Cinta Kamu

Cinta Kamu
#18


__ADS_3

Tiba di salon, Mami Selly menarik tangan Aisha dengan lembut. Kedatangan Mami Selly dan Aisha di sambut oleh Tante Tasya, pemilik salon.


"Hai, jeng Selly. Akhirnya kamu datang juga, ini siapa cantik banget." Tante Tasya mencipaka cipiki Mami Selly.


"Ini anak perempuan yang aku ceritain." Mami Selly memperkenalkan Aisha.


"Jadi ini yang namanya Aisha, aslinya cantik banget. Jeng." Tante Tasya mencipaka cipiki Aisha.


"Assalamualaikum, Tante. Aku Aisha." Aisha mencium punggung tangan Tante Tasya.


"Wa'alaikumsalam, kamu sopan banget. Jadi menantu ku aja nanti ya." Canda Tante Tasya.


“Ish... Ngapain Tante Tasya mau ngejodohin Aisha dengan anaknya, ini ngga boleh terjadi gue harus bertindak.” Batin Kenan yang mengintip di belakang pintu masuk.


Sebelum Mami Selly bicara Kenan menghampiri Maminya.


"Assalamualaikum." Kenan memberi salam dengan sopan.


"Wa'alaikumsalam." Serentak. Aisha menoleh dan kaget ternyata Kenan.


"Kamu ngapain kesini, kamu ngintilin Mami." Mami Selly sewot.


"Mami aku kesini di suruh Papi, jagain Mami. Takut Mami ngga pulang-pulang." Kenan berbohong dan tetap bergaya cool.


"Jeng, ini pasti Kenan, Ya." Tante Tasya.


"Iya, Jeng." Mami Selly.

__ADS_1


"Sudah besar tambah ganteng, percis kaya Papi dan Omnya." Tante Tasya.


Author Pro


Om Roy sebenarnya itu duda, istri dan anaknya sudah meninggal. Waktu itu istrinya terjatuh dari tangga dan mengalami pendarahan, di dalam perjalanan kerumah sakit istrinya Om Roy meninggal bersama bayi yang ada di dalam kandungan.


Sejak itu Om Roy tidak mau menikah lagi, karena Mami Selly kasihan terhadap adik iparnya. Ia mau menjodohkan Tante Tasya dengan Om Roy. Tante Tasya itu janda beranak 1, usia anaknya masih 5 tahun.


Skip


Aisha dan Mami Selly sedang perawatan dari rambut sampai ujung kaki, hingga membuat Kenan bosan menunggu.


"Kenapa mereka lama banget, apa yang mereka lakukan." Gerutu Kenan.


Mami Selly keluar dengan wajah yang segar.


"Hehehe... Iya, Mi." Kenan garuk kepala.


Tiba-tiba Aisha keluar dengan penampilan yang berbeda, malah tambah cantik dan fresh. Membuat jantung Kenan berdetak kencang.


“Sial, dia tambah cantik.” Batin Kenan kesal.


“Kamu sudah mulai cinta sama Aisha, Mami akan membuat kamu mengakui perasaan kamu Kenan.” Batin Mami Selly tersenyum melihat tingkah Kenan.


"Ya udah, yuk. Sha, kita menuju restoran." Mami Selly menggandeng tangan Aisha.


Kenan masih menatap Aisha.

__ADS_1


"Ken, mau sampai kapan kamu melamun seperti itu. Mami dan Aisha pergi dulu, ya. Bye." Mami Selly dengan cepat berjalan dan tangannya masih menggandeng tangan Aisha.


"Sial, Mi. Tunggu Kenan ikut." Teriak Kenan dan berlari.


Sesampai restaurant, teman sosialita Mami Selly sudah menunggu kedatangan Mami Selly.


"Hai, semua. Maaf datang telat, biasalah aku kesalon dulu." Mami Selly cepika-cepiki satu persatu teman-temannya.


"Eh! ada mas ganteng." Ibu Monik centil.


"Hai, Tante." Sapa Kenan tersenyum.


"Iya, kami sudah maklumi. Kok, anyway ini siapa jeng, cantik sekali?." Ibu Siska ramah.


"Oia, ini Putri angkat ku. Namanya Aisha, sayang. Kenalkan ini teman-teman Mami." Mami Selly memperkenalkan Aisha ke teman-temannya.


"Cantik, sekali. Kamu mau ngga aku kenalin anak tante, dia seorang dokter muda dan gantengnya ngga jauh dari Kenan." Ibu Septi membanggakan anaknya.


"Ini kenapa tante-tante pakai mau ngenalin anaknya ke Aisha." Batin Kenan emosi.


"Benaran tante, sekalian aku belajar sama abang dokter. Soalnya aku juga mau jadi dokter, tante." Aisha terbinar.


"Shet dah, ini bocah. Malah semangat banget." Batin Kenan hatinya merasa panas, Mami Selly melihat Kenan seakan mau meledak, Mami Selly tersenyum.


"Maaf semua, kami harus pulang terlebih dulu, karena senin kami akan ada ujian. Kami permisi, Assalamualaikum semuanya." Kenan menarik tangan Aisha dan pergi menuju pakiran.


"Hahaha... Kenan-kenan, Mami tau kamu cemburu." Mami Selly merasa senang.

__ADS_1


__ADS_2