
Kategori: Cerpen Cinta
Judul: Cintaku Semanis Coklat (Part 3)
_________________________
Tiga tahun kemudian 'Dear Diary. Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan buatku, karena sekarang aku dan Aldi menjadi seorang kekasih. Dan yang terpenting sekarang kami berdua lulus SMA dan melanjutkan kuliah di Universitas Gajah Mada, Jogya. Bahagia bukan milik dia yang hebat dalam segalanya, namun dia yang mampu temukan hal sederhana dalam hidupnya dan tetap bersyukur, seperti aku yang bersyukur telah mengenalmu dan kini menjadi milikku walau belum seutuhnya. Detik demi detik telah berlalu, hari telah berganti hari. 'Kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu nama tetap dihati, kemudian berjanji untuk tidak mengkhianati.' Itulah yang masih aku ingat sampai saat ini, sudah dua tahun aku berpacaran dengan Aldi dan sekarang kami telah resmi bertunangan semoga saja bisa kejenjang pernikahan. Memang tak bisa ku ungkapkan dalam kata-kata, aku kira orang seperti aku ini yang hanyalah penjual coklat keliling bisa bersanding dengan anak konglomerat, walau pun begitu aku mencintainya bukan karena dia anak konglomerat tetapi karena dia sudah membuatku selalu nyaman saat berada dekatnya. Semenjak kuliah disini aku memutuskan untuk mengontrak saja, karena dari rumahku ke kuliah sangatlah jauh. Begitupun juga dengan Aldi dia mengontrak di kontrakan yang sama guna melindungi aku dan juga mengawasiku sebagai tunanganku.
Hari ini adalah hari yang paling meneganngkan bagi aku dan juga Aldi, karena ini adalah hari pertama kami masuk kuliah. Jadi ini adalah masa MOS kami, aku pun kuliah dengan mengenakan kaos putih dan celana jeans dan aku memakai hiasan pita di rambutku. Saat akan masuk ke kelas semua mata tertuju kepadaku, aku merasa heran dengan semuanya. Aldi yang melihat banyak pria melihat gadis cantik punyanya langsung menghampiri Vio dan menggandeng tangannya layaknya seorang pangeran dan putri.
__ADS_1
Waktu MOS pun telah tiba semua anak akan dibagi kelompok, Vio dapat di kelompok ketiga dan Aldi dapat di kelompok pertama. Tak disangka ternyata Angel kuliah disini juga, Vio yang merasa kaget langsung menelan ludah sebanyak-banyaknya, ia takut Angel balas dendam kepadanya karena telah merebut Aldi darinya dengan lewat MOS ini. Dan sedikit demi sedikit Angel pun akhirnya sudah berada di depan namun tak diduga dia malah tersenyum sambil bilang 'hai Vio, ternyata lo kuliah disini! Apa kabar vi?' katanya sambil melontarkan senyuman mautnya. Aku pun membalas senyumannya 'baik ngel' jawabku singkat.
Alhamdulilah ternyata MOS nya berjalan lanjar, walaupun aku harus pulang dengan tubuh kotor karena muka ku dilumurin lumpur hingga ke tangan dan kaki ku begitupun juga dengan Aldi. Setelah dua minggu kuliah disitu dosen kami memberitahukan kepada kami, yang menurutku itu sangatlah cemerlang. 'baiklah anak-anak sebagai perkenalan Universitas Gajah Mada akan mengadakan kemah bersama di Bumi Perkemahan, jadi besok kalian datang jam 6 pagi. Baiklah pelajaran selesai, sampai ketemu besok kembali'. Kemah adalah kegemaran ku, 'berpetualangan di tengah hutan pasti seru' gumanku. 'tidur ah, biar besok gak kesiangan' seruku. Sebelum tidur aku mengirim massage ke Aldi 'selamat tidur, sampai ketemu besok'.
