Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita Pendek (Cerpen)
Cintaku Berawal dari SMS Nyasar


__ADS_3

Kategori: Cerpen Cinta


Judul: Cintaku Berawal dari SMS Nyasar


_________________________


Hari itu tanggal 3 Agustus 2012, tepatnya pada bulan Romadhon. Pada pagi hari aku hendak mengirim pesan singkat atau yang sering disebut dengan sms kepada temanku. 'Rin, maaf ya aku tidak bisa mengikuti tadarus itu' tulisku didalam pesan itu. Setelah beberapa saat kemudian, handphone ku bergetar menandakan ada pesan masuk. 'Rin?' jawab dia yang aku kirimi pesan tadi. 'Ehh maaf ya, aku salah kirim' balasku begitu. Rasa malu pun tumbuh dibenakku. 'Uhh, kenapa bisa nyasar sih?' kataku dalam hati. Tak lama kemudian orang itu menjawab lagi, 'tidak apa-apa. Kalau boleh tau kau sekolah dimana?' balasnya begitu padaku. 'Aku sekolah di SMPN 5 Cilacap. Memangnya kenapa?' balasku kembali. 'SMPN 5 Cilacap? Aku juga sekolah disitu? Kau kelas berapa?' balasnya. Aku diam sejenak melihat pesannya yang ia kirimkan kepadaku, 'ternyata ia juga anak SMPN 5 Cilacap' batinku berkata. 'Aku anak kelas 7' kemudian aku membalas lagi pesan itu. 'Ow, sama dong. Aku juga kelas 7. Kamu 7 apa?' tanyanya begitu. 'Aku 7E, kamu?' tanyaku padanya. 'Aku kelas 7H. Nama kamu siapa?' balasnya. 'Namaku Putri. Lalu namamu?' tanyaku lagi. 'Namaku Gigih Windu Wijaya, bisa dipanggil Gigih, Windu, ataupun Wijay' jelasnya begitu. 'Aku panggil Gigih saja ya?' tanyaku kembali. 'Boleh ;)' jawabnya.


Mulai dari sms nyasar tersebut, Aku dan Gigih pun kenal, bahkan lebih dari kenal, kita berdua seperti sudah kenal sejak lama. Dari dalam benakku muncul rasa curiga akan bagaimana wajah seseorang yang bernama Gigih.


Gigih, Gigih, dan Gigih, nama itulah yang selalu memenuhi fikiranku saat ini. 'Ting.. ting' bunyi suara handphoneku menandakan ada pesan masuk. Aku langsung berlari mengambil handphoneku di kamar, dan langsung membukanya. Ternyata itu sebuah sms dari Gigih. 'Sore' tulisnya dalam pesan tersebut. 'Sore juga' balasku begitu. 'Lg apa Put?' tanyanya padaku. 'Lagi duduk di teras depan rumah Gih. Kenapa memangnya?' jawabku dalam pesan. 'Nggak papa kok Put' balasnya begitu. 'Owh, nanti lagi ya Gih smsannya, aku mau sholat dulu udah adzan' jawabku begitu. 'Iya gak apa-apa Put, aku juga mau shalat.' Balasnya padaku.


'Haii Gih' sapaku dalam sms. 'Hai juga Put' balasnya begitu. Aku dan Gigih saling mengirim pesan sampai larut malam, sampai-sampai aku tak sempat belajar.


Saatnya masuk sekolah. Pagi itu semangat dalam diriku kembali untuk berkobar. 'Ibu, Putri berangkat dulu ya?' ucapku pada Ibu. 'Iya, hati-hati dijalan ya Put, dengarkan jika gurumu sedang menjelaskan' ucap Ibu menasihati. 'Siap bu' ucapku. Aku langsung mencium tangan Ibu dan langsung berangkat ke sekolah. Setelah tiba di sekolah, aku segera menuju ke ruang kelasku. Seketika aku teringat akan Gigih, kakiku mulai melangkah, namun terhenti kembali, 'Sudah nanti sajalah, aku mencarinya' dalam benakku berkata seperti itu. Akhirnya aku kembali lagi kedalam kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasanya sampai kegiatan belajar mengajar selesai.

