
Ketika Aisha ingin mengambil minum di mesin otomatis. Ada Kenan dan Bella di belakangnya. Aisha menyembunyikan kepala di mesin otomatis.
"Kenapa lagi ini bocah." Kenan menatap sinis Aisha.
"Eh! anak baru lama amat ngambilnya, cepat dong gantian, Kenan mau minum juga." Ucap Bella ketus.
"Iya, ini lagi nunggu keluar minumannya." Aisha menunduk.
"Ah! Lama Loe, awas." Bella mendorong Aisha hingga jatuh. Aisha bangun dan merapikan roknya.
"Nih, Kenan minuman Loe." Bella memberikan minum ke Kenan. Tapi Kenan menatap sedih melihat Aisha.
Aisha meneteskan air mata, dia pun tidak tau kenapa air matanya jatuh.
Tika melihat Aisha menangis, langsung menghampiri Aisha.
"Sha, Loe kenapa?." Tika panik.
"Kenapa gue lihat Aisha menangis, hati Gue terasa sedih juga." Batin Kenan.
"Aku ngga apa-apa, cuma tadi kelilipan debu." Aisha berbohong.
"Ya udah. Duduk yuk." Tika menggandeng Aisha.
Bonny datang membawa makanan.
"Aisha kenapa Tik?." Bonny menaruh nampan ke meja.
"Ngga kenapa-kenapa kok, cuma dia kelilipan debu aja." Kata Tika.
__ADS_1
"Nih, bakso loe, Sha." Bonny menyodorkan semangkok bakso besar
"Ya, ampun. Bakso." Mata Aisha terbinar-binar melihat bakso yang besar.
"Loe lihat bakso, kaya ngelihat harta karun aja, Sha." Bonny menggelengkan kepala melihat tingkah Aisha.
"Sumpah aku baru lihat ini bakso besar banget dan rasanya enak." Kata Aisha semangat memakan bakso.
Dari kejauhan Kenan melihat kelakuan Aisha, dia tertawa.
"Ken, Loe kenapa ketawa? baru kali ini lihat gunung es bisa tertawa." Tanya Arif bingung.
"Sue Loe, Sudah ah! Gue mau keperpus dulu. Nih tolong bayarin." Kenan pergi.
"Lucu juga dia dan manis kalau di perhatikan, iish... Loe apa-apa sih. Jangan banyak halu." Kenan berperang batin.
"Sha, pelan-pelan makannya tenang ngga akan ada yang minta." Kata Bonny dari tadi menelan ludah melihat Aisha melahap bakso.
"Emang loe ngga pernah makan bakso, Sha?." Tika merasa aneh dengan Aisha melahap bakso.
"Di Desa ku itu kalau kita mau makan bakso harus turun ke bukit. Tapi bakso ini bakso terenak yang pernah aku makan." Aisha memberikan dua jempol.
"Kalau gitu nanti pulang sekolah, gue beliin dech." Tika.
"Gue juga ya, Tik." Bonny.
"Iya." Tika.
"Terimakasih, Tika." Serentak.
"Kamu sudah selesai, Sha?." Tika.
"Sudah, yuk. Kekelas, tapi aku mau ke toilet dulu ya." Aisha bergegas ke toilet.
__ADS_1
"Ya udah." Bonny.
Aisha ketoilet hanya menelpon Ibu Selly.
"Assalamualaikum, Mih." Aisha berbisik.
"Wa'alaikumsalam, ada apa Sha, kamu telp Mami?." Ibu Selly di seberang.
"Ini, Mih. Aisha pulang telat, ya. Soalnya nanti Aisha mau belajar kelompok." Aisha berbohong.
"Baiklah, pulangnya jangan terlalu malam, ya sayang." Ibu Selly.
"Iya, Mih. Assalamualaikum." Aisha buru-buru tutup tlp.
"Wa'alaikumsalam, dasar ini anak." Ibu Selly.
Skip
Waktunya pulang sekolah, Aisha langsung bergegas ke restoran.
"Assalamualaikum, Mba. Saya hari ini mulai bekerja, apa yang harus saya lakukan." Aisha menatap Resepsionis.
"Mba Aisha, ya. Kenalkan saya Ririn, Silakan ikut saya." Ririn mengantar Aisha ke ruang ganti baju.
"Iya, Mba. Terima kasih." Aisha mengikuti Ririn.
"Sha, ini seragam kamu. Tugas kamu hanya membawa makanan di meja pengunjung." Ririn menjelaskan.
"Baik, Mba. Terimakasih, ya Mba." Aisha semangat.
"Semoga kamu betah disini, ya." Ramah Ririn.
"Amiin." Aisha yang langsung mengganti seragam kerja.
__ADS_1