
Kategori: Cerpen Horor Hantu
Judul: Paranoid
_________________________
Dari kegelapan malam sebuah lilin menyala di ikuti beberapa lilin. Semakin lama semakin banyak. Lilin-lilin kecil itu melayang dan jatuh ke tanah membentuk sebuah kata.
“happy birthday my love meldha, i wanna marry you”
Aku menutup mulutku. Ternyata di hari ini aku ulang tahun dan bertepatan dengan hari jadi aku dan alex. “mengapa aku bisa sampai lupa.” pikirku
Beberapa saat kemudian lilin kembali padam dengan sendirinya. Berganti dengan kehadiran alex. Memakai celana panjang dan jaket hitam merona. Namun wajah dan tubuh rusaknya tidak bisa di pungkiri, namun sedikit terlihat menawan tertutup oleh jaket
Aku berlari ingin menyentuhnya,
Namun tak dapat menyentuh. Kepalaku menabrak kaca. Ketika aku mengangkat wajahku. Alex sudah di depan wajahku beberapa inchi. Membuatku kaget setengah mati. Namun aku tahan ketakutanku. Aku takut alex akan kecewa dan berlalu pergi.
Alex coba mengecup bibirku. Namun tidak bisa. Beberapa kali ia mencoba namun tidak berhasil. Aku berdiri di sampingnya menutup mata. Aku berharap ia dapat menyentuhku kali ini saja atau mengecup bibirku menghapus rinduku yang tidak bisa ku bohongi selama ini.
Aku membuka mata dan melihat alex berdiri di belakangku dengan wajah sedih. Termenung menatap keindahan awan yang menari di atas sana.
Aku melangkah menembus di depannya. Aku menatap matanya lama sekali. Wajah seramnya tak membuatku takut lagi. Jika saja rhena, grace atau bahkan ririn tahu. Mereka akan memfonisku gila karena ini.
Tidak ada tanda kebahagian di wajahnya. Ia ingin menghapus air mataku namun tidak bisa. Ia mengepalkan tangannya tanda kecewa. Ia membuka mulutnya memperlihatkan giginya yang hitam tidak rata. Di tambah wajahnya yang hancur menambah suasana angker. Di ikuti kaca jendela yang bergoyang kencang tanpa sebab dan hancur seluruh kacanya. Jam di dinding. Alarm semuanya berbunyi dan jatuh hancur berantakan.
Aku menutup mulutku dan menggelengkan kepala. Alex menghilang di ikuti cahaya yang perlahan-lahan mulai menerangi kembali kamarku.
Ku lihat sekeliling berantakan sekali. Pecahan kaca berhamburan di mana-mana. Alarm dan jam dinding kenangan dari alex juga hancur. Aku terkulai lemas. Memegang kepalaku yang mulai pusing.
Di kampus
Aku menghampiri grace dan rhena yang sedang berbincang-bincang di bangku taman. Dari semalam sosok alex belum juga muncul. Mungkin kecewa atau… Mungkin saja mau lebaran sama keluarganya di alam lain. Aku tertawa kecil dalam hati membayangkannya.
Rhena: “heeey grace itu meldha?” *menunjuk*
Grace: “eh.. Eh.. Kemana aja mel?' dua hari tidak masuk tanpa kabar pula, kenapa hp mu tidak aktif. Aku telp kamu berkali-kali tidak nyambung, kamu ada apa sih? Kacau banget kelihatnnya'
Meldha: “i. I.. Ia soriii. Aku lagi banyak urusan, bisa minta tolong tidak?'
__ADS_1
Bila perlu kalian berdua ikut juga ya.?
Rhena & grace: “kemana?”
Meldha: “aku ingin kalian berdua nginap di rumahku sekalian sama dokter ririn. Aku ingin menunjukan kalian sesuatu. Penting.”
Rhena dan grace menatap, saling berpandang-pandangan tak mengerti maksudku.
Aku. Rhena dan grace ke rumah sakit.
Setelah kami paksa. Dokter ririn mau juga atas penawaranku. Aku berniat memberi tahu mereka. Ada sosok alex di rumahku supaya mereka tidak menganggap ku gila.
Aku berdiri di kamar sendiri. Sekarang jam 8:30 wib. Harusnya dokter ririn, rhena dan grace sudah disini sesuai perjanjian. “kriiiiiiiiing… Kriiiiiiiiing”. Bunyi telfon masuk
“meldha kayanya aku dan grace tidak bisa datang. Motorku tiba-tiba nyala sendiri dan berjalan menabrak pintu pagar. Sekarang kondisinya tidak layak pakai.” telfon di matikan rhena. Aku termenung terkulai di atas lantai.
“kriiiiing… Kriiiiiiiiing” sebuah tlp masuk lagi, namun kali ini dari dokter ririn.
“maaf meldha. Sepertinya ibu tidak bisa datang.. Ban mobil ibu rusak semua tanpa sebab. Tadi ibu sudah siap berangkat waktu mau di starter, mobilnya malah keluar asap”. Suara dokter ririn dengan ketakutan
Aku terkulai lemas. Membiarkan dokter ririn bicara sendiri..”
