Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita Pendek (Cerpen)
Cinta Gadis Kutu Buku


__ADS_3

Kategori: Cerpen Cinta Islamia


_________________________


Sebut saja namanya 'Mala' gadis yang gemar membaca buku, setiap istirahat pasti kegiatan rutinnya adalah pergi ke masjid – perpustakaan – kantin, karena selain suka baca buku dia juga tergolong anak yang rajin ibadah, nah dia ini sohibnya si Rani, si Rani dulunya malas tapi karena selalu bersama Mala sekarang dia menjadi rajin. Mala termasuk anggota Rohis juga walaupun dia dijuluki sebagai Si kutu buku tapi dia tetap gaul kok (gaulnya juga sama orang yang baik-baik tentunya), kalau sudah kenal pasti anaknmya bikin seru deh.


'Mala, sini deh menurut kamu buku ini bagus gak?' Tanya Rani, Mala pun lalu menghampiri Rani 'Iya bagus, menarik lagi' jawab Mala sambil mengamati sebuah buku milik perpustakaan sekolahnya 'oke, aku pinjam buku ini saja' ucap Rani 'ya sudah' balas Mala


Sesudah dari perpustakaan mereka berdua pergi ke masjid untuk diam sejenak 'Mala kamu pernah pacaran?' tanya Rani 'Pe..r..nah' jawab Mala 'Hah? aku gak nyangka banget, seorang Mala pernah pacaran' balas Rani kaget 'E..eh tapi aku gak cinta sama orang itu, lagi pula itu kan dulu' jelas Mala 'kalo gak cinta kenapa pacaran?' tanya Rani lagi 'aku kasih dia syarat Ran' jawab Mala 'Pacar Bersyarat niyeh' ucap Rani santai 'Iya, biar dia gak bandel tapi pas pacaran dia gak ada perubahan, lagi pula pacarannya cuman 1 minggu' Jelas Mala 'Iya La, tapi Alhamdulillah walaupun gini-gini aku belum pernah pacaran' ucap Rani 'Syukur deh, dan lagi pula waktu itu aku belum tau, kalo pacaran itu gak ada dalam islam hehe' Mala mengelak 'hm, iya ia' Rani hanya manggut-manggut saja.

__ADS_1


Allahu akbar Allahu akbar adzan sedang berkumandang, segera Mala, Rani dan siswa-siswi yang lain pun bergegas mengambil air wudu, karena saking buru-buru akibatnya Mala bertabrakan dengan seorang laki-laki 'Aduh afwan gak sengaja' ucap Mala 'iya gak apa, Afwan ana kurang hati-hati' balas laki-laki itu, seketika mata mereka pun berpandangan 'Astagfirullah Mala' batin Mala, segera Mala pun memalingkan pandangannya begitupun dengan laki-laki itu dia melakukan hal yang sama seperti Mala 'Afwan ana harus pergi' ucap Mala meninggalkan laki-laki itu, Mala tak henti-hentinya mengucapkan istigfar karena kejadian itu, Mala tidak bisa khusyu shalatnya.


Tatapan laki-laki itu membuat Mala kagum, pertemuan pertama mereka karena sebelumnya Mala belum pernah bertemu dengan laki-laki itu, Sikap Laki-laki itu yang membuat Mala terpukau, tutur kata nya yang sopan 'Astagfirullah Mala, Ya Allah jaga perasaan ini' Batin Mala.


'Jatuh Cinta itu wajar, asal tidak diumbar' ucap Aji sang ketua rohis, tiba-tiba Mala teringat lagi dengan laki-laki itu sepertinya Laki-laki itu sudah mencuci otak Mala tapi tidak lama, Mala tersadarkan karena Laki-laki itu adalah anggota rohis yang baru, perasaan Mala tidak menentu saat itu. 'Assalamu'alaikum, Afwan telat' ucap Laki-laki itu 'wa'alaikumslaam iya tidak apa-apa Akhi Fatir' jawab Ketua rohis dan anggota rohis yang lain. 'Kok mereka kenal dia sih Ran' ucap Mala pelan kepada Rani 'Iya, kamu kan waktu itu ada halangan jadi, kamu absen rohis dulu kan, nah pas kamu halangan Akhi Fatir menjadi anggota baru Rohis' jelas Rani 'oh gitu'.


