
Kategori: Cerpen Horor Hantu
Judul: Rahasia Kotak Biru
_________________________
'aku ke toilet dulu ya, kalian tunggu disini' ujar ku kepada Ade dan Widya sambil terburu buru ke toilet sekolah yang letaknya tak jauh dari ruang kelas ku.
Sesampainya di toilet aku melihat kotak berwarna biru yang terletak di bibir bak yang air nya tak penuh lagi, 'kotak apa itu?' kata ku dalam hati sambil memperhatikan kotak itu dengan seksama, 'heeemm bagus juga ni kotak, tapi punya siapa? Ah sudah lah mending aku bawa saja ke kelas dan ku tanyakan pada Ade siapa tahu dia pernah liat kotak ini' pikir ku.
Kupegang kotak biru itu sambil berjalan menuju ruang kelas tapi entah mengapa medadak ada yang aneh dengan suasana di sekeling ku, suasana yang biasanya ramai kini tiba tiba sunyi dan sepi, dan sesampainya aku di kelas sejauh aku melihat tak ada seorang pun kecuali perempuan cantik yang duduk di sudut belakang, 'kemana teman teman ku kemana Ade, Widya kemana semua orang? Dan siapa dia' begitu banyak pertanyaan yang muncul dalam otak ku.
'hei Salma' sapa Yuni dengan memukul ku dan menyadarkan ku bahwa aku masih berdiri di depan pintu toilet sambil memegang kotak biru 'woy ngapain kamu disini, pake ngelamun segala' Tanya yuni dengan wajah heran.
'e.. a. anu gak apa apa' jawab ku bingung.
'kamu kenapa Salma? Sakit?' Tanya Yuni sambil memegang kening ku.
'ah engak kok, aku ke kelas duluan ya' ujar ku bergegas ke kelas.
Jadi tadi aku masih di depan toilet, terus yang jalan ke ruang kelas tadi siapa?, Roh aku?. Dan perempuan yang di kelas tadi siapa? Apa ini Cuma ilusi? Tiba tiba pertanyaan pertanyaan yang tak ku tahu jawabannya itu muncul begitu saja di otak ku.
Sesampainya aku di ruang kelas aku langsung duduk si samping Ade, dengan wajah bingung.
'eh kenapa kok keliatan bingung gitu?' tanya Ade sambil keheranan melihat ekspresi wajah ku.
'itu apa?' Widya menunjuk kotak biru yang aku bawa. Namun aku masih diam terpaku dengan sekelumit pertanyaan yang muncul di otak ku.
__ADS_1
'Mon, Mon' pangil Ade dengan menggoyang goyangkan badan ku.
'ah.. apa si, sakit tau' gerutu ku pada mereka.
'abis kamu si ditanya kenapa malah bengong, bukan nya jawab'
'iya kayak orang kesambet tau gak' tambah widya
'idih siapa juga yang kesambet'
'kalo gak kesambet, terus apa dateng dateng langsung diem terus ditanya gak jawab'
'kalo aku kesambet udah nyekek kalian kali, haha.'
'iy tu bener, de udah mati kita dicekik nenek gerondong ini. eh itu kotak apaan si Mon?' tanya Widya penasaran
'terus kenapa kamu ambil tuh kotak, ntar yang punya nyariin'
'abis kotaknya bagus si jadi aku ambil heehhee..' jawab ku nyengir.
'huu dasar tar kalo yang punya nyari baru tau kamu' kata Ade.
'tet.t…t..**..' bunyi bel tanda istirahat usai, kami pun kembali ke tempat duduk masing-masing dan menunggu jam pelajaran selanjutnya. Tapi aku masih bingung dengan apa yang baru aku alami beberapa menit yang lalu, apa itu semua, apa sekedar hayalan ku saja tapi kalau hayalan mengapa gadis tadi nyata, ah sudah lah mungkin aku hanya lelah karena olah raga tadi.
