Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita Pendek (Cerpen)
Cinta Seleb Sekolah


__ADS_3

Kategori: Cerpen Cinta Sedih


Judul: Cinta Seleb Sekolah


_________________________


“Kenapa kamu gak percaya sama aku? Aku sama Dewi itu nggak ada hubungan spesial Cha!!”


Kata-kata Ravi semalam masih terpikirkan olehku. Aku nggak percaya dia jalan sama Dewi. Kapten tim cheers sekolah. Kurang apa aku? Yang selama 2 tahun pacaran sama Ravi. Yang udah sisain waktu buat hangout sama Ravi, yang rela nggak ngerjain PR demi Ravi, yang udah berusaha nggak cemburu lihat Ravi deket sama seleb sekolah lainnya kayak anak cheers, anak dance de-el-el. Bayangin! Semua aku lakuin demi Ravi! Aku sayang sama Ravi. Tapi perlakuannya semalem udah keterlaluan banget!


Aku Anita Chacha. Aku adalah seorang gadis berusia 17 tahun. Aku sekolah di salah satu SMA di daerah Bandung. Pacarku, Ravi Muhammad adalah seorang kapten tim basket di sekolahku. Kita udah pacaran sejak kelas 3 SMP. Sejak SMP kita selalu satu sekolah. Tapi, sayangnya nggak pernah satu kelas.


Hari ini, aku sama Ravi ada janjian. Jadi, sepulang sekolah aku langsung gandeng Ravi ke cafe dekat sekolah. Sampai di sana, Ravi ngasih aku sebuah kotak yang aku nggak tahu isinya. Ternyata setelah aku buka, isinya adalah bros berbentuk kupu-kupu berwarna ungu dan kalung berliontin kupu-kupu warna ungu. Padahal hari ini bukan ulang tahunku.


“Rav, ini apa?” Tanyaku.

__ADS_1


“Halaahh.. Gak apa-apa. Terima aja.. Kamu nggak mau? Sini buat aku aja..” Canda Ravi.


“Mau dong. Makasih ya, Rav..” Ucapku sambil mencoba memasang kalungnya di leherku.


Sepulang dari cafe itu, aku diantar Ravi sampai rumah. Sesampainya aku di rumah, ternyata papa udah pulang kerja. Aduuhhh! Mati aku ketauan dianter Ravi. Ternyata dugaanku salah. Papa sedang tidur jadi nggak tahu kalau aku udah pulang. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke rumah Chika. Saat di perjalanan menuju rumah Chika, aku melihat Ravi ada di taman. Sebelum aku sempat menghampiri Ravi, Chika sudah ada di sebelahku. Ku urungkan niatanku itu.


Akhirnya aku dan Chika masuk ke Taman lalu memesan Bakso langganan kami. Setelah pesanan datang kami langsung makan. Saat makan kami sudah habis, kami berjalan-jalan keliling taman sambil bercerita. “Chik! kamu tahu nggak tadi ada Ravi?” Tanyaku.


“Nggak sih. Aku malah lihat Hendri.” Balas Chika. Oh iya aku lupa! Hendri adalah mantanku. Jadi tidaklah penting mengetahui Hendri ada di sini. “Hendri? Ngapain dia di sini?” Batinku dalam hati. Karena aku tau rumah Hendri berada jauh dari taman ini.


Luna sudah selesai membayar. Lalu kita pergi mencari Ravi dan Hendri. Saat kami sampai di depan bianglala, Hendri menarik tanganku dan meninggalkan Chika serta yang lainnya. Hendri menunjukkan beberapa foto. Dan ternyata, foto itu adalah foto Ravi dan Dewi sedang bergandengan tangan. Aku sangat tidak mempercayai itu karena aku tahu, Ravi sayang sama aku. Jadi, kuputuskan untuk mengabaikan Hendri dan membuang foto itu ke tong sampah di dekatku.


Sebelum aku sempat kembali ke Chika dan yang lainnya, Hendri mencengkeram erat pergelangan tangaku. “Cha!! Kamu harus percaya aku! Aku pengen kamu bahagia! Bukan diduakan kayak gini!” cegah Hendri. “Kamu tahu apa soal hubunganku sama Ravi?” Balasku.


“Kalau kamu nggak percaya, ayo ikut aku!” ajak Hendri.

__ADS_1


Aku pun menuruti permintaannya. Kami berjalan ke arah Selatan. Tempat di mana banyak orang pacaran. Hendri menunjuk sepasang pemuda yang sedang duduk mesra di bawah pohon. Dan itu memang Ravi.


Aku langsung berlari ke arah Ravi dan Dewi. Spontan aku menampar Ravi lalu menampar Dewi juga. “Tega!! Ternyata, cowok yang selama ini jadi pacar aku, mendua kayak gini!” Ucapku kesal.


“A.. A.. Aku ngg… Nggak bermaksud Cha!” Ucap Ravi terbata-bata.


“Ya udah kalau gitu mendingan kita putus aja ya Vi!!” Ucapku menahan tangis.


Aku langsung berlari meninggalkan Ravi yang berusaha mengejarku tapi tak bisa karena Dewi menahannya.


Aku meninggalkan Taman tanpa sepengetahuan teman-temanku. Aku pulang ke rumah dengan jalan kaki. Tak peduli seberapa jauhnya jarak Taman-Rumahku. Yang penting saat ini, aku nggak mau ketemu sama si bangs*t Ravi. tapi aku berhutang budi pada Hendri yang sudah melepaskanku dari permainan Ravi.


Keesokan paginya, aku merasa sangat pusing. Aku tidak sanggup meninggalkan tempat tidurku. Akhirnya aku putuskan untuk tidak sekolah dulu. Sorenya, Karin, Chika dan Hendri datang ke rumahku dengan membawa sekeranjang buah-buahan. Mereka datang di saat aku sedang menangisi kejadian semalam. Karin dan Chika segera memelukku. Sedangkan Hendri mengusap kepalaku secara ragu-ragu.


Setelah kejadian malam itu, Hendri sering mendatangiku sambil membawa bunga dan cokelat. Hendri jadi pengisi hari-hariku lagi. Tapi, aku memutuskan untuk tidak menjalin hubungan spesial dengan siapapun.

__ADS_1


__ADS_2