Ini pasti kamu kan alex.. Dimana kamu, kenapa kamu lakukan ini..!”. Aku berteriak memanggil alex.
Alex mengerakan tangannya membuat tubuhku terangkat dan melayang tepat ke hadapannya. Aku bisa merasakan deru napasnya. Leherku di cekik kaki ku terangkat. Membuatku meronta. Napasku mulai hilang. Kuat sekali cengkramannya.
Alex melemparkan tubuhku terjatuh di atas meja kaca. Pulpen mulai menari-nari cepat sekali di atas kertas.
“jangan mengulaginya lagi”
“kamu membuatku marah”
Dari kejadian itu. Aku menjadi tertutup sekali, lama-lama aku bisa gila. Alex memang selalu ada namun kosong yang kurasakan. Aku merasa terpenjara seluruh jiwaku. Bahkan perlahan hubunganku dengan rhena dan grace mulai terputus, mereka mengira aku gila.
Di kampus rhena dan grace memperkenalkan damian seorang yang cukup tampan, aku tahu maksud mereka biar aku melupakan alex. Namun mereka tidak mengerti yang sebenarnya. Mereka memaksaku.
Aku mencoba menjalani bersama damian.
Minggu kedua mulai ada masalah.
__ADS_1
Alex muncul dengan wajah tertunduk lesu di sampingku. Ketika aku dan damian menikmati hidangan di sebuah restoran a&w (aneka warteg) alex membuat damian malu setangah mati dengan menumpahkan minuman ke wajahnya. Makanan yang berubah jadi belatung. Apa lagi ketika alex mengikat kaki damian sehingga damian harus jatuh di ekskalator. Menyebabkan hitungnya patah di tambah lagi kakinya patah putus dari tulangnya. Damian di angkut di bawa ke rumah sakit
Aku menantap alex marah. Aku marah sekali. Alex muncul di sampingku tiba-tiba dan menatapku dalam. Air matanya jatuh. Aku menamparnya namun tidak bisa. Aku berteriak memakinya, membuat orang di sekelilingku mengiraku gila
Aku melihat di layar tv tertulis.
“mengapa kamu ingin menggantikan aku dengan yang lain apa salahku”
Alex menarik ku dan melemparkan tubuhku di antara kursi yang berjejer. Membuat para pengunjung lari satu persatu. Aku berdiri. Menunjuk dan mengomel namun hanya akan menambah kebodohanku. Seluruh mata memandang dan melihatku heran. Satpam datang berusaha mengusirku. Alex menggerakan tanganku dan menyebabkan tanganku menampar keras pipi satpam hingga terputar 180 derajat, satpam terjatuh mati.
Aku terkulai lemah. Seluruh orang berteriak histeris dan mungkin marah padaku. Alex melemparkan kursi dan menjatuhkan semua dihadapannya. Tv. Piring. Baju. Pernak pernik di lempar membuat semua berantakan sekali disini.
Aku berteriak memohon agar alex menghentikan perbuatannya semua orang mengira aku sudah gila. Karena aku berbicara dan berteriak sendiri.
Aku melangkah pergi, aku tahu segala usahaku sia-sia saja. Aku berlari menyusuri keramaian kendaraan hilir mudik. Klakson di mana-mana.
“braaaakk” sebuah bus yang berlari kencang menabrak tubuhku kencang. Aku terpelanting beberpa meter. Suara teriakan histeris menggema di seluruh jalan. Aku tak bergerak.
Aku seperti melihat cahaya putih berlahan semua terasa gelap. Saat aku membuka mata. Aku sudah berada di sebuah rumah sakit dengan kaki dan tanganku terlepas. Aku menangis dan berteriak berontak namun ikatan tali dan perban di sekujur tubuhku menahan semuanya. Di samping sudut kepalaku beberapa lembar bunga hias. Dan alex muncul dari dalam kolong tempat tidurku.
Aku berteriak kencang mengusir dan memaki-maki dirinya. Namun alex hanya diam membisu menatap ku sayu. Entah apa yang ada di otaknya.
Pintu di buka rhena dan grace menatapku dengan mulut terbuka, mereka seakan tak percaya melihat kondisiku yang tanpa kaki dan tangan, di bungkus perban dan alat infus yang membuatku mati rasa, mereka bertaanya-tanya.
Aku merasakan sakit di seluruh tubuhku. Napasku tersendak. Aku paksakan bernapas. Namun sulit. Ketika aku paksakan membuka mata. Alex sedang menindihku dan menutup mulutku kencang sekali.
“dokter ririn tolong gawaaaaaaaat”
Aku mendengar rhena dan grace berteriak dan langkah kaki berjalan menyusuri lorong.
Sampai pada akhirnya mataku tertutup untuk selamanya. Jiwaku terangkat
Dari tubuhku yang tersiksa mati.
Hal terakhir yang ku ingat tangisan kencang rhena dan grace di seluruh ruangan, sampai pada tangan terbuka alex memeluk ragaku.
“sudah selesai penantian”
Kata alex sambil mempererat pelukannya.
__ADS_1
FOLLOW IG AKU
@fidelria_10