
Kategori: Cerpen Cinta
Judul: Cintaku Semanis Coklat (Part 2)
_________________________
Aku pun diajak satpam itu masuk ke dalam rumah itu, betapa kagumnya aku saat melihat isi ruangan rumah itu, mataku silau akan sinar yang terpancar dari permata-permata, emas, berlian dan perak yang indah mengiasi ruangan itu. Tapi lebih terkejutnya lagi ketika aku melihat Aldi yang sedang duduk santai di pinggiran kolam renang yang cukup luas dari kamarku dengan dihiasi indahnya warna-warni bunga yang bermekaran, aku pun pergi menghampirinya. 'Aldi, lo ngapain disini?' tanyaku penasaran. 'seharusnya gue kali yang nanya ke lo, ngapain lo di rumah gue?' jawabnya. Aku pun menelan ludah seakan-akan tak percaya akan semuanya. 'jadi Aldi anak konglomerat, gak pantas jika aku nanti bersanding dengannya! Apa an sih gue ini berharap yang ketinggian, jatuh kan akhirnya sakit juga' batinku. 'hei kok bengong' kata Aldi. 'eh enggak, oh iya Ibu Sinta ada? Ini coklat pesanannya' kataku gugup. 'oh itu ibuku, ibu ada di kamar' jawabnya. Namun lebih terkejutnya lagi saat Angel tiba-tiba datang ke rumah Aldi 'siang my prince.. eh ada anak penjual coklat keliling! Ngapain lo disini, gak pantes kali lo ada disini' kata Angel sambil merangkul tangan Aldi, aku yang tak kuat melihatnya langsung berpamitan pergi. 'oh iya, maaf menggangu kalian! Aku emang gak pantes disini, ya udah di ini coklatnya.. bilang ke Ibu Sinta bayarnya besok juga gak apa-apa, aku pergi dulu ya' kataku lemas sambil menahan air mata. 'aku emang gak pantes disini, aku hanyalah anak penjual coklat keliling! Tuh kan benar, kalau berharap yang ketinggian terus jatuh kan sakit banget rasanya. Jadi Angel itu pacarnya Aldi?' batinku.
__ADS_1
Sesampainya dirumah aku pun langsung trabas ke kamar dan menutup pintu kamarku dengan kencang hingga membuat keluargaku merasa bingung dengan sikapku. Aku yang sudah tidak bisa lagi menahan air mata, dengan cepatnya air mataku turun dengan derasnya. Seiring dengan sakit yang kurasakan hingga meneteskan air mata, hujan pun ikut memeriahkannya. Tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya, aku pun melihat ke arah jendela memandangi betapa sama nasibnya bunga putri malu itu yang kesakitan dan kedinginan dan akhirnya mengucup akibat terkena air hujan begitu pun dengan aku yang benar-benar sakit hati ini hingga tak kuat menahannya aku pun menutupkan mataku hingga terjatuhlah air mataku. 'Ketika jatuh cinta, semua orang bisa melukai atau terlukai. Namun semua orang akan berusaha tuk tetap bersama. Itu keajaiban cinta! Tapi buat apa aku mengharapkannya lagi, mungkin aku suka sama dia tapi dia tak pernah mencintaiku justru dia mencintai Angel. Ya, karena aku mungkin tak secantik Angel, tak sekaya Angel, tak seberuntung Angel yang bisa memilikimu Aldi, tapi aku berharap bisa menjadi Angel hatimu. Namun ternyata semua yang kuimpikan hanyalah sebuah khayalan semata. Buat apa aku harus menangisimu jika kamu tak pernah bersedih saat aku dekat dengan cowok yang lain, buat apa aku harus cemburu sama kamu jika kamu tak pernah cemburu sama aku, buat apa aku harus mencintaimu jika kamu tak sedikit pun mencintaiku..' Kataku sambil menangis sambil terus memandangi hujan yang terus turun dengan derasnya seperti air mataku yang tak kunjung berhenti.
