pria yang berada di sebelahnyapun hanya terdiam.. pucat membisu..


'kalo ga ngomong juga mending aku turun di sini dan naik taksi aja'' lanjut si wanita yang mulai jemu dengan sikap diamnya si pria.


'tunggu'' jawab si pria yang masih memandang lurus kedepan,


'kamu masih yakin dengan hubungan ini???' pertanyaan yang sontak membuat si wanita terbelak kaget dan langsung memandangi si pria yang masih terus memandang lurus kedepan.


'maksudnya apa yah?? Bisa diperjelas???'


'aku' aku bingung, ahhh yasudahlah.. kita makan dulu saja yah' :)' putus si pria yang mencoba mengalihkan pembicaraan' dan si wanita yang enggan memperpanjang topik yang tak berujung itupun lebih memilih diam'


Sedan itupun melaju dengan kecepatan tinggi, melewati tembok-tembok pencakar langit, sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam, begitu pula saat makan malam suasana dingin menyelimuti mereka malam itu. Hubungan yang memang sudah tidak sehat sejak 5 tahun silam' sebuah bom waktu yang terus berputar.. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk meledakannya saja. Perbedaan yang menjulang tinggi, tembok penghalang yang selalu menjadi pembatas dalam hubungan mereka kini semakin membesar.


'aku tau apa yang kamu fikirkan dari tadi, dan itu pula yang aku fikirkan. Aku tau mungkin inilah klimaks dari semuanya,, ada baiknya kita sama-sama berfikir dan mencari jalan yang terbaik untuk hubungan ini.' Ucap sang wanita sambil berusaha menahan airmata.


'kamu jangan tidur malam-malam yah, apapun yang ada di fikiran aku saat ini' kamu harus tau betapa aku sangat mencintaimu, hanya itu yang bisa aku sampaikan malam ini.' Jawab si pria sambil mengecup kening si wanita, dan sang wanitapun turun dari sedan itu tanpa menoleh ke belakang.


Si pria hanya bisa melihat bayang sang wanita yang perlahan mulai menghilang dibalik gelapnya malam. Ia langsung meletakan kepalanya diatas stir mobil dan tanpa disadari cairan bening menetes membasahi pipinya,


'aku tau inilah hal yang selalu kita takutkan dari 5 tahun silam.. dan semua itu harus berakhir dalam hitungan hari' tuhan ku apa yang harus ku lakukan' mengapa kau menciptkan perbedaan jika kau membenci perpisahan???' lirih si pria yang masih meletakan kepalanya diatas stir mobil. Perlahan ia mulai mengangkat kepalanya dan mulai menyalahkan kembali mobil itu dan perlahan sedan mewah itu mulai menghilang di balik kegelapan'


Sementara si wanita menggurung diri dalam kamarnya yang nyaman, lampu kamar sengaja dimatikan alunan music classic mengiringinya malam itu. Airmata terus membanjiri wajah cantiknya,

__ADS_1


'apakah harus sekarang??? Apakah ini saatnya kami harus berpisah???' Tanya si wanita yang hanya melipat lututnya dan membopong wajahnya diatas lutut. Ia mencoba mengulang semua kejadian yang telah ia lewati selama 5 tahun belakangan ini. Mecoba menemukan jawaban atas satu pertanyaan besarnya yang sulit untuk terjawab.


Hari demi haripun berlalu, wajah kedua pasangan itupun masih di penuhi airmata, ta ada komunikasi diantara mereka, dibiarkannya hari-hari mereka belakangan ini dipenuhi dengan kebungkaman satu sama lain. Hanya ada dua jawaban berlanjut atau berhenti' itulah yang mereka fikirkan, bom waktu yang mulai memberikan isyarat untuk meledak' mereka dihadapkan oleh sebuah keputusan yang sulit, hubungan yang berbeda arah, saling berlawanan, sementara desakan dari pihak keluarga yang terus menerus mereka rasakan juga umur mereka yang kian bertambah setiap tahunnya, semua ini harus di akhiri.. itulah yang mereka fikirkan, namun apakah semudah itu???