__ADS_1


'Teeettt..' bel pulang berbunyi, menandakan kegiatan belajar mengajar telah selesai. Aku berjalan menuju ke pintu gerbang, lalu mencari ayahku. Setelah aku melihat ayahku sudah menjemputku, aku segera berlari kearahnya. Aku segera naik keatas motor, dan lekas kembali ke rumah. Dijalan aku seperti mengingat sesuatu, 'GIGIH!' ucapku pelan. 'Oh Tuhan, aku lupa dengan itu. Aku ingin sekali tahu Gigih itu seperti apa' sesalku dalam hati. 'Yasudahlah, besok kan masih ada waktu' pikirku positif. Sesampainya di rumah aku langsung menuju kamarku untuk ganti baju. Tiba-tiba handphoneku bergetar, menandakan ada pesan masuk. Ternyata itu dari Gigih, langsung kubuka saja pesan itu. 'Put, kok tadi aku cari ke kelasmu, kamunya sudah tidak ada?' pesannya seperti itu. 'Tadi? Kau mencariku ke kelas? Maaf ya, aku sudah pulang' balasku seperti itu. 'Katanya kau penasaran denganku?' Tanya Gigih. 'Tadinya penasaran, tapi kalu sudah lupa mau bagaimana lagi?' jawabku seperti itu. 'Jadi kau lupa?' balasnya kembali. 'Iya Gih, inget inget udah di jalan waktu pulang sekolah tadi' balasku padanya. 'Ow, hari ini kau ada acara tidak?' tanyanya dalam sms. 'Tidak, ada apa?' balasku. 'Bagaimana sore ini kita bertemu di taman?' tawarnya begitu. 'Baiklah, tapi kau sekalian bawa sepeda ya?' pintaku. 'Siapp, jam 3 sore ya?' balasnya. 'Sippp' balasku padanya.


Setelah jam 3 sore, aku bersiap-siap untuk menuju ke taman demi keinginanku mengetahui wajah Gigih. Setelah aku sampai disana, aku segera mencari Gigih. 'Upss, aku kan belum tahu Gigih' ucapku lirih. Aku segera mengambil handphoneku dari kantung celana, lalu aku segera mengirim sms pada Gigih, 'Gih, kamu dimana?' tulisku dalam sms tersebut. Tak lama kemudian Gigih pun membalas smsku. 'Aku di bangku taman, yang memakai baju warna ungu' jawab Gigih dalam pesan tersebut. Lalu aku memarkir sepeda di depan taman, dan langsung menuju ketempat Gigih berada. Seketika aku melihat seorang anak laki-laki sedang duduk di bangku taman, dan memakai baju warna ungu. Sepintas aku seperti mengingat sesuatu, 'Gigih' ucapku tak sadarkan diri. Tiba-tiba anak yang aku panggil itupun menengok kearah ku. 'Kau Putri ya?' ucap anak itu seketika. 'Iya, apakah kau Gigih?' ucapku tak percaya. 'Ya, aku Gigih' ucapnya sambil tersenyum manis padaku.


Sesaat aku tak percaya bahwa yang ada dihadapanku saat ini adalah Gigih. 'Sungguh tampan wajahnya' hatiku beruacap seperti itu. 'Put, akhirnya kita bisa bertemu yaa? Sungguh bahagia aku' ucapnya begitu. Aku masih berada dalam lamunanku sehingga tak mendengar apa yang dibicarakan oleh Gigih. 'Put? Putri?' ucapnya berusaha menyadarkanku. 'Ehh., ehh.. iya' ujarku kaget. 'Kok ngelamun sih?' Tanya Gigih padaku. 'Nggak kok, aku nggak ngelamun. Oya tadi kau bicara apa?' Tanya Putri kembali. 'Ahh sudahlah.. lupakan saja' celetuknya padaku. Aku melanjutkan lamunanku. Aku menatap dalam-dalam wajahnya. 'Oh tuhan.. apakah aku menaruh hati padanya?' tanyaku dalam hati. Tak sadar, tanganku langsung ditarik oleh Gigih. 'Ehh Gih, mau kemana?' tanyaku padanya. 'Sudah ikut saja' ucapnya memberi jawaban. 'Iya deh' ujarku menurutinya.


