
Kemudian kurekam sebagian acara itu ke dalam kaset. Sekitar setengah jam. Kemudian aku berlari ke arah rumah Eddie. Entah mengapa dan apa hubungannya, tiba-tiba saja muncul di benakku kalau Eddie pasti mengetahui semua ini.
Saat hampir sampai ke rumahnya, kudengar samar-samar suara piano sedang memainkan lagu dari arah rumah Eddie. Kudekati perlahan dan mencoba mendengar lebih jelas lagu apa itu. Aku terkejut setelah mengetahui kalau itu lagu 'Minuet in G' gubahan Bach. Dan tanpa ada kesalahan, seperti tutsnya tidak rusak.. Tidak seperti kemarin malam waktu aku memainkannya.
'Eddie! Kenapa… ia pasti di dalam.' ucapku pelan.
'Hei!'
Sebuah suara mengejutkanku dari arah belakang. Ternyata itu Eddie. Dia tidak ada di dalam. Kelihatan ia habis berbelanja dari swalayan.
'Sedang apa?' lanjutnya
'i-i-itu. Piano itu. Apakah a-a-ada orang di dalam?' tanyaku tersendat-sendat. Seperti ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokanku.
'Oh itu. Yah itulah yang ku katakan kemarin malam' Eddie berhenti sebentar, lalu menambahkan 'kakekku yang bermain.' Sambil mengeluarkan kunci dari sakunya untuk membuka pintu pagar rumahnya.
'Kakekmu?' tanyaku heran. Aku tak mengerti dengan orang ini. 'Bukankah dia sudah meninggal?' lanjutku.
__ADS_1
'Yah, tadinya kupikir juga demikian.' Jawabnya yang terus berusaha membuka kunci pagarnya yang sudah berkarat itu
Tanpa kusadari ternyata aku berkeringat. Padahal pagi itu cuaca tidak panas. Aku keringat dingin. Ada apa dengan orang ini? Ku pikir dia pasti tinggal dengan hantu kakeknya di rumah ini. Tapi mengapa ia seperti tidak ada apa-apa.
'Nah sudah terbuka, mau masuk?' kata Eddie yang membuyarkan lamunanku.
'Oh, tidak, terima kasih. Mungkin lain waktu. Oh ya, kau tidak ke gereja?' tanyaku. Hanya basa-basi. Agar kelihatan tidak seperti orang yang ingin mencari tahu sesuatu.
'Oh, biasanya aku pergi. Sama sepertimu. Hanya saja hari ini aku kesiangan.' Jawabnya dengan senyum anehnya itu. Ku perhatikan ekspresi wajah itu. Ia seperti ketakutan sewaktu masuk ke rumahnya sendiri 'namun ia tetap tersenyum'. 'Baiklah jika tidak mau masuk, aku akan masuk duluan. Sampai jumpa' katanya, seolah-olah ada yang ia sembunyikan.
'Ah! Betapa bodohnya aku'' ucapku sambil menepuk dahi. 'Aku lupa memberitahukannya mengenai acara TV yang aku rekam tadi.'
Hahh. Begitulah. Akan kulanjutkan isi surat Eddie.
'Kau tahu? Piano itu berarti banyak bagi kakekku. Ia membelinya dengan hasil kerja kerasnya sendiri sebagai pianis. Dari nol. Piano ini adalah seluruh tabungannya. Kau pasti tahu bagaimana rasanya. Ketika seseorang menyentuh sesuatu yang kau dapatkan dengan susah payah. Kakekku menyayangiku sebagaimana ia menyayangi pianonya itu. Itulah sebabnya sebelum ia meninggal ia memberikan pianonya padaku bukan pada siapa-siapa.
Oh ya, kau melihatnya kemarin, kan? Sewaktu kita berpesta di rumahku. Bagaimana menurutmu? Tampan, kan? Aku melihatnya di belakangmu kemarin saat kau tengah bermain-main dengan pianonya. Aku hanya bisa tertawa waktu itu, karena ia tidak mengijinkanmu memainkan lagu Minuet itu. Hahaha…
__ADS_1
Dan orang yang kemarin malam kau lihat sedang bermain piano di jalan utama. Itu juga kakekku. Bagaimana permainannya? Bagus, kan?. Ia jugalah yang kau lihat di TV hari itu.
Ya sudahlah. Setelah aku pindah. Kau tidak akan mendengar suara piano yang aneh lagi di komplek. Kau bisa tidur dengan tenang sekarang, bung.
Salam,
Eddie
Sebagai catatan: jangan memainkan lagu Toccata saat malam-malam.'
Itulah surat Eddie yang sampai sekarang memenuhi otakku. Surat ini dan kejadian yang kulalui dengannya penuh dengan teka-teki. Pertanyaan yang masih terombang-ambing di otakku adalah, darimana ia tahu kalau aku membuka acara TV hari itu? Kalau mengenai orang yang bermain piano di jalan utama itu, mungkin saja ia melihatku berjalan kemarin dari balik jendelanya.
Tapi, muncul cerita yang lain lagi. Dan kali ini aku hampir gila karenanya. Biar aku ceritakan.
Keesokan harinya aku menerima sebuah paket dari Eddie. Dan tanpa kuduga-duga ternyata paket itu adalah piano usang peninggalan kakeknya. Dan kau tahu apa lagi? Eddie ternyata sudah meninggal semalam.
wkwkwk maaf ya aku nggak nulis deskripsi cerpen lagi sibuk gays banyak tugas jadi kalau banyak typo maaap😄
__ADS_1