Keesokan paginya, aku terlihat tak bersemangat lagi tak ada senyum pagi ini, tak ada ketawa-ketiwi pagi ini. Ini lah yang dirasakan oleh sahabat-sahabatku mereka merasa penasaran, sebenarnya apa yang telah membuat sahabatnya jadi begini, tak seperti biasanya Vio yang orangnya periang akhir-akhir ini berubah menjadi pendiam, Vio yang dulu juga berprestasi di kelas kini nilainya menurun drastis, sampai-sampai pernah kedua orangtua Vio dipanggil ke sekolah akibat menurunnya prestasi Vio, yang dulu juga Vio rajin sekali masuk eskul basket olahraga favoritnya kini ia selalu absen. Sahabat-sahabatnya yang merasa sedih melihat keadaan Vio yang sekarang, mereka berusaha untuk membantu Vio kembali menjadi Vio yang dulu. Hingga suata hari ke tiga sahabatnya itu mengajak Vio ke suatu tempat. 'ih, mau kemana sih? Aku males pergi-pergi tau gak?' kata Vio cemberut. 'udah ikut aja' kata Indah sambil terus memegang tangan Vio. 'eh, tunggu deh! Kayak ada yang lupa, tapi apa ya?' kata Karin sambil berfikir. 'oh, iya gue lupa ngasih tau kalian kalau hari ini sopir gue gak bisa jemput, karena mobil nyokap lagi dipake' lanjut Karin. 'terus gimana dong, kalau lo bel bisa gak?' kata Indah. 'mobil nyokap gue juga lagi dipake' kata Bela. 'ya udah kalian tunggu dulu ya' kata Karin. 'ojek..' lanjut Karin. 'iya dek, ada apa?' kata Tukang Ojek. 'anterin kami berempat bang' jawab Karin. 'kalau berempat kayaknya gak cukup, nanti nganterinnya bolak-balik ya! Emang adek-adek ini mau kemana?' kata Tukang Ojek. 'emang ongkosnya berapa bang?' kata Karin. 'jauh dekat 2000 dek' jawab Tukang Ojek. 'beneran bang?' kata Karin. 'beneran dek' jawab Tukang Ojek. 'ya udah kalau gitu anterin kami berempat ke korea ya bang' kata Karin dengan polosnya. Mendengar perkataan Karin, tukang ojek itu pun akhirnya tanpa ragunya menyalakan mesin dan dengan sekencang kilat tukang ojek itu pun pergi meninggalkan mereka. 'yah kok kabur sih abangnya' kata Karin. 'hahaha.. karin-karin' semuanya pun menertawakan tingkah laku Karin. Tak disangka ternyata akhirnya Vio tertawa juga Bela, Indah, Karin merasa senang bisa melihat sahabatnya Vio tertawa kembali. 'nah gitu dong ketawa, senyum' kata Indah. 'makasih ya, kalian emang sahabat-sahabat aku yang paling baik di dunia, hahaha… dasar Karin-karin' kata Vio sambil memainkan poni Karin.
Sehabis pergi bersama sahabat-sahabatnya Vio pun kembali menulis kembali tentang perasaannya. 'Dear Diary. Setiap manusia memang butuh cinta tanpa cinta manusia bagai seorang boneka yang hidup tapi mati, namun dibalik itu semua ternyata setiap manusia lebih membutuhkan SAHABAT tak ada sahabat tak ada yang namanya ketawa, menangis, tersenyum adanya sahabat membuat hidup lebih hidup lagi. Tapi aku juga tidak mau hidup tanpa cinta, cinta memang terkadang menyakitkan, namun itu jauh lebih baik daripada hidup tanpa cinta sama sekali. Dan aku juga tidak mau hidup tanpa seorang SAHABAT, intinya hidup itu punya tujuan gak ada tujuan gak ada hidup. Setiap manusia membutuhkan CINTA dan juga SAHABAT. Sahabat sejati memberikan waktu disaat tawa hadir, ataupun dikala air mata mengalir. Begitupun dengan cinta, cinta itu seperti angin, kamu tidak dapat melihatnya tetapi dapat merasakannya.'
Waktunya pulang, kecuali kelas X9 dan XI9 karena mereka yang kebagian tugas untuk upacara senin besok. Aku bersama sahabatku asik sedang latihan suara sebelum akhirnya nanti bareng-bareng latihan menyanyikan lagu Indonesia raya. Saat yang lain sedang asik berlatih aku pergi ke kelasku untuk mengambil tas di mejaku, betapa kagetnya aku ketika aku melihat sepucuk surat berwarna biru muda berada di atas mejaku. Perlahan-lahan aku membuka surat itu dan membawanya, terkejut aku ketika aku tau bahwa isi surat itu berupa kata-kata pujian tapi disitu hanya ada tanda tangan pengirimnya saja, tidak ada keterangan siapa nama pengirimnya, dan disitu tertuang kata 'aku sedang asik berlatih vokal dengan tarian yang aneh' kata-kata itu membuatku kaget. 'berarti orang yang mengirim surat ini, sedang ada di ruang musik! Berlatih vokal bersama denganku, tapi kira-kira siapa?' kataku semakin penasaran. Karena penasaran aku pun buru-buru pergi ke ruang musik untuk mencari orangnya, tak disangka ternyata orangnya adalah 'Kevin..? Apa? Jadi dia yang ngirim surat ini, jadi dia suka sama aku? Aku juga ngerasa begitu soalnya dimanapun aku pasti selalu ada dia! Di kantin, di perpus, dia juga ikut eskul basket dan sekarang dia persis sama yang dikatain surat ini (aku sedang asik berlatih vokal dengan tarian yang aneh) dia sekarang lagi nari-nari aneh sambil latihan vocal, dari nari ala Caesar, gangnam style, iwak peyek! Padahal aku berharap kalau surat ini Aldi yang ngirim' batinku.
