Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita Pendek (Cerpen)
Rahasia Kotak Biru II


__ADS_3

Kategori: Cerpen Horor Hantu


Judul: Rahasia Kotak Biru


_________________________


Semenjak kejadian tangisan yang kudengar itu hal hal aneh lain pun datang silih berganti mulai dari suara jeritan di rumah, piring jatuh, pintu yang terbuka sendiri padahal saat itu tak ada seorang pun di rumah. Bahkan mimpi mimpi buruk yang ku alami, tapi anehnya mimpi buruk itu selalu terulang ulang. Di mimpi itu aku berada di ruang kosong dengan seorang perempuan, dan perempuan itu duduk di kursi sambil memegang kotak biru yang sama persis yang kutemukan di toilet waktu itu, dia memegang kotak itu dengan rambut yang acak acakan, baju yang robek di sana sini, dan tangannya banyak bekas cakaran, matanya menerawang jauh, seakan dia tak mau hidup lagi. dan seperti yang kupikirkan perempuan itu memang tak mau hidup lagi, ia berdiri dengan badan sempoyongan dan mengambil gunting di tasnya lalu memotong urat nadinya hingga darah memancar dari luka di tangan nya, darah itu mengenai baju ku. aku menjerit namun tak ada seorang pun yang mendengar jeritan itu, dan perempuan itu melemparkan kotak biru kepada ku kemudian dia meninggal. Setiap perempuan itu meninggal aku selalu terbangun dan ketakutan.


Suatu malam mimpi itu datang lagi tapi anehnya saat aku terbangun dari mimpi itu tangan kiri ku memegang selembar kertas yang bertuliskan 'bantu aku!!!. Cari tahu Nur Aisyah!! Tolong!!' dengan tinta darah. Aku merasakan ketakutan yang mendalam saat membacanya, dan berharap ini Cuma bagian dari mimpi buruk ini. Tapi kenyataannya tidak kertas itu benar nyata dan sekarang ada di tangan ku. kuputuskan untuk mencari tahu siapa Nur Aisyah itu, tapi dari mana aku harus memulai mencarinya, saat pertanyaan itu menggeliat di otak ku, entah bagaimana bisa terjadi aku seperti berada dalam ruang perpustakaan sekolah dan di sana terdapat perempuan yang sering masuk dalam mimpi mimpi ku, dan tepat saat aku memandang perempuan itu seketika aku tersentak dan kembali ke dunia ku, seolah olah aku mempunyai indra ke enam dan bisa masuk ke alam lain. Tapi itu semua tak menjadi pikiran ku yang sekarang aku lakukan adalah mencari tahu siapa Nur Aisyah, dan sepertinya pencarian ini akan dimulai dari perpustakaan sekolah.


Saat pulang sekolah aku menyibukkan diri dengan mencari tahu siapa Nur Aisyah itu, ku mulai pencariaan dari daftar alumni dari alumni pertama namun tak membuahkan hasil buku itu sudah banyak yang terputus dan sepertinya tak mencakup keseluruhan murid, lalu ku lanjutkan dengan album foto alumni, ku buka lembar demi lembar album itu sampai aku menemukan nama 'Nur Aisyah' yang tercantum dalam foto angkatan 1997, wajah nya persis dengan perempuan yang muncul dalam mimpi dan semua kejadian aneh yang ku alami selama ini, namun di album ini terlihat lebih cantik dan bersemangat.


Setelah aku mendapatkan informasi bahwa dia alumni SMA Tri Saktya angkatan 1997, segera aku mencari informasinya di daftar riwayat siswa, yap kudapatkan juga nama nya Nur Aisyah, lahir di Bandung 29 april 1981, ia anak ke dua dari bapak Wiranto dan ibu Kasiem, dia mempunyai seorang kakak bernama Firdaus. Nur aisyah diterima di SMA di bangku kelas 2 ipa, ia murid yang cerdas yaitu dengan bukti dia tercatat sebagai peserta olimpiade fisika tingkat provinsi. Dia tinggal di jln mawar no 45.


Setengah harian aku habiskan waktu untuk mencari info tentang dirinya kuputuskan untuk pulang, saat aku melintasi ruang XII ipa 2, rasa takut itu kembali hadir dan membuat aku berdiri kaku, ku lirik jauh ke dalam ruang kelas dan ku temukan Nur Aisyah sedang duduk melamun, sontak aku terkejut dan ketakutan setengah mati. Saat aku hendak lari, kaki ini terasa kaku dan memaksa ku untuk tetap berdiri ketakutan, Nur Aisyah pun berdiri dari tempat ia duduk dan berjalan keluar kelas melewati ku dengan tatapan kosong ia menatapku dan menunjuk ke arah gudang kosong di samping laboratorium fisika. Perasaan ku makin tak menentu ketakutan sekaligus penasaran, saat aku memperhatikan gudang kosong itu Nur Aisyah sudah menghilang dan kaki ku bisa digerakkan lagi, apa yang ditunjukkannya pada ku apa yang ada di ruangan itu. 'ah sudah lah, sudah hampir maghrib besok aja aku cari tahu apa yang ada di gudang kosong itu' ujar ku dalam hati.