Keesokan harinya aku telah siap untuk kemah, Aldi pun begitu ia sudah berada di depan untuk menjemputku. Namun sebelum pergi aku memeriksa perlengkapanku terlebih dahulu 'coklat… dimana coklatku… ya ampun coklatnya kan masih ada di kulkas' kataku. Yap, aku memang harus membawa coklat kemana pun aku akan pergi, karena itu kesukaanku sekaligus dulu sebagai sumber mencari nafkah keluarga, namun akibat larisnya coklatku kini ada seorang pengusaha coklat yang menawarkan untuk berbisnis bersama, akhirnya mimpi ibu mempunyai toko sendiri terwujud juga. Itulah sebabnya kenapa aku tak lepas dari yang namanya coklat, karena ia adalah kiriman dari allah yang diberikan ke tanganku hingga aku ahli membuat coklat.
Setelah lengkap semua aku dan Aldi pergi menuju kuliah, sesampainya disana terlihat banyak anak-anak yang tersenyum gembira mungkin sudah tidak sabar untuk berkemah. 'baiklah anak-anak kalian dimohon untuk baris dan masing-masing Pembina menghitung jumlah anak muridnya agar kita tahu siapa saja yang ikut dalam acara kemah ini, karena sebentar lagi kita akan jalan' kata kepala sekolah. Semua yang telah diperintahkan kepala sekolah sudah dilaksanakan dengan baik, kini saatnya berangkat ke Bumi Perkemahan.
'gue gak nyangka vi, gue kira lo orang yang baik. Ternyata gak, lho tega ya dorong Angel ke jurang! Kalau lo dendam sama dia karena dia udah berusaha ngerebut gue dari lo tapi gak gini juga kali caranya, itu sama aja lo ngebunuh Angel tau gak! Benar ya kata Angel kalau kamu itu bukan wanita baik-baik atau mungkin kamu dekatin aku cuma mau ngincar harta aku! setelah aku nikah sama kamu terus kamu bunuh aku sebagaimana yang kamu lakukan ke Angel terus kamu ambil semua harta aku! iya kan Vio? Jawab Vio? Jawab?' kata Aldi dengan emosional yang sangat tinggi. 'Aldi aku emang penjual coklat keliling tapi bukan berarti aku cewek matre yang suka ngincer duit cowok-cowok kaya, gue suka sama lho itu karena setiap gue dekat lho gue ngerasa nyaman di, gue mencintai kamu tulus dari lubuk hati yang dalam bukan dari nafsu gue yang dalam' jawabku. 'udah deh, percuma mau lo jelasin 1000 alasan juga gak bakal mempan. Kita batal tunangan, dan gue juga mau lo pergi dari hadapan gue sejauh-jauh mungkin, karena gue enek ngeliat muka lo' kata Aldi. Vio yang gak nyangka Aldi akan melakukan hal itu semua langsung lari entah kemana arah dan tujuannya, namun saat sedang berlari kaki Vio tersandung batu akhirnya membuat cincin pemberian Aldi terjatuh dan nyangkut di sela-sela kayu yang ada di dasar jurang, namun saat sudah berhasil meraih cincin itu Vio akhirnya terjatuh ke jurang dan kepalanya penuh darah akibat terbentur batu, tetapi disaat kejadian itu Vio masih sadarkan diri. 'dimana aku.. aku dimana ini?' kataku sambil memegang kepalaku.