__ADS_1
Disaat aku sedang melamun, tiba-tiba saja Aldi datang menghampiriku. 'hai Vio' katanya. Aku pun menjawabnya sambil tersenyum 'hai juga di'. 'eh.. lho gak ada kerjaan kan? Lho mau gak duet sama gue? Aku yang main piano, kamu yang nyanyi' kata Aldi. 'tapi suaraku jelek' jawabku. 'gak apa-apa' katanya. 'ok' jawabku. Akhirnya kami pun memulai duet, aku menyanyikan lagu Blink ' OMG.
Semua yang ada diruang musik semua mata memandangi aku dan Aldi. Kecuali Angel, Pita dan Maurin yang justru malah jutek ketika melihat aku dengan Aldi. Tiba-tiba saja genk Angel menghampiri kami berdua 'Aldi ke taman yuk disini gerah deh.. ayo' kata Angel sambil merangkul tangan Aldi. Akhirnya mereka pergi entah kemana, aku hanya bisa pasrah saja! Mungkin ini yang terbaik.
'kamu ini kenapa sih di tadi pake acara duet-duetan sama anak kamseupay itu' kata Angel. 'terserah gue dong, udah ya gue cape tau gak!' melepaskan rangkulan Angel. 'tapi kan di aku tuh cemburu tau' kata Angel sambil menyenderkan kepala di bahu Aldi. Tak sengaja Vio yang sedang lewat melihat Aldi dan Angel yang begitu mesranya seperti orang berpacaran 'kenapa gue marah, kan emang seharusnya begitu! Lagian mereka berdua kan berpacaran' kataku agak cemburu dan aku memutuskan untuk tak usah melihatnya. 'di emang lo gak ngerasain apa?' kata Angel. 'ngerasain apa?' jawab Aldi. 'kalau ada orang yang sangat mencintai kamu' kata Angel. 'gue juga ngerasa gitu' jawab Aldi. 'dia lagi dekat kamu di, dia sangat menyayangi kamu' kata Angel. 'oh..aku juga sayang kok' jawab Aldi. 'beneran di' kata Angel sangat pedenya. 'iya sayang, karena kamu itu udah aku anggap kakak aku sendiri' jawab Aldi dan ia pun langsung pergi ke ruang musik.
Di samping itu Aldi melihat Vio yang sedang duduk sendirian dan ia pun pergi menghampiri Vio 'ehem.. sendiri aja' kata Aldi, namun Vio tak memperdulikan omongan Aldi. Vio pergi meninggalkan Aldi sendiri disitu dan memutuskan untuk pulang duluan. Namun saat aku sudah berada di depan rumah tiba-tiba saja Aldi datang menghampiriku dan langsung memelukku, aku ngerasa semua ini hanyalah sebuah mimpi namun saat ku tampar pipiku ternyata semuanya bukan mimpi. Aku pun melepaskan pelukan Aldi 'kamu kenapa sih tadi ngehindar dari aku? Kamu tau gak sih, sakit hati ini waktu kamu mencoba menghindar dari aku' kata Aldi. 'aku hanya gak mau jadi perusak hubungan kamu sama Angel, aku takut hubungan kalian rusak cuma gara-gara aku' jawabku sambil menahan air mata. Tiba-tiba saja Aldi menarik tanganku dan membawaku ke suatu tempat, tempat yang tak jauh dari rumahku. 'sekarang aku mau jujur sama kamu aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu, aku mau kamu jadi pacar aku! Kamu mau gak jadi pacar aku?' kata Aldi berteriak dengan keras hingga membuat semua orang yang ada di sekitar kami mendengar percakapan kami, kata-kata yang barusan keluar dari mulut Aldi itu membuat aku serasa terbang ke langit tujuh menembus cakrawala. 'bukannya kamu pacaran sama Angel?' kataku. 'siapa yang bilang? Aku gak ada hubungan apa-apa sama dia, malah aku nganggep dia sebagai kakakku sendiri' jawabnya. 'tapi kalian dekat banget, kayak orang pacaran' kataku. 'aku dekat sama dia karena ibuku sama ibunya itu sahabatan waktu dulu, emang salah kalau aku dekat sama anak sahabat ibuku' jawab Aldi. 'tapi kenapa kalian mesra banget?' kataku yang semakin dihantuin rasa penasaran, seperti pewawancara yang sedang mewawancarai narasumber. 'itu karena dia suka sama aku tapi aku gak suka sama dia, aku sukanya sama kamu! Terus jawabannya gimana? Kamu mau gak jadi pacar aku?' katanya. 'i..i..iy..iyaa aku mau' kataku sambil tersipu malu dan rasa bahagia, tampak terlihat dari pipiku yang kemerah-merahan.
__ADS_1
NP:CERITA INI UNTUK 2 HARI YA