Saat itu aku benar-benar tak tau mau dibawa kemana diriku olehnya. Tiba-tiba dia berhenti. 'Indah tidak Put?' tanyanya didekat taman bunga. 'Wow, indah sekali. Aku suka itu' ucapku sambil tersenyum. Lalu Gigih memetik salah satu bunga berwarna ungu, dan memberikannya padaku. 'Eh Put, kayaknya ada yang aneh deh' ucapnya menyadarkanku. 'Ada apa sih Gih?' tanyaku tak mengerti. 'Baju kita kembar, kau memakai baju ungu dan aku juga memakai baju ungu' ucapnya menjelaskan. 'Haha.. aku memang sangat suka dengan warna ungu, entah mengapa?' jawabku keheranan. 'Oh, berarti sama dong kaya aku? Aku juga menyukai warna ungu' jelasnya. 'Haha' tawaku begitu. 'Kita sangat sehati ya Put?' ucap Gigih. Sesaat aku tertegun mendengar Gigih berkata seperti itu. Sungguh saat ini hatiku dibuat senang olehnya. 'Mungkin' jawabku pendek.


'Ting..ting' handphoneku berbunyi nyaring. Aku segera mengeluarkan handphoneku dari saku celana. 'Put, cepat pulang ya. Sodara kamu sudah datang' begitu smsnya. Ternyata sms dari ibuku. 'Maaf ya Gih, mungkin pertemuan kita kali ini cukup sampai sini saja. Ibuku menyuruhku agar cepat pulang' jelasku padanya. 'Iya, kan besok senin kita masih bisa bertemu di sekolah' ucapnya mempersilahkanku pulang. 'Oke. Aku pulang dulu ya Gih, sampai bertemu besok' ucapku sambil memberikan senyuman. Akhirnya akupun pulang kerumah. Disepanjang jalan aku tak bisa melupakan wajah tampan seorang Gigih. Kini aku benar-benar merasa bahwa aku telah menaruh hati padanya.


Dikelas, aku hanya bisa berdiam diri memikirkan hal tadi yang masih berada dalam angan-anganku. Kini aku tak mempunyai semangat lagi. Tanpa aku sadari temanku memanggilku, 'Put, itu dicari sama Gigih' ucap salah seorang temanku. 'Bilang, aku tidak mau bertemu dengannya lagi' ucapku kasar. Akhirnya temanku bertemu dengan Gigih kembali, dan berbicara dengan Gigih seperti apa yang aku suruh. Mungkin dalam benak Gigih muncul rasa bersalah, akhirnya Gigih langsung masuk kedalam kelasku untuk menemuiku. 'Put, kamu kenapa sih? Kok jadi ngacangin aku gitu?' Tanya Gigih padaku dengan rasa penuh salah. Aku tetap tidak mau menatap Gigih. 'Put, liat aku!' ucapnya sambil mengarahkan kepalaku padanya. 'Ahh, apaan sii?' ucapku kesal. 'Kamu cemburu ya?' ucapnya bercanda. 'Cemburu? ga siapa yang cemburu?' ucapku dengan nada tinggi. 'Iya iya.. jangan marah lagi dong sama aku?' ucap Gigih dengan wajah memelas. 'Iya deh aku maafin, yaudah sanah, balik ke kelas kamu' ucapku dengan memberikan senyuman bohong. 'Iya iya, aku balik dulu ya Put' ucap Gigih membalas senyumanku. 'Iya' ucapku singkat. Setelah Gigih pergi, sebenarnya rasa cemburu itu masih ada, namun aku segera menghadirkan pikiran positifku untuk tidak mengungkit masalah tadi pagi. Aku mencoba melupakannya tapi usaha itu tak berhasil, aku berfikir apakah itu wanita yang disukai Gigih? Atau mereka sudah jadian? OH TIDAK!


Setelah hari kemarin berlalu, aku mencoba tak lagi mengungkit masalah itu. Dan akhirnya aku bisa. Saat aku memasuki gerbang sekolah, aku melihat Gigih yang sedang bermain bola. Aku memandangi Gigih sedalam-dalamnya, tak sadar bola itu mengenai kepalaku. 'Aduhh' ucapku merasa kesakitan. 'Maaf ya Put, aku tidak sengaja' ucap Gigih meminta maaf. 'Tidak apa, kau tak salah. Mungkin aku yang terlalu teledor' ucapku menyalahkan diriku sendiri. 'Tidak, aku yang salah, aku tak melihatmu jika kau berdiri disini' ucap Gigih menyalahkan dirinya pula. 'Ahh.. sudahlah, mungkin kita berdua memang sama-sama teledor' ucap Putri. 'Ehh berarti kita sehati nih?' ucap Gigih menggodaku. 'Ihh Gigih bisa aja, aku masuk ke kelas dulu ya?' ucapku padanya. Sepanjang aku berjalan ke kelas, aku tersenyum sendiri memikirkan tentang Gigih yang selalu berkata sehati denganku. Ini yang membuatku percaya, bahwa Gigih belum mempunyai pacar.


