Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita Pendek (Cerpen)
GARIS (Part 1)


__ADS_3

Kategori: Cerpen Fantasi Fiksi


Judul: GARIS (Part 1)


_________________________


Jumlah pengangguran di Indonesia ini masih cukup banyak. Baik mereka yang berpendidikan maupun tidak. Dan yang menimbulkan ironi dalam benakku adalah, lulusan sarjana yang menganggur dan melapuk. Tidak untuk mereka yang menjadi ibu rumah tangga. Beberapa mahasiswi mengakhiri studi hanya untuk menjadi ibu rumah tangga. Baiklah, itu pilihan untuk hidup mereka.


Yang aku sorot di sini adalah para pria yang tidak memiliki kecacatan dan tidak bekerja. Menurutku pria itu wajib memiliki pekerjaan meski hanya bergaji kecil. Bukan berarti aku menghalalkan mencuri dan membunuh.


Karena, aku sendiri termasuk golongan lulusan sarjana yang menganggur. Aku tidak suka bekerja di kantoran, tidak juga di laboratorium. Mengajar bukanlah gayaku. Apalagi berpose di depan kamera. Kurangnya daya imajinasi membentur keinginanku menjadi seniman, aku tidak pandai bermimpi, tapi selalu bervisi.


Aku hanya menguasai beberapa ilmu bela diri. Dan dengan modal itulah, 3 bulan lalu aku tersaring menjadi bodyguard pribadi keluarga kaya raya. Aku ditugaskan menjaga anak nomor 2 keluarga itu. Seorang perempuan yang lebih tua 2 tahun dariku. Namanya Evi.


Dia bukan orang biasa. Sejak usia 2 tahun dia sudah divonis jadi anak indigo. Dia tidak bisa melihat makhluk halus dan lainnya, tetapi dia bisa meramal lewat mimpinya. Ayahnya yang pengusaha besar, memakai ramalan itu untuk menyetir peruntungan dan melepaskan kerugian. Bisnisnya melebar ke berbagai benua sejak 8 tahun lalu.

__ADS_1


Untuk itulah, dia takut terjadi sesuatu pada putrinya. Dan sejak 7 tahun lalu, dia memindahkan keluarganya ke sebuah perumahan elit di kota ini. Dia dirikan sebuah rumah ' bisa dikatakan kastil'yang megah, dengan sistem keamanan super baik.


Beberapa tahun silam si Evi juga sudah diberi bodyguard. Tetapi, Evi selalu melihat pertanda kematian di dalam mimpinya. Dan tidak lama, bodyguardnya itu akhirnya meninggal. Sejujurnya aku sendiri agak ngeri dengan ramalan Evi itu. Tapi, selama 3 bulan aku menjaganya, tidak ada pertanda begitu di dalam mimpinya.


Evi hanyalah perempuan berusia 24 tahun, dengan rambut panjang berwarna hitam kecoklatan. Mata yang bulat dan berwarna hitam kelam. Kulitnya putih pucat. Bibirnya juga tipis, setipis warna darah yang nampak di sana. Wajah tirus, dan tubuh tidak terlalu tinggi. Jarang tersenyum dan bicara. Mungkin kesan awal orang awam bertemu dengannya adalah 'Cantik, tapi seram.'


Pernah suatu ketika di awal masa kerjaku, Evi bertanya, 'Rey. Apakah anda ingin menjadi bodyguardku?'


Dan aku menjawab, 'Ini pekerjaan yang kukira pantas untukku.'


'Apa anda tidak takut mati? Apabila suatu saat nanti aku melihat mimpi kematian anda, apa yang akan anda lakukan?'


'Apa anda tidak takut pada kematian?'


'Aah.. nona ini gimana, sih? Saya tanya ya sama nona… Apa selama ini ada orang mati yang kembali dari kemari?'

__ADS_1


Evi hanya menggeleng dengan wajah yang minim ekspresi.


'Nah, itu artinya kematian itu menyenangkan. Sampai- sampai tidak ada satu orangpun yang ingin kembali kemari!' Jawabku dengan tegas.


'Hahaha.. Rey, anda orangnya lucu..' dia tergelak. Dan saat itu aku merasakan kalau wajahku agak menghangat. Mungkin wajahku memerah, aku mungkin tersipu melihat paras ayunya dikala ia tersenyum.


'Tapi, rey, apa anda tahu? Kalau kita bisa merubah masa depan. Kita bisa merubah kematianmu.'


Aku terdiam. 'Anda tahu kan kalau saya bisa meramal melalui mimpi saya? Bila suatu saat mimpi itu datang, saya bisa memberitahukannya pada anda, dan anda bisa menghindari kematian itu..'


'Untuk apa menghindari kematian?' tanyaku.


'Semua orang ingin hidup lebih lama di dunia ini, Rey. Apakah anda tidak demikian?'


'Yang paling baik itu hidup sampai batas waktunya. Hidup lama di dunia juga tidak menyenangkan.' 'Lalu, apakah nona tidak pernah bermimpi tentang diri nona?'

__ADS_1


Setelah kutanyai seperti itu, Evi hanya terpekur dan tidak bergeming. kukira aku sudah menyinggungnya. Dan aku segera berlalu, melanjutkan aktivitasku.


-bersambung-


__ADS_2