Keesokan harinya aku sengaja datang pagi pagi untuk melihat apa yang ada di gudang itu, dari luar gudang itu Nampak seperti gudang biasa yang penuh dengan kursi dan meja rusak, saat aku hendak mengintip tiba tiba pak Darman mengagetkanku 'eh alah anak gadis kok manjat manjat ngintip koyongono' katanya sambil memegang sapu, dia memang penjaga sekolah ini, dia sudah lama bekerja sebagai penjaga sekolah katanya sih dia bekerja sejak sekolah ini pertama kali didirikan.


'hehhe enggak kok pak gak ngintip, pengen liat aja apa isi gudang ini' kilah ku sambil nyengir


'oalah bocah ngawur, yo iki gudang isi ne pasti barang barang seng wes ra di pake lagi'


'iya pak bener juga ya, bapak pinter juga ya'


'hem mbak e ki ngeledek, mbok yo ojo ngono mbak'


'hahha enggak kok pak, bapak tu pinter lagi, eh pak saya boleh nanya sesuatu gak'

__ADS_1


'nanya apo to mbak'


'pak Darman kan kerja di sekolah ini udah lama, bapak pernah kenal gak sama Nur Aisyah siswa sini dulu' tanya ku panjang,


'Aaaiisyah?' wajah pak darman ketakutan


'ia pak Aisyah'


'maap mbak saya gak tau mbak, saya gak tau' ujarnya bergegas meninggalkan ku, namun tiba tiba angin dingin datang menerpa tubuh ini dan suara itu muncul 'pak Darman, paak tolong pak tolong aku, beritahu dia beri tahu dia paak' suara Aisyah membuat ketakutan pak Darman makin jadi. Setelah suara itu perlahan hilang, aku bergegas mendekati pak Darman, namun langkah ku terhenti saat pertanyaan keluar darinya yang setengah ketakutan.


'mbak tau Aisyah dari mana' wajahnya masih sangat ketakutan


'saya gak tau banyak si pak, tapi semenjak dia sering ganggu saya, sedikit sedikit saya cari informasi tentangnya'


'ahh? Mbak diganggu Aisyah?' tanyanya makin terkejut


'iya mbak, baik baik saya akan cerita, sebenernya begini lo mbak ceritanya, waktu itu Aisyah adalah siswi baru di SMA ini, dia ayu tenan, semua pria di sekolah ini menyukai dia, selain dia ayu dia juga pinter lo mbak, lebih lagi dia baik hati, dia sering ngobrol dengan saya tentang cara ngerawat bunga, dia itu sopan mbak, kalo menurut saya dia itu gadis yang sangat sempurna, tapi…' pak Darman menghentikan pembicaraannya


'tapi apa pak?' tamya saya penasaran


'tapi nasib dia mbak ndak beruntung, waktu itu hari selasa pagi se sma ini heboh mbak, soalnya Aisyah ditemukan mati mbak di gudang ini, yang buat serem itu lo mbak dia mati dikelilingi darah yang ngalir dari tangan kirinya mbak, terus rambutnya acak acakan baju nya banyak robek mbak, dugaan orang si dia mati bunuh diri karena depresi mbak' jelasnya panjang


'oo gitu ya pak, terus setelah dia meninggal gimana?' tanya ku lagi


'yo setelah Aisyah meninggal banyak kejadian aneh di sekolah ini,'


'kejadian aneh gimana pak?' potong ku

__ADS_1


'yo kejadian aneh, kadang ada murid yang gak sengaja lihat dia, terus ada guru juga waktu itu lihat dia, aneh to mbak, terus yo mbak yang aneh lagi itu 2 siswa pria yang dulu sering ngejar ngejar dia malah ketakutan terus kalo di sekolah, terus e mbak 3 minggu setelah kematian Aisyah ke 2 pria itu pun ditemukan mati di tempat yang sama, entah tanpa hal yang jelas yang saya tahu 2 pria itu mati dengan wajah ketakutan' jelasnya kembali


'terus dulu Aisyah punya pacar gak pak?'


'kalo yang itu saya kurang tahu mbak tapi dulu gossip gossip nya dia suka sama Ryan temen sekelasnya juga kalo ndak salah' jawabnya ragu


'oo gitu ya pak, ya udah deh pak saya masuk kelas dulu ya'


'oh iya monggo neng' jawabnya


'Nur Aisyah wanita cantik pintar baik hati, apa yang membuatnya bunuh diri?' tanya ku dalam hati. Apa karena dia patah hati, tapi kalau patah hati kenapa 2 pria yang diceritakan pak darman tadi mati di tempat yang sama dengan aisyah. 'huh' kuputuskan pulang sekolah akan masuk ke gudang kosong itu.