Hari demi hari, perasaan Mala kepada Fatir semakin memuncak rasa Kagum, menjadi suka, menjadi sayang, dan akhirnya cinta, Mala hanya memendam rasa nya itu karena dia hanya ingin menahan nafsunya saja dan tetap istiqomah. 'ayo Mala lupakan orang itu' tetapi tetap saja senyum indah yang menghias di wajah Fatir tak bisa Mala lupa 'tetap saja senyumnya itu yang gak bisa aku lupa, Ya Allah'.


Di ambang pintu kelas nya, Mala melihat Fatir sedang berbincang-bincang dengan ketua rohis 'Hayoo, lagi liatin siapa?' celetuk Rani pada Mala 'Eh enggak kok' jawab Mala 'Jangan bohong, bohong dosa lho' ucap Rani 'gimana ini' batin Mala 'Itu anggota baru rohis udah cepet akrab aja sama ketus rohis' ucap Mala 'oh, ya bagus dong memperkuat tali silaturahmi' jawab Rani 'Iya Rani iya' balas Mala.

__ADS_1


Bel istirahat pun berbunyi siswa-siswi keluar dari kelasnya ada yang pergi ke kantin, masjid, perpustakaan, dan ke taman untuk menikmati suasana yang sejuk di sana, Mala dan Rani pergi ke masjid karena untuk melaksanakan shalat duha.


Mala dan Rani sedang duduk santai di teras masjid 'Mala aku sebenarnya pengen jujur sama kamu' ucap Rani 'jujur apa ran?' tanya Mala 'tapi kamu janji ya gak akan bilang-bilang sama yang lain?' Rani memberikan persyaratan kepada Mala 'Iya aku janji, jadi yang tahu Allah, aku, kamu dan teras masjid ini ya hhehe' ucap Mala tertawa kecil 'iya iya, sebenarnya aku, aku jatuh cinta sama Fatir Mala..' Ucap Rani Parau


Glek, hati Mala bagai disambar petir ternyata sahabatnya itu juga mencintai Fatir 'Mala tapi aku janji, aku gak akan pacaran, dan aku gak mau ke istiqomahan aku gugur seketika' ucap Rani dengan nada melemah 'Rani jatuh cinta itu fitrah, tetapi kita harus menjaga kesucian cinta itu, jatuh cinta itu wajar asal tidak terumbar' Tegas Mala 'iya Mala aku tahu akan itu, tolong bantu aku untuk tetap istiqomah ya' ucap Rani 'Iya, Insya Allah' jawab Mala


Setelah itu lalu keduanya pergi ke perpustakaan sekedar untuk menambah ilmu dan rekreasi dengan buku-buku yang penuh manfaat, keduanya saling bertukar pikiran dan beberapa teman mereka pun ikut bergabung sungguh suatu keindahan jika saling barbagi ilmu bersama.


Pulang sekolah Mala biasa melalui jalan setapak untuk sampai ke rumahnya, tiba-tiba Fatir menegur Mala 'Assalamu'alaikum' ucap Fatir 'Wa'alaikumsalam, ada apa ya?' tanya Mala 'Enggak kok cuman ingin tegur sapa saja' jawab Fatir 'oh begitu, tapi maaf ana buru-buru' ucap Mala 'oh ya sudah tidak apa-apa, afwan mengganggu waktunya' jawab Fatir 'iya Wassalamu'alaikum' ucap Mala 'Wa'alaikumsalam' jawab Fatir

__ADS_1


'Ya Allah, jujur aku semakin cinta kepada Fatir, tapi aku mohon jangan buat cinta aku kepada Fatir melebihi cinta ku padamu, Ya Allah kenapa Aku dan Rani harus mencintai orang yang sama ya Allah aku janji akan menjaga kesucian cinta ini' tulisan Mala dalam diary nya, dipandanginya kasur berwarna hijau tua itu rasanya dia kangen sekali dengan kasur karena seharian ini agenda nya penuh segera dia membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya dan berhasil dia pun tertidur pulas.


Waktu terus berlalu Perasaan cinta Mala kepada Fatir terus bertambah, Mala tidak mungkin mengutarakannya pada Fatir, Mala si gadis kutu buku itu kini hanya mencintai Fatir dalam diamnya dan akan berusaha mengubur rasa yang kian hari kian bertambah itu.


__ADS_2