Tak terasa bel pulang sekolah sudah berbunyi, aku dan yang lain merapikan buku yang di meja dan bersiap siap pulang. Tidak seperti biasanya hari ini aku pulang sendirian, tidak bersama Ade karena ia hendak pergi bersama Widya, 'yah terpaksa naik angkot sendiri' kata ku sambil memegang kotak biru yang ku temukan tadi. Saat aku hendak naik angkot tiba tiba perempuan cantik yang aku lihat dalam ilusi ku itu ada di dalamnya duduk paling pojok dengan rambut yang tergerai menutupi sebagian matanya dan wajahnya masih seperti tadi Nampak pucat seperti mayat hidup. Seketika detak jantungku berdetak semakin kencang. 'woi cepet dikit naiknya lelet amat si bukan situ aja yang mau naik tapi kita juga', suara teriakan penumpang yang hendak naik memecahkan pandangan ku terhadap perempuan tadi. Aku langsung naik dan duduk di kursi dan kulihat lagi perempuan itu tak ada di pojok kursi di dalam angkot. 'kemana perempuan itu?' kata ku dalam hati. 'apa ini ilusi lagi' tanya ku.
Sepanjang perjalanan aku hanya melamun memikirkan kejadian aneh yang ku alami hari ini. Entah ini nyata atau tidak yang ada di otak ku sekarang adalah siapa perempuan itu, mengapa setiap kejadian aneh dia selalu ada, siapa dia?
__ADS_1
Entah apa yang terjadi pada ku hari ini aku pergi sekolah pagi pagi sekali tidak seperti biasa nya yang selalu pergi jika matahari telah bersinar terang. 'kayaknya kepagian ni aku datengnya' kata ku sambil melewati koridor sekolah yang masih sepi dan terasa dingin. 'heegeeeheehsss' suara tangis dari arah sudut ruang kelas XII ipa 2, langsung aku terdiam seingat ku tak ada seorang pun di kelas itu saat aku melewatinya tadi, lalu siapa yang menangis. Kurasakan bulu kuduk ku berdiri dan ketakutan menerpa badan ini ingin rasanya aku lari tapi entah mengapa aku hanya bisa berdiri kaku di balik pintu di depan kelas itu. Selang lima menit tangisan itu berhenti dan tubuh ku bisa digerakkan lagi. aku takut dengan apa yang terjadi tapi ku coba beranikan diri untuk melihat siapa yang menangis, saat aku lihat suasana kelas itu masih sama dengan yang aku lewati beberapa menit yang lalu sepi belum ada satu orang pun di sana. 'oh tuhan jadi siapa yang menangis tadi?' badan ku terasa lemas dan aku terduduk di lantai ruang kelas. 'Salma' pangil Yuni yang baru datang dan melihat ku tertunduk lemas 'kok kamu di sini bukan ke kelas mu, loh kamu pucat, kamu sakit ya?' tanya yuni penuh kecemasan.
'ah engak kok Yun, aku baik baik aja, iya ya aku salah masuk kelas ni kayak nya' jawab ku nyengir
'hahha.. dasar aneh, eh tumben dateng pagi biasa nya telat mulu' ledek Yuni
'hehehe iy ni, alarm pagi ini jitu bisa buat aku bangun pagi' ujar ku sambil berdiri 'aku ke kelas dulu ya, dadah'
Aku berjalan ke kelas Yuni hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan ku hari ini, sampainya di kelas ternyata sudah ada yang datang dan dia pun heran melihat ku hari ini datang sepagi ini.
Namun aku hanya mengacuhkannya aku masih takut akan kejadian yang ku alami barusan, sungguh aneh kenapa kejadain ini berlanjut terus, pertama kotak yang ku temukan di toilet ke dua ilusi yang nyata itu dan ke tiga tangisan wanita tadi, apa mungkin ini semua berhubungan?, tapi setiap kejadian aneh itu muncul kenapa perempuan itu selalu ada, siapa dia?, apa maunya?, 'woi, pagi pagi udah ngelamun' bentak Ade memecahkan lamunanku
'buset kaget tau, ampir copot ni jantung' jawabku kaget
'hhaha.. kamu si aneh pagi pagi ngelamun, lagian tumben dateng pagi?' tanyanya
'eh aturan kamu tu bersyukur aku dateng pagi jadi kamu bisa liat kecantikan aku pagi pagi ahhaha' canda ku
'ih PD amat si jadi manusia' ujarnya ilfil
'De aku mau cerita sesuatu' ujar ku serius
'cerita apa si?, serius amat'
Aku pun menceritakan hal yang ku alami beberapa hari ini, namun Ade hanya tertawa mendengar cerita dari ku, Ade malah bilang kalau aku ini paranoid. Tapi masa si kejaadian yang terjadi ini hanya ketakutan ku saja, jika ini ketakutan ku semata kenapa perempuan itu selalu hadir dalam setiap ilusi ini.
FOLLOW IG AKU
__ADS_1
@fidelria_10