Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita Pendek (Cerpen)
Eze Tripster


__ADS_3

Kategori: Cerpen Fantasi Fiksi


Judul: Eze Tripster


_________________________


Orangtua itu mendekatiku. Dia mengenakan mantel hitam dan celana jeans panjang. Dia mengulurkan tangannya padaku. Tapi tiba-tiba Ayahku menepisnya. Aku melihat bagaimana tatapan orang itu berubah sekejap saat melihat Ayahku. Tatapannya berubah sinis, dia mengeluarkan sebuah pistol dari saku mantelnya dan mengarahkannya ke perut Ayahku. Aku mencoba menyelamatkan Ayah, tapi orangtua itu segera menepisku dan mementalkanku.


Doorrr!!!


Semua mata tertuju pada orangtua itu. Ada sebagian yang berlarian ketakutan tetapi ada juga beberapa yang mencoba melawan orangtua itu. Aku yang masih terkulai lemas masih gemetaran melihat Ayahku terbujur kaku karena tembakan orangtua itu. Saat itu juga aku seperti merasa sangat lemas. Hingga akhirnya aku pingsan di tengah kerumunan. Malam itu aku terbangun. Ada yang berbeda. Aku sedang berada di gubuk lusuh yang hanya bersinarkan sebuah pelita yang tergantung di sudut ruangan.


“di mana aku?” ucapku sambil mengucek mataku.

__ADS_1


“sudah bangun, ya?” tiba-tiba seseorang masuk ke dalam gubuk. Dia bertubuh pendek. Pendek yang tidak wajar. “bagaimana perasaanmu sekarang?”


“perasaanku? Aneh!” aku menatap orang itu dengan aneh. Dia hanya setinggi satu meteran dan mungkin hanya seberat 20 Kg. Sementara orang itu tidaklah seperti anak kecil. Jenggot pirangnya memanjang hingga lantai gubuk. Kumisnya yang tebal hampir menutupi seluruh lubang hidungnya.


“siapa kau? Di mana ini?” aku kembali bertanya, tetapi dengan sedikit nada kecemasan.


“perkenalkan aku Hek.” dia mengulurkan tangannya padaku. Tapi aku tak langsung menyambutnya. “sekarang kau berada di rumahku. ”


“rumah, kau bilang ini rumah?” ungkapku yang sedikit kesal padanya. “ini lebih pantas disebut tempat sampah!” tambahku.


“apa yang sedang kau bicarakan? Aku… aku tak mengerti!” aku mencoba menggali sesuatu darinya.


“apa kau lupa kejadian tadi pagi?” tiba-tiba orang itu mengingatkanku pada peristiwa tadi pagi. Saat Ayahku terbunuh oleh orangtua itu. Saat aku pingsan dan tak sadarkan diri lagi.

__ADS_1


“ya, aku ingat.” aku tertunduk lemas dan tak terasa mataku teralirkan air mata. Orang yang bernama Hek itu, tiba-tiba melemparkan sapu tangan putih yang nampaknya masih baru. Aku menyapu air mataku dan kembali melanjutkan. “lalu apa yang terjadi setelah itu?”


Tiba-tiba petir menggelegar dan beberapa detik setelah itu hujan mengguyur. Sangat deras.


“lebih baik kita lanjutkan ceritanya besok. Lagi pula sekarang sudah larut. Lebih baik kau istirahat dulu, besok aku akan menjawab semua pertanyaanmu. Percayalah” pinta Hek padaku.


Tanpa basa-basi aku langsung menuruti apa yang dikatakannya. Aku berbaring kembali di atas kasur yang berisi jerami. Perlahan aku menutup mataku dan aku sadar Hek sedang menyelimutiku dengan selimut yang terbuat dari bulu beruang madu.


“ehm, namaku Eze, Eze Tripster. Maaf, jika aku tidak menyambut tanganmu tadi. Aku kira kau monster. Maaf.” aku mengulurkan tanganku padanya dan disambut dengan hangat olehnya.


“tidurlah nyenyak. Sampai jumpa besok.” Hek pun pergi dari gubuk itu dan menuju ke luar.


"iya terima kasih"

__ADS_1


hek pun pergi keluar namun tak kembali setelah itu


selesai


__ADS_2