Tibalah hari dimana sebuah keputusan harus diambil, sore itu langit di Jakarta sangat gelap, padahal jam masih menunjukan pukul 5 sore. Mobil sedan itu sudah menunggu di depan pelataran parkir di salah satu gedung pencakar langit.


Wanita itu berjalan sambil tertunduk menuju mobil sedan itu, wajahnya sudah terlihat pucat, sementara si pria hanya menunggu dalam mobil dengan mata yang terus menatap sang wanita yang sedang berjalan ke arahnya.


'hai.. gimana kabar kamu??' sapa si pria ketika melihat sang wanita masuk kedalam mobil.


'baik, kamu gimana?'


'baik, kamu sakit???'


'aku ga apa-apa,,' jawab si wanita yang berpura-pura tersenyum menahan perih di hatinya.


Sedan itupun mulai berjalan' mengikuti kemacetan kota Jakarta di jam sibuk itu. Mereka hanya diam membisu seperti biasa hanya suara radiolah yang terdengar dari mobil itu. Tiba-tiba pembawa radio membicarakan suatu hal yang membuat keduanya sedikit tercengang kaget


Sepasang kekasih itupun langsung bertatapan, hati yang berusaha di tentramkan semakin tak karuan' Wanita itupun tak kuasa untuk menahan airmatanya,ia mulai tertunduk dan cairan bening itupun mulai turun membasahi pipinya. Lagu yang penuh dengan kenangan mereka, dengan rasa yang bercampur aduk Si pria segera menambah kecepatan mobilnya untuk segera sampai di tempat tujuan. Ia mencoba menenangkan hati sang wanita dengan mengenggam tangannya.


Tepat di tempat mereka mengucapkan janji untuk saling melengkapi, saling bersedia menjalani hubungan berbeda keyakinan. Sedan itu mulai menepi dan berhenti, jalanan itu sepi' hanya beberapa kendaraan yang kadang melintasi kawasan itu. Hamparan lampu terlihat jelas dari sana, bukit bintang' nama yang mereka berikan untuk tempat tersebut. Bukan restoran/caf', atau tempat nongkrong yang lainnya.. itu hanyalah sebuah bukit kecil di daerah bogor yang tak sengaja mereka temukan 5 tahun silam, dari atas sana mereka bisa melihat hamparan bintang dan lampu-lampu di kota bogor' merekapun terdiam sejenak' hingga sang wanita mulai memecahkan kesunyian.


'apa yang harus aku lakukan saat ini?'Tanya sang wanita


'kamu hanya perlu mengikuti kata hatimu..' jawab sang pria sambil meraih tanggan pasangannya.


'aku mencintaimu, namun aku lebih mencintai agamaku' aku tak mungkin menyandingkan kau dengan agamaku' kenapa harus seperti ini??? Mengapa semuanya tak semudah seperti yang dulu kita bayangkan??? Kenapa harus kita?? Apa sallah kita??'sambung sang wanita yang sudah tak sanggup lagi menahan airmatanya.


'aku tau itu, akupun merasakan hal yang sama seperti apa yang kamu rasakan, akupun tak mengerti harus seperti apa' aku ta bisa jauh darimu.. setelah 5 tahun kita bersama, setelah semua yang kita sudah lewati, apakah harus berakhir seperti ini??…'


'cukup' semua ini harus berakhir.. harus ada yang mengakhirinya.. akupun tau bagaimana tersiksanya, tapi apakah kalau kita paksakan semuanya bisa lebih baik???' potong sang wanita

__ADS_1


'izinkan aku ikut dengan mu'' jawab sang pria'


Sontak saja sang wanita kaget' dan memaksanya untuk langsung bertatapan langsung dengan sang pria' keadaan sunyi sejenak' sudah tak ada lagi suara radio hanya ada suara kendaraan yang sesekali lewat kawasan itu.


'' apa katamu???' ucap sang wanita..


'izinkan aku untuk ikut di jalanmu.. aku tak ingin kehilangan kamu..' ucap si pria sambil meraih tangan wanita itu. Namun sang wanita langsung melepaskan tanggannya.. dan menghembuskan nafas panjang'.


