Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita Pendek (Cerpen)
Hadiah Kecil Untukmu


__ADS_3

Kategori: Cerpen Romantis


Judul: Hadiah Kecil Untukmu


_________________________


“Kriiiggg' suara weker itu menggema di dalam sebuah kamar bercat biru seolah memaksa sang penunggu kamar tersebut untuk bangun. Dengan malas vivi sang empunya kamar tersebut terpaksa bangkit dari tempat paling nyaman, namun saat ia hendak menuju kamar mandi dia melihat sebuah arah panah dengan perintah “follow me” walaupun sedikit bingung akhirnya vivi pun mengikuti arah panah tersebut perlahan namun pasti arah panah tersebut membawa vivi ke luar rumah sampai akhirnya panah tersebut membawanya ke sebuah taman dan di taman tersebut terdapat sebuah kotak yang menyita perhatian vivi, dengan ragu vivi pun mengambil kotak tersebut dan menemukan setangkai bunga dan sebuah surat yang isiinya


“selamat pagi matahariku, maafkan aku yang telah lancang membangunkan putri dari mimpi mu yang indah. Sekarang aku mohon tuan putri maju 7 langkah ke depan”


Vivi sangat penasaran dengan pengirim kotak tersebut akhirnya vivi pun menuruti perintah tersebut, vivi berjalan tujuh langkah ke depan dan akhirnya dia bertemu dengan dua orang lengkap dengan mobil berwarna silver


“silahkan masuk tuan putri” salah seorang dari laki laki tersebut mempersilahkan vivi masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil vivi sangat penasaran akan dia akan dibawa kemana berkali kali dia mencoba untuk bertanya kepada dua orang yang ada di sebelahnya manun tak ada satu kata pun yang terucap.


“kami telah sampaii” ucap sang supir


“sampai? memangnya kita akan kemana?” vivi terlihat agak cemas mendengar ucapan dari sang supir


“sudahlah putri percayalah pada kami, kami tidak akan melukaimu. Sekarang saya minta maaf saya mendapat perintah untuk memmakaikan putri penutup mata ini” ujar seorang laki laki bertubuh tinggi besar


“tapi-” belum selesai vivi berbicara laki laki tersebut telah memakaikannya penutup mata setelah itu vivi diarahkan masuk ke sebuah tempat yang tak tau tempat apakah itu namun vivi merasakan rambut dan wajahnya dipegang oleh orang lain


“maaf kalian ini sedang apa “tanya vivi, namun apa yang vivi dapatkan masih sama seperti saat ia di dalam mobil


“baiklah jika kalian tak mau menjawab, aku akan laporkan kalian ke polisi” berbagai ancaman dan cara telah vivi lakukan agar orang orang yang ada di sekitarnya mengucapkan satu/dua kata namun mereka masih tetap diam membisu


Satu jam berlalu akhirnya tugas orang misterius itu selasai dilakukan, vivi sekarang tampak begitu cantik dengan riasan natural di wajah cantiknya.


“maaf tuan putri, kita masih harus pergi ke suatu tempat ayo tuan putri saya bantu berdiri” kini seorang pelayan membantu vivi berjalan menuju suatu tempat


Di tempat kedua ini vivi merasa seseorang sedang memakaikannya sebuah gaun, berulang kali vivi mencoba membuka ikatan penutup matanya namun selalu saja tak berhasil.


Senja kini telah datang matahari telah pulang ke peraduannya digantikan langit gelap yang dengan bintang bintang yang bertaburan. Vivi merasakan tubuhnya lelah tiada tara hari ini dia bagaikan boneka tak berdaya yang dibawa kemana mana tanpa ada perlawanan sedikitpun.


