
Kategori: Cerpen Fantasi Fiksi
Judul: Mako And Unknown Country – Mako dan Negeri Tak Di Kenal (Part 1)
_________________________
Cerita ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki berumur 13 tahun yang tinggal di Desa Silver Roy. Ia bernama James Mako. Ia telah ditinggal orangtuanya sejak kecil. Meskipun begitu, ia tidak tinggal sendiri. Ia tinggal bersama tiga temannya, Jhonny Livingston, Hearby McMachee, dan Elizabeth Richie. Di Desa Silver Roy, Mako dikenal sebagai anak yang ambisius dan semangat, Jhonny dikenal sebagai anak yang pemberani, Hearby dikenal sebagai anak yang baik tetapi sedikit cerewet, dan Elizabeth dikenal sebagai anak yang cerdas. Mereka berempat hidup sebagai anak yatim piatu.
Suatu hari, bertepatan pada hari libur mereka, Mako dan teman-temannya pergi ke hutan Greenwood yang terletak di sebelah Utara Desa Silver Roy. Pagi hari itu mereka pergi kesana untuk mencari hewan buruan dan bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Saat mereka sedang berburu, Hearby melihat sebuah cahaya biru yang misterius. 'Ah…' Kejut Hearby sambil terjatuh. Mendengar teriakan Hearby, Mako, Jhonny, dan Elizabeth mulai mendatangi Hearby. 'Ada apa Hearby…?' Tanya Mako sambil melihat Hearby yang terjatuh. 'A.. aku terkejut melihat cahaya misterius ini.' Jawab Hearby seraya mencoba untuk berdiri. Melihat cahaya biru tersebut, Elizabeth bingung dan mencoba mendekati cahaya tersebut bersama Jhonny, 'Cahaya apa ini…? Aku sangat penasaran.' Kata Elizabeth saat mencoba mendekati cahaya tersebut. 'Hmm… sungguh aneh ya. Tapi apapun itu, aku ingin menyentuhnya walau berbahaya sekalipun.' Sahut Jhonny yang mencoba menyentuh cahaya misterius tersebut. Melihat reaksi Jhonny yang ingin menyentuh cahaya tersebut, dengan rasa penasaran Elizabeth juga ingin menyentuhnya. 'Baiklah Jhonny, ayo kita lakukan. Kalau hanya berdiam diri saja, kita tidak akan tahu cahaya misterius apa ini.' Kata Elizabeth sambil mengajak Jhonny untuk menyentuhnya. Tiba-tiba Jhonny dan Elizabeth terhisap kedalamnya. 'Ah…' Teriak Jhonny dan Elizabeth. 'Jhonny, Elizabeth' Teriak Mako melihat Jhonny dan Elizabeth terhisap ke cahaya misterius tersebut. Melihat Jhonny dan Elizabeth yang terhisap ke dalam cahaya itu, Mako mengambil keputusan, 'Jika begini, tidak ada cara lain untuk menyelamatkan mereka selain masuk ke cahaya itu' Kata Mako dengan tegas. Mendengar perkataan Mako, Hearby masih ragu apakah melaporkan ke penduduk desa dahulu atau langsung menyelamatkan mereka. 'Hmm… apa lebih baik kita melapor ke penduduk desa dahulu, kemudian menyelamatkan mereka berdua…?' Tanya Hearby dengan bingung. Mako tampak khawatir dengan kedua temannya, 'Tidak. Lebih baik kita langsung menyelamatkan mereka berdua. Jika melaporkannya lagi ke penduduk desa, itu akan memakan waktu yang lama.' Jawab Mako. Hearby akhirnya setuju dengan keputusan Mako walau masih sedikit ragu. 'Ya, baiklah. Aku setuju dengan keputusanmu.' Kata Hearby dengan ragu. 'Ok, ayo kita masuk ke cahaya itu' Kata Mako dengan keputusan bulatnya. Akhirnya mereka masuk ke cahaya misterius tersebut.
__ADS_1
Setelah memasuki cahaya tersebut, mereka akhirnya sampai di sebuah negeri tak dikenal. Mereka terjatuh di tanah dan kemudian melihat sekeliling mereka berdua. Mereka pun akhirnya menemukan Jhonny dan Elizabeth. 'Jhonny, Elizabeth' Teriak Hearby sambil mengangkat tangannya ke atas untuk menunjukkan lokasi mereka berdua kepada Jhonny dan Elizabeth. Mendengar teriakan Hearby, Jhonny dan Elizabeth mendatangi Mako dan Hearby. 'Kalian tidak apa-apa…?' Tanya Mako yang sedang mengkhawatirkan Jhonny dan Elizabeth. 'Ya, kami tidak apa-apa. Tetapi, dimana kita sekarang…?' Tanya Elizabeth sambil melihat sekitar. 'Aku tidak tahu. Lebih baik kita segera menelusuri tempat ini.' Kata Mako. 'Ok, ayo kita telusuri.' Sahut Jhonny. Mereka pun menulusuri tempat itu bersama-sama.