*Saat liburan sekolah tiba..

__ADS_1


'Gigih liburan kali ini kau mau pergi kemana?' tanyaku pada Gigih dalam sms. 'Aku gak pergi kemana-mana Put' jawabnya begitu. 'Ohh' balasku singkat. 'Kalau kamu Put? Mau liburan kemana?' tanyanya padaku. 'Liburan kali ini, aku mau mengunjungi kakek di Jogja' jelasku dalam sms tersebut. 'Ow' jawabnya pendek.


Kira-kira aku liburan ke Jogja selama 2 minggu. 'Oh tidak, berarti aku akan berpisah dengan Gigih selama 2 minggu?' tanyaku dalam hati. Saat itu aku sedih, karena harus berpisah dengan orang yang aku cintai selama 2 minggu, waktu yang cukup lama. Aku mencoba bersabar, toh masih ada handphone yang masih bisa digunakan untuk sarana komunikasi kan?.


Keberangkatanku ke Jogja.


Sebelum aku berangkat ke Jogja, aku pamit kepada Gigih, bahwa aku akan meninggalkannya selama 2 minggu. 'Gigih, aku mau berangkat dulu ya ke Jogja?' pamitku dalam sms. 'Iya Put. Hati-hati dijalan ya?' Gigih mengeluarkan nasihatnya. 'Gih, aku pasti bakal kangen banget sama kamu' balasku kembali. 'Aku juga pastinya bakal kangen banget sama kamu' balas Gigih mengungkapkan perasaannya yang sama sepertiku.


Selama aku di Jogja, aku selalu mengirim sms kepada Gigih sebagai pengganti rasa rinduku padanya. Disana, aku selalu membayangkan wajahnya yang sangat amat tampan.


*kembali bersekolah..


Setelah liburan akhir semester 1 kemarin, aku kembali masuk sekolah. Dan kembali lagi, semangatku kembali bangkit, dan dengan alasan yang sama karena hari ini aku akan bertemu dengan Gigih. 'Hai Put' sapa Gigih sambil menepuk pundakku. 'Hai Gih' sapaku kembali padanya sambil memberikan senyuman. 'Put, nanti sehabis sekolah, aku tunggu kau di dekat empang belakang sekolah ya?' tawar Gigih padaku. 'Baiklah' jawabku singkat.


Setelah kegiatan sekolah selesai, aku segera berlari menuju empang. Dan ternyata, Gigih belum ada disana. Rasa kecewa pun menghampiriku. Aku menunggu Gigih 15 menit, dan akhirnya Gigih pun muncul dihadapanku. 'Maaf ya? Tadi aku dipanggil sama pak Guru' jelasnya padaku. 'Iya tidak apa-apa' ucapku menyembunyikan rasa kesalku. 'Jadi, ada apa kau ingin bertemu denganku disini?' tanyaku penasaran padanya. 'Begini Put, emm…' ucapnya gugup. 'Kamu bicara apa sih Gih? Gak jelas banget?' Tanya Putri menambah rasa penasarannya. 'Jadi gini Put, a a aku, suka sama kamu' ucapnya masih dalam keadaan gugup. 'Kamu suka aku?' tanyaku kembali penuh dengan rasa tidak percaya. 'Iya Put, mau tidak jadi pacarku?' ucapnya dengan rasa penuh percaya diri. 'Emm.. gimana ya? Aku bingung' ucap Putri tak menentu. 'Jika tidak mau juga tidak apa-apa' ucapnya lesu. 'Aku mau jadi pacarmu' bisikku ditelinganya. 'Sungguh?' ucap Gigih tak percaya. 'Iya Gigih. Dari dulu aku menyimpan rasa suka padamu, dan aku tidak pernah berani untuk menyatakannya padamu.' Ucapku memberikan alasan. 'Jadi sekarang, kita pacaran?' Tanya Gigih. ' ' jawabku memberikan senyuman. 'Cintaku berawal dari sms nyasar' ucapku padanya. Gigih pun tertawa setelah aku mengatakannya. Melihat Gigih tertawa terbahak-bahak, aku pun ikut tertawa juga.

__ADS_1


__ADS_2