Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita Pendek (Cerpen)
Warisan Yang Terputus


__ADS_3

Kategori: Cerpen Horor Hantu


Judul: Warisan Yang Terputus


_________________________


Pintu tertutup dengan tiba-tiba. Lampu tua yang berdebu berkedip-kedip. Sesosok kakek tua muncul dari sisi gelap ruangan. Setelah itu menyusul si nenek dan cucunya yang kepalanya mengucurkan darah entah kenapa. Si nenek mengeluarkan sebilah pisau berkarat dan mengangkatnya tinggi-tinggi, si nenek terus mendekatiku. Dan sesaat sebelum pisau si nenek memecah kepalaku, aku terbangun.


Pukul 02.00, baru sekitar 3 jam aku terlelap, sudah sekitar 4 hari aku selalu mendapat mimpi buruk. Tidak ada pengalaman gaib atau mengerikan yang pernah aku alami sebelumnya. Tetapi sudah 4 hari ini jam tidurku terganggu.


Aku mencoba melanjutkan tidurku, keringat dingin membasahi sekujur tubuhku. Setelah sesaat kuseka keringatku dengan punggung tangan, aku mendengar sesuatu.


Suara yang nyaris tidak terdengar dari bawah tempat tidurku, suara yang mirip seperti suara orang yang sedang sekarat meraung-raung tapi kehabisan tenaga untuk minta tolong. Merinding, perasaan ingin tahu dan ngeri campur jadi satu. Aku memutuskan untuk berpikir dengan logika dan melanjutkan tidur dengan perasaan gak karuan.

__ADS_1


Terbangun lagi, pukul 04.17, aku melihat jam digital berbentuk tokoh kartun Crayon Sinchan yang kurang lebih umurnya sama dengan umurku, 17 tahun. Mengapa begitu sulit untuk tidur dengan tenang?


Aku akhirnya memutuskan untuk minum segelas air dan turun dari ranjang. Meregangkan tubuh sebentar, aku hendak mengambil handphone di ranjang dan… Astaga. Kulihat tubuhku masih tertidur di ranjang, tetapi aku benar-benar sudah bangun, aku tahu itu. Dan sesaat setelah menyadari itu, aku juga menyadari bahwa suasana di kamarku tidak sama lagi, suasana remang-remang yang mengerikan sekarang tersaji di kamarku. Aku tidak tahu apa yang terjadi, aku berteriak minta tolong dan berlari keluar kamar.


Gelap dan dingin. Suara yang bisa terdengar adalah suara napas tersengal-sengal yang kukeluarkan sendiri dan suara detak jantung yang membentuk ritme ketukan drummer kelas teri. Aku sesaat tertegun dan berniat untuk mengambil jaketku di lemari pakaian, aku berlari masuk lagi ke kamarku, tetapi kudapati tubuhku yang tadi sedang tidur perlahan menghilang, dan aku sadar ada suara seperti seseorang sedang menggaruk tembok di belakangku.


Aku yang tidak pernah punya pengalaman gaib atau melihat penampakkan sebelumnya, tergolong orang yang penasaran dan akhirnya menoleh ke belakang, tidak ada siapa-siapa, tidak ada apa-apa. Aku terus mencari jaket tebalku di lemari, suasana semakin dingin dan tanganku terasa kaku. Oksigen terasa semakin tiada dan aku kehilangan kesadaran.


Aku terbangun lagi, tarikan napas paling panjang seumur hidupku terjadi. Aku tidak ingin melihat ke arah pintu kamarku dan memutuskan untuk melihat pukul berapa saat itu. Ternyata sudah pukul 06.43. Kelas kuliahku mulai pukul 08.00, masih ada banyak waktu untuk bersiap-siap, setidaknya membersihkan badan, dan pikiran.


Aku pergi ke kampus, dengan perasaan tidak karuan dan mindset kacau balau, aku tidak bisa menyerap apapun yang dikatakan dosen. Sesaat aku melamun dan dosen yang sudah sedari tadi meneriakiku melemparku dengan spidolnya dan aku tersadar dari lamunanku. Kulihat dosenku mengeluarkan pisau dan berlari ke arahku, menyobek dadaku dengan sekali sayat dan kelelawar-kelelawar keluar dari dadaku. Aku tersadar dan berteriak. Mimpi aneh lagi, lagi. Mukaku pucat pasi dan sekelas memerhatikanku dengan heran dan akhirnya aku dibawa ke unit kesehatan kampus.


Seorang dosen yang lain, dari fakultas psikologi mengatakan bahwa aku sedang diikuti oleh sesosok iblis jahat yang bisa berubah wujud, kadang kelelawar, nenek-nenek, kakek-kakek, dan seorang balita yang bercucuran darah.

__ADS_1


Aku terkejut sekali. Kepalaku pusing, baru sekali ini merasa kepalaku sangat berat. Tidak bisa mengerti sepenuhnya, aku bertanya apa yang harus aku lakukan. Dosen itu menyuruhku untuk beristirahat dan nanti malam dia akan datang bersama dengan dosen lain yang juga merupakan parapsikolog, yang lazim dengan hal-hal gaib.