__ADS_1
Karena tak tau harus kemana Vio memutuskan untuk tetap diam disitu sampai bantuan datang. Di sisi lain para pembina sedang kebingungan mencari Vio yang sejak tadi siang belum pulang hingga malam ini. 'auuu..' kata Angel. 'kamu gak apa-apa ngel?' kata Aldi. 'gak apa-apa, mana Vio?' kata Angel. 'kenapa sih kamu masih mikirin dia, padahal dia kan hampir nyelakain kamu ngel' jawab Aldi. Namun disaat Aldi sedang sibuk mengurusi Angel tiba-tiba terdengar suara dari pembina bahwa semua anak disuruh kumpul sekarang. 'ya udah ayo kita pergi, sini aku bantu jalan' kata Aldi. Pembina akhirnya mengumumkan sesuatu 'baiklah anak-anak ada yang mau bapak sampaikan, yaitu bahwa mahasiswi kita yang bernama Alvionella Kimberly Cheza atau Vio belum kembali hingga kini, jadi di antara kalian siapa yang mengetahui keberadaan Vio dimohon untuk memberitahu kami. Sekian pengumumannya, silahkan bubar'. 'Vio belum kembali, alah mungkin dia ngumpet karena dia takut masuk penjara akibat ulah nekatnya yang mencoba membunuh Angel' batin Aldi.
Sudah dua hari Vio belum ditemukan, rasa cemas dan menyesal kini terus membayang-bayangi Aldi. 'apa yang telah aku lakukan, aku waktu itu asal ceplos! Apa mungkin dia marah dan beneran pergi sejauh-jauhnya dari aku, ya allah apa yang udah gue perbuat! Kata batal tunangan! Aarrrggg… Vio kembali aku sungguh menyesal, aku minta maaf Vio' kata Aldi sambil menangis dengan rasa menyesal. Angel yang mendengarkan perkataan Aldi langsung menyesal karena telah memfitnah Vio di depan Aldi dan gara-garanya Vio menjadi hilang, dengan rasa penuh penyesalan Angel akhirnya pergi menghampiri Aldi. 'Aldi sebelumnya gue mau minta maaf sama lo' kata Angel sambil menahan nangis. 'lo boleh marahin gue, lho boleh caci maki gue, asalkan lo mau maafin gue' lanjut Angel. 'emangnya lo salah apa an?' Tanya Aldi. 'aku sudah memfitnah Vio di depan kamu di, karena waktu itu gue ngeliat lo jalan menuju ke arah kita, sebenarnya Vio gak mau membunuh gue malah gue sendiri yang ngejatuhin diri ke jurang. Gue ngelakuin itu semua gue kira lo bakal marah besar ke Vio terus batal tunangan dan ternyata semua memang terjadi tapi yang gak gue inginkan terjadi malah ikut terjadi, kini Vio hilang entah kemana. Maafin gue di, maafin gue' kata Angel. 'apa??? Arrggg.. VIIOO.. dimana kamu, maafin aku Vio' kata Aldi.
Di sisi lain 'aduh bekal gue abis lagi jadi entar malam gue gak bisa makan! Ya allah apa yang harus gue lakuin' kata Vio. Malam pun tiba, kini Vio harus berpuasa karena tak ada lagi yang bisa ia makan. Namun malam ini turun hujan dengan derasnya, Vio kebingungan mencari pelindung untuk dirinya namun di hutan itu tak ada satu pun gubuk yang berdiri, terpaksa ia harus hujan-hujanan dengan perut kosong. Karena tidak kuat akibat kedingian serta rasa lapar dan haus ia terjatuh pingsan tak sadarkan diri. 'Vio..' kata Aldi. 'ternyata cuma mimpi.. jam berapa ini?' melihat jam. 'jam 8' kata Aldi. 'Aku harus mencari Vio sampai ketemu, perasaan gue gak enak' kata Aldi. Pagi ini semua pembina dan anak-anak kebagian tugas mencari Vio, Aldi kebagian dengan Angel. 'Vio.. Vio.. dimana kamu?' teriak Aldi dan Angel. Namun saat sedang mencari Vio tiba-tiba saja kaki Angel tersandung dan akhirnya terjatuh 'auu..' kata Angel. 'aduh Angel udah deh, ayo lanjut nyari Vio nya' jawab Aldi. Namun disaat Angel akan berdiri ia menemukan sesuatu 'cincin… diliat gih ini cincin siapa?' Tanya Angel sambil memperlihatkan cincinnya. 'ini.. ini cincin tunangan gue, berarti Vio ada di sekitar sini, Vio.. Vio.. kamu dimana vi?' teriak Aldi. Namun tak disengaja Aldi melihat Vio terbaring lemas di jurang, Aldi pun meminta bantuan pembina dengan meminta tali dan akhirnya Vio berhasil ditemukan namun keadaan Vio terlihat parah, banyak darah di sekujur tubuhnya dan juga mukanya terlihat pucat, Aldi yang sangat panik akhirnya buru-buru membawa ke rumah sakit terdekat.