Saat pulang sekolah ku beranikan diri untuk masuk ke gudang itu, kucari celah agar aku bisa masuk ke dalamnya, dan akhirnya kudapatkan celah itu, aku masuk leawat jendela yang berada di bagian belakang gudang. Saat kaki ku menapakkan pijakan di lantai bulu kuduk ku merinding, jantungku berdebar keras, dan hal itu terulang aku seolah terseret kem asa lalu, melihat aisyah diseret oleh dua orang pria ke dalam gudang, aisyah berusaha memberontak namun apa daya pria itu lebih kuat dari nya, mulutnya dibekap dengan saputangan, lalu pria itu merobek baju aisyah dan mereka memperk*sanya, Aisyah meronta ronta namun mereka tak menghiraukannya, setelah selesai mereka meninggalkan Aisyah begitu saja, dengan wajah kusut pikiran yang tak karuan. Aisyah mengambil gunting dan bunuh diri. Darahnya mengalir deras dari pergelangan tangannya. Saat darah itu memercik ke tubuh ku aku tersadar kembali, dan kulihat tak ada sedikit pun darah menempel di baju ku.


Saat aku melirik ke samping sepertinya arwah Aisyah sedang memperhatikanku dia mendekat dan berkata 'tolong aku, sebenarnya saat kejadian itu aku punya janji dengan Ryan di taman belakang sekolah, aku membawa kotak yang sekarang ada padamu, namun saat aku menuju kesana aku dihadang oleh dua ******** itu, aku dibawanya ke sini dan hal itu pun terjadi, sebenarnya aku hendak memberikan kotak itu kepada Ryan, karena dalam kotak itu ada jawaban atas pernyataan cintanya kepada ku, dan aku yakin dia menunggu jawaban itu. Dan Cuma kau yang bisa menolong ku, tolong aku berikan kotak itu pada nya' katanya memohon pada ku.


'baik akan kuberikan pada nya' setelah aku mengucapkan itu seketika Aisyah hilang, dan aku bergegas ke luar dari gudang dan mencari tahu tentang keberaadaan Ryan sekarang.


Sama hal nya cara aku mencari informasi tentang Aisyah cara itu pun ku gunakan untuk mencari informasi tentang Ryan dan yap aku dapatkan dia sekarang bekerja di percetakan di jalan wahidin. Setelah ku mendapatkan informasi itu aku segera kesana sambil membawa kotak biru Aisyah. Sesampainya di sana aku harus menunggu beberapa jam untuk menemuinya. Saat kami pertama kali bertemu dia heran dan tak pernah merasa kenal dengan ku. namun saat aku menyebutkan Aisyah wajahnya yang tampan mendadak dihiasi kesedihan, lalu ku ceritakan semua hal yang terjadi pada diri ku dan bagaimana aku bisa tahu aisyah awalnya ia tidak percaya sampai aku mengatakan kalau mereka merencanakan pertemuan di belakang taman namun Aisyah tak kunjung datang, dia bertanya 'darimana kau tahu semua itu?' tanyanya heran kepada ku 'Aisyah, Aisyah yang menceritakannya pada ku' jawabku. Lalu aku ceritakan kenapa dia tidak datang memenuhi janji nya, Ryan seketika terkejut, namuan saat aku menyodorkan kotak biru Aisyah, dia diam, dan memperhatikannya. 'ok udah ya, aku udah sampein keinginan aisyah sama kamu, sekarang terserah kamu kotak itu mau kamu apain' ujar ku polos namun tak ada respon yang ditunjukkan oleh Ryan. Aku pun pergi meninggalkan nya namun saat langkah ku tak terlalu jauh suara ryan memanggil ku 'tunggu,' cegah nya menghentikan langkahku, aku menoleh dan menghampirinya 'apa?' tanya ku. 'terimakasih atas semuanya' ucap Ryan. 'oh gak masalah aku seneng seneng aja ngelakuin nya' jawab ku santai 'ya udah deh aku balik ya, udah sore ni' lanjutku. 'ya udah makasi ya sekali lagi' jawab Ryan.


Saat di jalan menuju rumah aku ngeliat Aisyah tersenyum menatap ku, mungkin itu ucapan terima kasih dari nya, dia Nampak cantik dan pandangannya tak kosong lagi. dan kuharap dia bahagia atas semua yang kulakukan dan semoga dia tenang di alam nya.


Sejak kejadian itu hidup ku kembali normal tak ada kejadian aneh, suara suara aneh, atau mimpi mimpi buruk yang menghantui seperti yang ku alami akhir akhir ini, semua kembali seperti biasa dan aku tetap menjadi diri ku yang selalu datang telat ke sekolah dan aku bahagia. Meski aku tak cantik dan tak pintar tapi aku tahu hidup ku bisa bermanfaat bagi orang lain atau setidaknya makhluk lain lah.


FOLLOW IG AKU


@fidelria_10

__ADS_1


__ADS_2