Sementara itu di Desa Silver Roy, seorang petugas keamanan, Officer Thompson seperti biasa selalu datang pada sore hari untuk mengunjungi tempat tinggal Mako dan teman-temannya. 'Mako, Jhonny, Hearby, Elizabeth, aku boleh masukkan. Ini, aku membawa makanan bu..' Officer Thompson terkejut melihat rumah mereka yang sunyi. Officer Thompson mengetahui kalau setiap sore, Mako dan teman-temannya sudah pulang saat sore hari. 'Ini aneh…' Kata Officer Thompson yang kemudian memeriksa setiap ruangan di rumah mereka. Melihat keanehan itu, Officer Thompson membuat keputusan, 'Sebaiknya aku melapor kepada atasan, Mr. Edward. Mungkin beliau dapat member keputusan terbaik untuk mencari mereka berempat.' Officer Thompson pun pergi untuk menjumpai atasannya.
Di negeri tak dikenal, saat mereka menelusuri negeri tersebut, di saat itu mereka bertemu bertemu dengan anak perempuan yang seumuran dengan mereka. Mereka berempat segera mendekati anak perempuan tersebut. Melihat Mako dan teman-temannya, anak perempuan tersebut langsung memperkenalkan dirinya, 'Hai… Namaku Healy Asami. Aku tinggal di sebelah Selatan Negeri ini. Salam Kenal.' Kata Asami dengan lembut. Hearby pun memperkenalkan diri mereka berempat, 'Hai… Namaku Hearby McMachee. Ini James Mako dan di sebelah kanannya Jhonny Livingston dan yang di samping Jhonny namanya Elizabeth Richie. Senang berkenalan denganmu.' Kata Hearby sambil menunjukan teman-temannya dan membalas dengan senyuman. Hari pun semakin gelap, Asami pun mengajak mereka berempat untuk beristirahat di rumahnya, 'Ya, baiklah. Karena hari semakin, jika kalian mau, kalian boleh beristirahat di tempat tinggalku.' Kata Asami yang kemudian mengajak Mako dan teman-temannya beristirahat ke tempat tinggalnya. 'Ya, baiklah.' Jawab Hearby. Mereka pun bersama-sama pergi ke sebelah selatan negri tersebut menuju tempat tinggal Asami.
Di Desa Silver Roy, setelah Officer Thompson melaporkan yang terjadi kepada Mr. Edward, Mr. Edward langsung membentuk tim pencarian bersama officer-officer lainnya dan beberapa penduduk desa. Ia membentuk strategi untuk melakukan pencarian ke hutan yang sudah ditentukan oleh Officer Thompson, yaitu Hutan Greenwood. Mereka semua langsung berangkat menuju Hutan Greenwood. Setelah sampai di Hutan Greenwood, mereka langsung berpencar mencari Mako dan teman-temannya di daerah Hutan Greenwood yang sudah di tentukan. Sesuai instruksi dan strategi Mr. Edward, tim pencarian dibagi menjadi tiga regu. Setiap regu pergi mencari di daerah Hutan Greenwood yang sudah ditentukan. Setiap regu melaporkan apa yang dilihat dengan walkie-talkie.
Semua regu akhirnya berkumpul kembali, tetapi pencarian pun tidak membuahkan hasil. Mako dan teman-temannya tidak ditemukan. Mereka semua pun akhirnya kembali ke Desa Silver Roy pada malam hari. Dengan berat hati, Officer Thompson juga pergi meninggalkan hutan tersebut.
__ADS_1
Pada malam hari di negeri tak dikenal, Mako dan teman-temannya akhirnya sampai di tempat tinggal Asami. Asami mempersilahkan Mako dan teman-temannya untuk masuk ke rumahnya, 'Teman-teman, inilah rumahku. Memang tidak terlalu mewah tapi anggap saja rumah sendiri.' Kata Asami seraya mengajak Mako dan teman-temannya untuk masuk ke rumahnya. Mereka berempat pun menerima ajakan Asami, 'Terima kasih telah mengizinkan kami beristirahat di rumahmu.' Sahut Hearby. Semuanya pun masuk ke rumah Asami.