Sesudah mendapat perawatan dari dokter, Aldi setia menunggu Vio sampai sadarkan diri namun ia ketiduran di samping Vio sambil memegang tangan kanan Vio. Lima menit kemudian Aldi pun bangun, betapa terkejutnya Aldi ketika ia tahu bahwa Vio tidak ada di ranjangnya. Ia pun membangunkan Angel yang juga dari tadi setia menunggu Vio 'bukannya Vio lagi ti…' kata Angel. 'lho Vio kemana?' lanjut Angel. 'ya udah deh gue cari Vio dulu' kata Aldi. Aldi pun akhirnya menemukan Vio yang sedang duduk termenung di sebuah taman yang ada di rumah sakit tersebut dan akhirnya Aldi pun menghampiri Vio. 'vi, lo boleh marah kok sama gue! lho mau caci maki gue juga terserah tapi asalkan gue dapat maaf dari lo' kata Aldi. Namun Vio tiba-tiba bangun dan pergi meninggalkan Aldi tapi Aldi berusaha mengejarnya 'vio tunggu.. lo kenapa ngejauh dari gue?' Tanya Aldi. 'Aldi bukannya lo yang menginginkan gue pergi dari kehidupan lo? Gue cuma nurutin perintah lo aja' jawab Vio. 'Vio lupakan semua omongan gue, anggap aja itu gak pernah terjadi! Maafin gue, gue waktu itu lagi emosional! Gue sangat mencintai kamu Vio sejak kita pertama bertemu, gue udah pernah nunjukin ke lo lewat surat yang waktu itu gue kasih' kata Aldi. 'jadi lo yang ngirim surat biru itu, bukan Kevin?' tanyaku. 'itu surat dari aku untuk kamu' kata Aldi. Vio pun langsung memeluk Aldi ia tahu akan hal itu bahwa Aldi juga mencintainya seperti ia mencintai Aldi. 'tapi gimana dengan Angel' tanyaku dan sambil melepas pelukanku. 'aku udah membuang rasa cintaku kok, sekarang aku tahu kalau sebenarnya cinta itu datangnya dari hati bukan paksaan dan ternyata kalian berdua memanglah cinta sejati walau banyak badai yang menghambat tapi kalian tetap berusaha untuk bersatu' kata Angel sambil tersenyum bahagia. 'ini semua gara-gara coklat ini, coklat ini yang telah mempertemukan aku sama gadis penjual coklat keliling yang udah buat aku cinta mati! Rasa coklat ini awalnya agak pahit namun ujung-ujungnya kerasa manisnya' kata Aldi sambil memakan coklat yang barusan aku beli. 'iya… cintaku semanis coklat' jawabku. 'semanis yang buat, hahaha…' kata Aldi mencoba merayu ku. 'bukan tapi cintaku semanis coklat buatanku, haha.. kamu nya pahit hahaha…' kataku. 'wah ngajak perang, ayo kita perang coklat!' jawab Aldi. 'setelah dilihat-lihat wajahnya persis banget dengan wajah seseorang yang ada di dalam mimpiku, 'mungkin mimpi itu yang menunjukan bahwa Aldi memang pangeran surgaku' batinku.
Akhirnya kami berdua pergi ke jenjang pernikahan juga, begitu pun juga dengan Angel yang menikah setelah kami bersama Kevin yang dari dulu menyukai Angel. Jangan biarkan seseorang mencintaimu diam-diam, karena cinta bukan untuk disembunyikan.
__ADS_1
TAMAT