
Kategori: Cerpen Horor Hantu
Judul: Pagi Yang Mendebarkan di Sekolahku
_________________________
Namaku Elisa Putri, seperti hari lalu, aku selalu datang lebih dulu di sekolah, hanya ada satpam yang berjaga di depan gerbang yang memandangiku bagai setan, melotot, pipinya penuh luka bakar misterius, tiap kali aku memandang satpam itu, bulu kudukkku merinding. sekolah yang sepi dan menyeramkan bagai kuburan.
__ADS_1
Karena masih terlalu pagi, aku pun masih merasa sedikit mengantuk, aku pun pergi ke toilet untuk membasuh muka, setelah aku membasuh muka, aku melihat ke gudang sekolahku yang di pintu gudang tertulis ‘dilarang masuk’. entah karena apa, tiba-tiba ada yang lewat bagai kilat di belakangku, seketika aku menoleh,
“siapa itu?” kataku, tak ada siapapun di sana, hanya ada papan bertuliskan ‘jagalah kebersihan’. tapi setelah kuamati baik-baik, ada bekas cipratan darah di samping papan tersebut, tiba-tiba, ada bayangan hitam lewat di belakangku, seketika pula aku menoleh, ternyata satpam yang di depan gerbang tadi, wajahnya menyeramkan, spontan aku teriak “uwaaahh!!!”, “ada apa dik? apa yang kau lakukan di depan gudang?”, tanyanya, “tidak, tidak ada apa apa pak.. aku hanya sekedar lewat, maaf” jawabku dan langsung berlari menuju ruang kelasku yaitu di 7A.
Ruang kelas begitu sunyi, aku mengambil tempat duduk paling belakang, tiba-tiba ada yang suara mendesis di samping kelas, kulirik ke jendela, “siapa di sana?”, tanyaku yang sebenarnya tak ada siapapun. Saat aku hendak kembali ke tempat dudukku, seorang anak berdiri tepat di depanku dengan rambut panjang, memakai seragam putih hijau yang berlumuran darah, dan memegang sebuah buku. Seketika aku teriak sekeras mungkin dan berlari menuju ruang guru, di tengah jalan aku bertabrakan dengan satpam penjaga sekolahku tadi.
Sampai di ruang kepala sekolah, aku mulai ngos-ngosan, “hah.. hah.. hah… apa.. yang sebenarnya… terjadi?” gumamku dalam hati, secara tidak sengaja aku melihat sebuah buku diary aneh di meja koridor sekolah, kubuka dan kubaca satu persatu, hingga kulihat halaman terakhir bertuliskan “TOLONG AKU!”, di tulis dengan darah, aku spontan berdiri dan berlari sembari membawa buku itu, tapi tiba-tiba satpam itu menyeretku ke gudang dengan kasarnya. “apakah ini yang di lakukannya?!”.
__ADS_1
Aku sempat pingsan beberapa saat, dan terbangun dalam keadaan terkapar di gudang sekolah, penuh luka goresan di tangan, tiba-tiba satpam itu berkata, “jadi kau sudah tau semuanya?, jadi, apa kau akan menolongnya?, atau kau akan menyusulnya?”, seketika aku merinding, “apa yang kau lakukan padanya? apa salahnya sampai-sampai kau harus membunuhnya?”, lalu satpam itu bercerita panjang lebar bahwa hantu itu bernama Arum, dia di bunuh karena telah memergoki satpam itu mencuri uang dalam ruangan kepala sekolah, siswi itu di bunuh dua hari yang lalu dengan tragis, lalu di simpan di dalam gudang sekolah, hingga dinyatakan hilang. “jadi itu alasannya mengapa gudang itu tidak boleh dibuka dan itu alsannya mengapa sekolah ini angker! dasar kau pembunuh!!”, “yah, meski kau berkata begitu kau tidak akan kubiarkan hidup!” tiba-tiba polisi datang mendobrak pintu gudang “angkat tangan!!” kata para polisi yang bersiap sedia sambil membawa pistol, akhirnya satpam itu pun ditangkap, ternyata, yang telah menelpon polisi adalah pak kepala sekolah yang melihatku diseret ke dalam gudang. “kau baik baik saja?”, tanya pak kepala sekolah, “ya, pak aku baik baik saja, terima kasih” jawabku.
Setelah jasad siswi itu ditemukan dan segera di otopsi di rumah sakit terdekat, aku melihat arwah siswi itu dari pojok kelas sambil mengucapkan “terima kasih”, “sama-sama” jawabku. lalu arwah itu menghilang, dan sekolah kembali aman.
FOLLOW IG AKU
@fidelria_10
__ADS_1