Angin malam berhembus kencang dapat vivi rasakan angin tersebut bagai menusuk kulit putih vivi, saat ini dia masih memakai penutup mata dan dua orang yang membantunya berjalan namun tak lama kemudian dapat dia rasakan dua orang tersebut telah pergi dan vivi bersyukur akhirnya penutup matanya telah dilepas. Sejenak vivi mencoba membiasakan matanya dengan cahaya remang remang dari lilin yang ada di sekitarnya, akhirnya dia menyadari dia telah memakai gaun putih indah yang sangat cocok dengan tubuhnya juga rambutnya yang disanggul


“kenapa aku berpakaian seperti ini?” vivi merasa bingung dengan keadaanya sendiri


Di saat vivi bingung dengan keadaannya sebuah layar proyektor membuat perhatianya tersita


Sebuah lantunan melodi indah terdengar dari sana, terlihat seorang laki laki tengan duduk dengan sebuah gitar di pangkuannya namun vivi tak dapat melihat jelas siapa laki laki yang ada di layar itu. Perlahan namun pasti laki laki itu pun menyanyikan sebuah lagu


MARRY U


super Junior


Love oh baby my girl


You are my all


So beautifully radiant, my bride


A gift from God


Are you happy


Tears fall from your dark eyes


Until your dark hair turns white


My love, my girl

__ADS_1


I'll swear my love


Saying I love you


I want to do it every day for a lifetime


Would you marry me?


Loving and cherishing you


I want to live this way


Every time you fall asleep


I want it to be in my arms


Would you marry me?


Would you consent to this heart of mine


For a lifetime I'll be by your side, I do


Loving you, I do


Cherishing you through the snow and rain, I do


I'll protect you, My love


You wearing a white dress


Me wearing a tuxedo


On the moon and star, I swear


I don't like lies, I don't like doubt


My loving princess


Stay with me


Even as we age


I want to go about it smiling


Would you marry me?


Would you spend my days with me


Through hardships and difficulties, I do


I'll always be there, I do


Through our many days together, I do


I'll be thankful every day, My love


Accept this shining ring in my hand


That I've prepared from awhile back


With the same feelings today

__ADS_1


I'll remember the promise made right now


Would you marry me


For a lifetime I'll be by your side, I do


Loving you, I do


Cherishing you through the snow and rain, I do


I'll protect you, My love


I have nothing else to give you but love


That's all, hardly valuable


Though I'm clumsy and am lacking


My love, my girl


I'll protect you


Will you promise me just one thing


That no matter what happens


We will love each other


That's it


Will you marry me? I do


Vivi pun terhanyut dalam sebuah lagu yang laki laki itu nanyikan namun vivi merasakan seseorang berjalan menuju dirinya, akhirnya vivi pun membalikkan badanya dan menemukan seorang laki laki yang ia kenal sebagai temanya


“Kean sedang apa kau disini? kenapa kau memakai tuxedo seperti itu?” vivi bertanya dengan penuh penasaran.


Namun bukan jawaban yang ia terima, laki laki tuxedo putih itu malah bertekuk lutut dengan sebelah tangan memegang sebuah cincin di tangan kanannya


“will you marry me?” ucap laki laki bernama kean itu


“kean berhenti membohongiku ini tidak lucu sama sekali” ujar vivi dengan sedikit bergetar


“ini bukan lelucon, please trust me my baby” ujar kean


“benarkah?” setetes air mata mengalir dari mata indah vivi


“will you marry me?” ulang kean sekali lagi masih dengan pose bersimpuh


“I do” ujar vivi singkat


Dengan perlahan kean pun memasangkan cincin berlian putih di tangan vivi


“jangan dulu bersedih aku masih punya sesuatu yang lain untukmu” ujar kean sambil menutup kedua mata vivi, dengan perlahan kean membimbing vivi menghadap sebuah gedung perkantoran


“satu, dua, tiga” perlahan kean pun melepaskan tangannya dari mata vivi, sejurus kemudian sebuah tulisan “HAPPY BRITHDAY” muncul di atas gedung perkantoran tepat di mata vivi dengan diiringi letusan kembang api yang makin menambah keindahan malam itu


“apa kau merencanakan semua ini?” ujar vivi masih terkejut dengan apa yang kean persiapkan


“tentu, it’s only for you just for you” ujar kean seraya tersenyum


Perlahan vivi mendekat ke arah kean dan akhirnya mereka berdua pun berpelukan dengan di temani letusan kembang api

__ADS_1


__ADS_2