
Kategori: Cerpen Horor Hantu
Judul: Raina!
_________________________
“Jangan!! ku mohon, jangan lakukan itu, Raina!!” pekik seorang perempuan
“matilah kau, Linda!!!” ucap perempuan lain yang tengah menghunuskan pisaunya di jantung perempuan itu
Aaaa… lagi-lagi aku bermimpi buruk. Linda? Raina? siapa mereka? Kenapa mereka selalu muncul dalam mimpiku. Ku tatap jam dinding di kamarku. Masih pukul 02.15. Aku tak dapat melanjutkan tidurku. Mimpiku tadi benar-benar membuatku frustasi. Siapa orang dalam mimpiku selama ini?
“hey, bengong mulu, kenapa Ta” ucap Sarah mengagetkanku
“lagi-lagi aku bermimpi hal itu lagi” jawabku tanpa semangat
“apa ada hubungannya sama kamu ya” tebak Sarah
“maksud kamu” tanyaku tidak mengerti.
“mungkin saja mimpi kamu ada hubungannya sama kamu. Nggak kamu tanyain keluarga kamu, soal wanita bernama Linda dan Raina itu” ucap Sarah
“entahlah” balasku
“huh, ke kantin yuk Ta” ajak Sarah
“iya” balasku
“mau pesan apa” tanya Sarah
“es jeruk aja Rah” balasku
“ok, tunggu ya” ucap Sarah dan berlalu
Aku masih memandangi sarah. Tiba-tiba saja bayangan perempuan seperti dalam mimpiku.
“Sarah!” pekikku. Sontak seisi kantin memandang ke arahku.
Sarah pun berbalik menghampiriku
“ada apa Ta” tanya Sarah
“kita pergi sekarang” ajakku
“kemana, kok kamu panik gini. Ada apa sih” tanya Sarah
“udah, nanti aku jelasin” balasku dan menarik lengan Sarah
__ADS_1
“apa!” ucap Sarah tidak percaya
“iya Rah, tadi bayangan Raina ada di belakang kamu. Dia mandang aku penuh kebencian” ucapku panik
“sudah-sudah, tenangin diri kamu ya” ucap Sarah menenangkanku.
Aku semakin frustasi, Kenapa bayangan Raina muncul. karena aku bukanlah orang yang mempunyai indra keenam. Arrghh
“Ta, kok nggak dimakan” ujar nenekku
“aku udah kenyang nek” balasku dan hanya mengambil segelas susu. Aku hanya menemani nenekku makan malam. Aku tinggal dengan nenekku. Hidup kami pun berkecukupan. Ayahku sibuk dengan pekerjaannya. Ibuku, entahlah. aku tak tau ibuku dimana. Melihat wajahnya saja aku tidak pernah.
Malam ini aku tak dapat tidur. Aku takut mimpi itu muncul lagi. Aku hanya mendengarkan lagu di ponselku dengan headset. Tiba-tiba saja lagu yang ku putar mati dengan sendirinya. Terdengar tawa perempuan menggema di telingaku. Aku pun ketakutan.
“Siapa kamu” ucapku ketakutan. Tawa perempuan itu masih terdengar. Kemudian ku dengar suara perempuan lain menjerit. Aku semakin ketakutan dan merinding. Tiba-tiba lampu kamarku mati. Sontak aku menjerit. Nenek, dimanakah kau. Aku takut… pekikku dalam hati. Ku lihat bayangan putih di pojok kamarku. Ia berjalan ke arahku. Aku ingin lari, namun aku tak dapat bergerak. Ia semakin mendekat ke arahku. Bau amis darah tercium oleh hidungku. Aku ingin muntah rasanya. Ia terus mendekat. Aku bisa mengenali wajahnya. Sepertinya tak asing bagiku. Wajahnya penuh luka. Amis darah semakin menyegat
“Raina!” pekikku
Ia mencekikku. Aku berusaha meronta. Namun ia begitu kuat. Aku semakin kesulitan bernafas. Dan brukk..
Aku terjatuh dari tempat tidurku. Badanku terasa sakit. Aku bermimpi lagi. Namun leherku masih terasa sakit. Aku bergegas ke kamar mandi dan bersiap ke sekolah.
“nek, aku berangkat dulu” ucapku. Namun, tak ada jawaban dari beliau. Segera aku mengambil motorku dan menuju ke SMA Budi Luhur, tempatku menimba ilmu.
Aku terdiam di taman. Masih memikirkan kejadian semalam. Apakah itu mimpi atau nyata? aku dibuat gila oleh hal itu
“Renata” panggil seseorang. Akupun menoleh
“sendirian disini” tanya Dika dan duduk di sampingku
“seperti yang kau lihat” balasku dan tersenyum ke arahnya
Dia Dika, ya mantan kekasihku. Kita putus hanya karena ia tergoda oleh temannya dulu yang katanya cantik bagai putri.
“Ta” panggilnya
“iya” balasku
“emm.. aku mau bicara sesuatu” ucapnya
“ngomong aja” ucapku
“ee”
Krinngg… bel masuk berbunyi. Aku bergegas pergi
“udah masuk Dik, lanjut nanti ya” ucapku dan berlalu darinya
__ADS_1
“darimana Ta” tanya Sarah
“biasa” balasku
“eh, tau nggak. Ada anak baru loh” ucapnya
“siapa” tanyaku
Belum lagi Sarah menjawab pertanyaanku, Bu Indah, wali kelasku masuk diiringi seorang anak perempuan
“astaghfirullah..” pekikku.
Seisi kelas melihat ke arahku.
“Renata, ada apa” tanya bu Indah
“ngg…nggak bu” balasku.
Teman-teman menyorakiku
“baiklah anak-anak, kalian mendapat teman baru. Silahkah perkenalkan namamu” ucap Bu Indah pada perempuan itu
“hai semuanya. Namaku Aisyira Putri Raina. Kalian boleh memanggilku Raina. Terima kasih” ucap perempuan itu
Tidak salah lagi. Itu Raina yang selalu muncul dalam mimpiku. Dia memandangku seakan penuh dendam. Aku pun menundukkan kepalaku.
“aku nggak bohong Rah, itu Raina yang selalu muncul dalam mimpiku” ucapku meyakinkan Sarah
“kita harus cari tau soal Raina Ta, ia memang agak mencurigakan tadi” ucap Sarah.
Tiba-tiba sepucuk surat jatuh di hadapanku. Sarah pun mengambilkannya
“dari siapa” tanyaku
“entahlah” balas Sarah dan membuka isi surat itu
“Mulai hari ini, hidupmu takkan tenang” ucap Sarah membaca isi surat itu
“tunggu, ini bukannya darah” ucapku
“i.. iya Ta” balas Sarah
“siapa yang ngirim ini!” ucapku agak emosi. Ku lihat sekeliling.
“Raina” ucapku melihatnya. Ia tersenyum licik padaku
“Rah, Raina yang ngirim. aku yakin itu” ucapku
__ADS_1
“kita harus hati-hati Ta” ucap Sarah panik
“Aaaaaa..” teriakan seorang perempuan dari dalam toilet siswa. Semua orang pun berhamburan ingin melihatnya. Segera aku mengajak Sarah melihatnya juga