Cinta Kamu

Cinta Kamu
#64


__ADS_3

Pagi harinya, semua orang sudah berkumpul di meja makan. Tinggal Aisha yang masih di kamar.


"Ken, bagaimana kamu ketemu Aisha?." Mami Selly menyenggol Kenan yang sedang makan.


"Udah, Mi." Jawab Kenan santai.


"Wait, kalian kenapa mencari Aisha?memang ada apa?." Om Roy bingung.


"Ini loh, Roy. Biasa mba mu ini ngga lihat anak gadisnya sehari aja, kaya ngga ketemu setahun. Dia bahkan nyuruh Kenan nyari Aisha sampai dapat." Papi Devan menjelaskan.


"Ya ampun, mba kalau mencari Aisha itu di restaurant aku. Dia abis pulang kuliah selalu kesana membantu aku." Kata Om Roy meletakkan sendok dan gerapu di atas piring.


"Yah, mana aku tau. Roy." Mami Selly memanyun kan bibirnya.


"Yah, nanti lain kali kalau kalian ingin ketemu Aisha ada di restaurant aku mba."


"Siap, ya udah. Aku mau cek ke kamar Aisha, ia udah bangun atau udah pergi." Mami Selly berjalan menuju kamar Aisha yang berada di lantai 2.


Tok...Tok...


"Aisha, sayang. Kamu sudah bangun." Mami Selly mengetuk pintu kamar Aisha.


"Sha, Mami masuk ya." Karena tidak ada jawaban Aisha, Mami masuk kedalam kamar Aisha.


Betapa kagetnya Mami Selly melihat Aisha tidur meringkuk di atas ranjang tanpa selimut


"Sha, kamu kenapa?." Mami Selly menggoyakan tubuh Aisha.

__ADS_1


"Masya Allah, kamu panas sekali." Mami Selly kaget ketika memegang tangan dan kening Aisha terasa panas.


"Kenan, Papi, Roy, Arkan. Tolong Aisha." Teriak Mami Selly dari atas.


Kenan, Papi Devan, Roy dan Arkan mendengar teriakan Mami Selly dari atas, mereka bergegas menghampiri Mami Selly.


"Ada apa, Mi?." Papi Devan.


"Kenapa Aisha, Mba?." Om Roy khawatir dengan Aisha.


"Iya, Mi. Aisha kenapa?." Tambah Kenan Khawatir.


"Cepat kalian panggil dokter dan ambil air buat kompres, Aisha badannya panas." Perintah Mami Selly.


"Siap." Serentak mereka berhamburan pergi.


Tak lama kemudian dokter pribadi keluarga Kenan datang, sebelumnya Aisha sudah di kompres oleh Mami Selly.


"Rand, gimana keadaan Aisha?." Tanya Mami Selly khawatir.


"Tidak apa-apa tan, dia hanya demam. Aku lihat dari wajahnya dia sangat lelah, apa dia seorang pekerja atau pelajar, tan?." Kata dokter Randy melihat Aisha, tanpa ia sadari. Hatinya sangat senang melihat wajah Aisha yang cantik, walau pucat.


"Dia pelajar, Rand. Mungkin dia lelah, karena dia sangat suka sekali belajar." Mami Selly tersenyum melihat Kenan yang menatap geram cemburu, Dokter Randy menatap terus Aisha.


"Ooo... Baiklah, aku permisi dulu. Tan, nanti bila ada apa-apa kabari aku lagi, ya tan." Dokter Randy membereskan peralatan dokter ke dalam tasnya.


"Baik, terimakasih banget. Ya , Rand. Salam buat kedua orangtuamu." Mami Selly mendekati Aisha dan Randy keluar di antar Kenan.

__ADS_1


"Ken, itu siapa si?. Cantik banget, kaya bidadari." Kata Dokter Randy.


"Keponakan Om Roy." Ketus Kenan.


"Masa, gue baru tau. Perasaan Om Roy itu anak tunggal kenapa bisa punya keponakan, apalagi cantik banget. Wajahnya aja ngga mirip sama sekali dengan Om Roy, gue ngga percaya."


"Terserah loe mau percaya atau ngga, tapi kenyataannya begitu. Loe tanyakan aja sama kedua orangtua loe, mereka pasti tau. Ya, udah sana pulang, banyak nanya bikin gue pusing tau." Kenan mendorong Dokter Randy masuk mobil.


"Ck! baik-baik. Salam buat bidadari cantik, ya Ken. Bilang dari dokter tertampan dan muda." Dokter Randy dan masuk kedalam mobil. Kenan hanya menganggukkan kepala.


"Ngga akan gue sampaiin salam loe." Kenan masuk kembali kedalam.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jgn lupa likenya ya.... met menjalankan ibadah puasa...


__ADS_2