Setelah masuk ke rumah Asami, Hearby melihat anak laki-laki yang berusia setahun di atas mereka. Hearby pun terpesona melihat ketampanan remaja tersebut. Asami pun memperkenalkan remaja tersebut, 'Oh iya, aku lupa. Perkenalkan ini saudara laki-lakiku, namanya Jack Marco.' Kata Asami. 'Dan Jack, ini teman-temanku, yang ini namanya James Mako, sebelah kanannya Hearby McMachee, sebelah kirinya Jhonny Livingston dan yang di samping Jhonny namanya Elizabeth Richie.' Sambung Asami saat memperkenalkan Mako dan teman-temannya kepada Jack. 'Senang berkenalan denganmu.' Kata Mako yang kemudian tersenyum. 'Ya, sama-sama.' Balas Jack. Setelah berkenalan, Asami mengajak mereka semua untuk makan malam. 'Lebih baik sekarang kita makan malam bersama. Kalian silahkan duduk di ruang makan, biar aku yang mempersiapkan hidangannya.' Kata Asami sambil menunjukkan ruang makan. 'Terima kasih banyak atas ajakanmu. Baiklah Asami, aku dan Elizabeth akan membantumu mempersiapkan hidangannya.' Kata Hearby. 'Oh… baiklah kalau begitu, ayo bantu aku membawakan hidangannya.' Balas Asami seraya mengajak Hearby dan Elizabeth untuk membantunya.
Setelah semua hidangan telah di persiapkan, mereka pun makan bersama-sama. Sesudah selesai makan, Asami menunjukkan ruangan untuk mereka berempat beristirahat, 'Di sebelah sana, itu adalah ruangan untu kalian beristirahat. Oh iya, kamar mandi berada di sebelah kanan ruangan kalian. Ok, sekarang waktunya tidur. Aku sudah mulai mengantuk.' Kata Asami sambil menunjukkan ruangan istirahat mereka dan kamar mandi dan lalu bergegas menuju ruangan tidurnya. Semuanya pergi menuju ruangan masing-masing untuk beristirahat.
Tepat pada malam itu juga, di Desa Silver Roy, kekhawatiran Officer Thompson akan mereka berempat membuatnya pergi kembali ke Hutan Greenwood untuk mencari Mako dan teman-temannya, 'Ini sangat aneh. Mengapa mereka berempat belum kembali juga sampai tengah malam begini…? Jangan-jangan… tidak, aku tidak boleh berpikiran seperti itu. Aku akan mencari mereka berempat sekali lagi.' Kata Officer Thompson yang kemudian meninggalkan Desa Silver Roy dan pergi ke Hutan Greenwood.
Setelah sampai di Hutan Greenwood, Officer Thompson kembali menelusuri daerah dimana ia menemukan pisau Mako. Ternyata, saat Officer Thompson kembali menelusuri daerah tersebut, ia melihat sebuah cahaya misterius yang pernah dilihat Mako dan teman-temannya, 'Cahaya apa itu…? Sepertinya tampak misterius. Aku harus mendekatinya.' Kata Officer Thompson seraya mencoba mendekati cahaya tersebut. Tiba-tiba, sama seperti Mako dan teman-temannya, ia terhisap ke dalam cahaya tersebut. Officer Thompson pun akhirnya sampai di negeri tak dikenal setelah melewati cahaya tersebut. Tetapi, saat ia keluar dari cahaya tersebut, ia langsung ditemukan seorang prajurit dari negeri tersebut. 'Hey, siapa kau…? Dari mana asalmu…?' Tanya seorang prajurit dari negeri itu sambil menodongkan senjata api ke arah Officer Thompson. Prajurit itu langsung membawanya ke hadapan pemimpin mereka, 'Ayo ikut aku untuk menemui pimpinan!' Kata prajurit itu yang kemudian mengikat kedua tangan Officer Thompson dan membawanya menghadap pimpinan.
__ADS_1
Setelah menghadap pimpinan para prajurit mereka, pimpinan itu melontarkan sejumlah pertanyaan, 'Dari mana kau berasal…?' Tanya pimpinan tersebut. Officer Thompson tidak menghiraukan pertanyaan itu. 'Apa yang membuatmu datang kesini…?' Tanya Pimpinan tersebut sekali lagi. Tetapi Officer Thompson tidak berbicara sepatah kata pun. Akhirnya, pimpinan tersebut menyiksanya dan membawanya ke sel tahanan' Prajurit, bawa dia ke sel tahanan. Aku akan mengintrogasinya sedikit. Jangan beritahu raja tentang hal ini. Jika raja tahu, ia akan membunuh kita semua.' Kata Pimpinan tersebut. 'Tapi Pak…' kata salah seorang prajurit yang langsung dihentikan pimpinan tersebut, 'Sudah, kalian semua harus tutup mulut mengenai hal ini. Jika nanti dia tidak mau memberitahu sedikit informasi, aku akan menyiksanya dan kemudian kuserahkan pada raja.' Kata pimpinan tersebut. 'Baik, Pak.' Kata para prajurit secara serentak. Disana, Officer Thompson disiksa