'kamu ingin mengikuti jalanku karena kecintaanmu yang terlalu besar pada aku Makhluk ALLAh yang bernyawa, bukan karena kecintaanmu pada agamaku' apakah kau tidak malu pada dirimu sendiri?? Tuhanmu saja bisa kau khianati.. banyak kemungkinan aku yang hanya manusia biasapun bisa kau khianati.. dan aku tak ingin menikah dengan seorang pengkhianat''


Pria itu tertunduk pasrah.. ia mencerna kata demi kata yang wanita itu ucapkan'


'aku senang jika kau ingin berjalan berdampingan denganku, namun aku ingin semua itu karena kecintaanmu pada penciptaku, bukan karena kecintaanmu terhadap aku'' sambung sang wanita..


'aku hanya ingin bersamamu'' jawab sang pria'


'kalau itu jawabanmu.. aku sudah punya jawaban tersendiri yang terbaik untuk kita berdua' '


'apa itu??' Tanya si pria pasrah.


'kita akhiri saja hubungan ini.. lebih baik kita berjalan di jalan masing-masing' dan menjalin hubungan sebagai teman baik' jawab sang wanita yang berusaha sekuat tenaga saat mengucapkan kata-kata itu.


'itukah keputusanmu?? Apakah kau tak tau betapa menderitanya aku beberapa hari ini??'


'kau kira aku tidak??? Apa kau pikir aku senang dengan keputusan yang ku ambil?? Apa kau pikir aku puas?? Aku bahagia??? Tidakkk'. Kau lihat aku.. hancuuurr' semua yang ku kira bisa kita lewati semuanya''. Tapi apa?? Sampai detik ini belum ada jalan keluarnya'. Semua ini masih abu-abu.. kau lihatlah usiaku' dan berapa usiamu' keluarga kita yang saling bertolak belakang' semua ini membuat aku semakin pusing' dan sekarang kau bertanya tentang penderitaanmu???'


'apa ga ada cara lain?? Aku mohon jangan pergi dari hidupku, semua ini pasti akan ada jalan keluarnya, tapi aku mohon, jgn sekarang..' jawab si pria sambil memeluk tubuh si wanita dengan penuh harapan, dekapan yang semakin lama semakin kencang.


'cukup.. cukup'.' Balas sang wanita yang mulai mengeluarkan airmatanya untuk kesekian kali' 'kita akan terbiasa jika mulai sekarang kita biasakan,' si wanita mulai melepaskan pelukannya' dan menghapus airmatanya. ' kamu janji yah sama aku' siapapun kelak yang akan mengantikan posisi aku dihati dan hidupmu, orang itu harus lebih baik dari aku, dan carilah yang sejalan dengan hidupmu dan keluargamu, jadikanlah kisah kita ini sebagai sebuah dongeng classic yang abadi' kau sebagai pangerannya dan aku putrinya' ? demi hidup kita' demi keluarga kita.. demi masa depan kita' semua ini akan lebih mudah jika kita berusaha bersama-sama' bantu aku, bantu aku'' sambung sang wanita sambil mengegenggam tangan si pria.


'aku cinta kamu'' di daratkannya kecupan manis namun penuh airmata itu di bibir sang wanita. Jemari mereka saling beradu' dan tubuh mereka saling berdekapan' untuk yang terakhir dalam perjalanan kisah mereka' sebuah bom waktu yang sudah meledak' setelah 5 tahun menanti' dan inilah akhir dari semuanya..

__ADS_1


Tembok itu terlalu tinggi untuk kita lewati berdua, lingkaran itu harus segera di hapus agar ta ada orang lain yang terluka,maafkan aku yang telah membawa mu masuk kedalam lingkaran itu. Aku mencintaimu melebihi hidupku, namun mungkin jika kau menjadi miliku seutuhnya kebahagiaanmu tak akan abadi, karena aku ta bisa menjadi imam yang baik seperti yang kau inginkan.. ku biarkan kau pergi dari hidupku. Aku akan terus mencintaimu sampai aku tak bisa lagi mencintaimu, namamu sudah terukir dalam hatiku, menjadikan sebuah luka indah yang ta akan pernah ku obati selamanya' demi hidupmu, hidupku, dan kebahagiaan kita'


__ADS_2