Pukul 21.51, orang-orang tidak masuk akal itu datang. Perlu waktu selama itukah, meninggalkan seseorang yang sedang ketakutan dan tidak berani masuk ke kamar sendiri?


Kata pertama yang mereka katakan begitu aku membuka pintu adalah “Astaga,” dengan wajah penuh heran. Aku yakin bukan karena penampilanku, tetapi karena iblis-iblis yang ada di belakangku, aku bisa merasakan itu.


“Banyak sekali kenangan di rumahmu, kenangan pahit maupun manis,” kata seorang yang sudah cukup tua. “Kamu harus membunuh dirimu dalam mimpimu semalam,” lanjutnya.


“Mengapa anda bisa tahu mimpiku semalam,” entah itu pertanyaan atau pernyataan dariku. “Saya bisa melihat bekas-bekas kenangan, baik itu pahit atau manis, memang kita tidak bisa mengubah masa lalu, karena itu sudah lewat, tapi tidak dalam dunia mimpi dan dimensi lain,” dia menjelaskan. Dengan masih terasa berat, aku menoleh kepalaku ke semua orang yang datang itu, 4 orang. “Maukah kalian membantuku?,” tanyaku.


“Baik, begini, kami akan menjaga ragamu selagi tidur, dan kamu akan bermimpi lagi, memasuki salah satu mimpimu, aku pernah menangani ini sebelumnya,” kata dosen yang paling tua, terlihat dari uban dan jenggotnya yang menunjukkan pengalaman dan intelejensi prima.


“Baik. Dan bagaimana aku bisa membunuh diriku sendiri?,” kataku panik. “Kamu tidak perlu membunuh dirimu sendiri, nanti dalam mimpimu kau akan bertemu sosok-sosok yang kau lihat di mimpimu, biarkan mereka membunuhmu, tapi jangan sampai si nenek membawa si bayi, karena itulah kakek moyangmu,” jelas si dosen tua panjang lebar.

__ADS_1


Dengan keadaan jantung berdegup kencang, aku naik ke ranjangku dan menutup mataku. Setelah kurang lebih 30 detik yang lama aku menutup mata, aku membuka mataku. Suasana yang beda, sama seperti mimpiku yang pertama. Aku menunggu di dalam lemari bajuku, dan melihat tubuhku yang sedang tidur tak bernyawa di ranjang. Si kakek datang, dan menyusul si nenek, tidak lupa seorang bayi yang kepalanya berlumuran darah. Pemandangan yang mengerikan sekali. Si nenek mengeluarkan pisau dari belakang bajunya dan segera menusuk-nusuk perutku, aku melihat perutku dan ternyata mengeluarkan darah, nyeri sedikit saja karena pikiranku terfokus untuk segera mengambil bayi berlumuran darah itu dan berencana segera keluar dari kamarku, masuk dalam kegelapan. Dan tanpa basa-basi aku membuka lemari ku, menabrak si kakek dan mengambil si bayi. Si nenek berteriak entah dalam bahasa apa, aku segera berlari keluar kamar, dan sesaat kemudian aku diliputi kegelapan. Aku menemukan sebuah pintu di depanku, aku segera berlari masuk ke dalamnya, dan masuk, aku sudah lemas karena kehilangan banyak darah. Aku melihat diriku sedang terbangun di ranjang itu, sedang pucat pasi dan berkeringat dingin. Aku berteriak minta tolong dan menggaruk tembok di depanku karena sudah kehilangan tenaga sama sekali, berteriak pun aku tidak sanggup. Akhirnya aku memutuskan untuk bersembunyi di bawah ranjang, dengan bayi yang masih dalam dekapanku, aku berteriak kesakitan, teriakan tanpa suara, hanya raungan yang nyaris tidak terdengar. Dan aku tidak sadarkan diri. Apakah aku mati?


Aku terbangun, dan melihat 4 dosen sedang mengelilingiku, dan salah seorang dari mereka berkata, “Kau berhasil, nak, kau menuntaskan tugas dari anak dari kakek moyangmu!”. Aku hanya tersenyum kecut dan bertanya, “kau sudah tahu tentang ini?”. Dia menjawab, “aku tahu, karena ayahmu yang meneruskan tugas ini padamu sudah lebih dulu gugur, kakek moyangmu dulu adalah seorang yatim piatu, diurus oleh sepasang kakek-nenek mandul yang jahat dan gila. Tapi ia bisa kabur dan bersembunyi di rumah tua ini, itulah mengapa akhir-akhir ini kau selalu mimpi buruk, karena kau mau menginjak umur yang sama ketika kakek moyangmu meninggal,”. Dan aku sadar, aku sekarang tahu apa yang menyebabkan luka di perutku. Dan mungkin, kakek-nenek psikopat itu akan mendatangi mimpimu, ingat, berhati-hatilah saat tidur!


__ADS_2