Cinta Kamu

Cinta Kamu
#24


__ADS_3

Bonny dan Tika kaget melihat Aisha yang kepalanya di sandarkan di atas meja sambil menangis tersedu-sedu.


"Aisha Loe kenapa? siapa yang sudah bikin loe kaya gini, biar gue hajar itu orang." Tanya Bonny panik.


Aisha masih menangis malah tangisnya menjadi kencang.


"Hhuuwwaa..." Teriak Aisha, sehingga teman-teman sekelas semua menatap Aisha dengan menatap penasaran.


"Sudah, Aisha. Loe jangan nangis terus lihat semuanya pada ngelihatin loe. Nih hapus air mata loe." Tika menyodorkan tisue.


"Thank's, Tik." Aisha mengambil tisue pemberian dari Tika.


"Iya sama-sama, loe kenapa? Datang ke kelas langsung nangis" Tanya Tika.


Aisha menceritakan semua kedua sahabatnya. Bonny dan Tika merasa kalau Aisha itu di bohongi oleh Bella, karena setau Bonny dan Tika, kalau Kenan itu tidak suka dengan cewek yang sangat keganjenan.


Kenan, Bonny dan Tika waktu SMP itu satu sekolah dan kelas, tapi mereka tidak saling kenal.


"Sudah jangan nangis, katanya loe harus mewujudkan impian dan cita-cita loe." Tika mengelus pundak Aisha.


"Asal Loe, Sha. Kenan itu ngga suka sama cewek yang keganjenan dan matre, Kenan itu suka sama cewek yang giat belajar dan bisa mengalahkan dia." Kata Bonny duduk di sebelah Aisha.


"Maksudnya mengalahkan dia gimana?." Aisha menghapus air matanya.


"Itu loe harus jadi juara pertama dalam pelajaran, selama ini tidak ada yang bisa mengalahkan Kenan. Dia selalu dapat juara pertama dan mendapatkan nilai paling sempurna." Bonny menjelaskan.


"Baik, aku masih punya kesempatan. Aku harus semangat, Come on Aisha kamu semangat." Batin Aisha memberi semangat kepada dirinya sendiri.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Tidak terasa ulangan semester sudah selesai dan hari sekolah mengadakan class meeting atau mengadakan perlombaan antar kelas.


Aisha dan teman-teman sekelas sangat semangat sekali.



Saat Sandy sedang memberi intruksi kepada teman-teman kelasnya yang akan mengikuti lomba, tiba-tiba Kenan datang dan menghampiri Aisha. Kenan merasa panas Aisha begitu dekat dengan Sandy.


"Percuma kalian berlatih tidak akan bisa mengalahkan kelas gue." Kenan sombong.



"Kamu jangan sombong dulu, kita lihat nanti siapa yang menang." Aisha percaya diri.


"Wih! Ini baru yayang gue, makin lope-lope dech babang Sandy." Sandy senang.



"Oke, kalau gitu lihat aja. Jangan menangis nanti kalau kalah." Kenan sinis. Lalu pergi.


"Shitt... Kenapa Gue jadi emosi gitu." Kenan mengacak-acak rambutnya.


Kenan sudah berganti pakaian dan duduk di tenda, ia melihat Aisha yang sedang mengikuti lomba lari.



"Menggemaskan sekali Si Aisha" Kenan memperhatikan Aisha sambil tersenyum.


__ADS_1


Mami Selly dari kejauhan memfoto Kenan yang sedang memperhatikan Aisha. Mami Selly kaget karena baru kali ini melihat Kenan tersenyum.



"Mami tau kamu pasti sudah mulai jatuh cinta dengan putri Mami yang cantik dan imut." Kata Mami Selly senang.


Saat ini kelas Kenan dan Aisha bertarung.



Sandy begitu semangat menjadi pemimpin perlombaan di kelasnya.


"Ayo, gays. Kita ngga boleh kalah dari kelas sebelah, semangat teman-teman." Sandy berkoar-koar.


"Semangat." Serentak.


Perlombaan saat ini di menangkan oleh tim kelas Aisha, sekarang tinggal babak akhir perlombaan lari pria. Kenan melawan Sandy.


"Loe nyerah ajalah, kelas gue yang menang. dan gue juga bisa mendapatkan yayang beb gue Aisha." Sandy percaya diri. Kenan yang mengikat tali sepatu merasa geram.



"Hahaha... percaya diri banget loe, lihat aja nanti siapa yang menang. Kalau gue menang loe harus jauhi Aisha." Kenan bangun dan menusuk-tusuk dada bidang Sandy.


"Oke, tapi kalau gue yang menang. Loe harus jauhi Aisha." Sandy menepis tangan Kenan.


"Deal." Serentak.


Perlombaan pun di mulai. Kenan menatap Aisha, mengharapkan Aisha memberi dukungan. Aisha merasa Kenan terus menatapnya, malah tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2