Cinta Kamu

Cinta Kamu
#67


__ADS_3


"Hiks... Hiks... Hiks... Aku takut, Arkan pergi sama seperti Adam dan Baim. Arkan sudah aku anggap sebagai adikku, aku ngga mau Arkan kenapa-napa." Aisha masih menangis di pelukan Kenan.


"Tenang aja, Arkan ngga akan kenapa-napa." Kenan menenangkan Aisha.


"Aisha loe begitu khawatir sama Arkan." Batin Kenan.



Aisha baru sadar, kalau diri memeluk Kenan. Ia pun menjadi malu dan pipi merah merona.


"Maaf." Aisha cepat-cepat membalikan badan. Ketika Aisha ingin pergi, Kenan sudah memegang pundak Aisha.


"Tunggu." Kata Kenan sambil menghirup wangi tubuh Aisha yang sangat menenangkan hati. Lalu Kenan memeluk Aisha dari belakang.


"Jangan pergi, biarkan gue memeluk loe sebentar aja." Ucap Kenan. Aisha hanya terdiam, karena Aisha tidak bicara Kenan membalikan tubuh Aisha dan Kenan mencium bibir Aisha.


"Mmmm." Aisha kaget dan berusaha melepaskan, tapi Kenan tetap memaksanya.


Kenan melepaskan ciuman dan memegang tangan Aisha.


"Aisha, gue men..." Omongan Kenan terpotong, ketika Dokter keluar.


"Keluarga Arkan." Kata Dokter.


"Tadi Kenan mau ngomong apa ya. Aish!! jadi penasaran aku." Batin Aisha meronta.


"Iya, dok. Saya kakaknya." Kata Kenan menghampiri Dokter.


"Alhamdulillah operasi berjalan lancar, tinggal penyembuhan saja." Kata dokter.


"Terimakasih, dok." Ucap Kenan.


"Iya, Arkan akan di pindahkan keruang rawat inap. Kalau begitu saya permisi dulu."


"Sekali lagi terimakasih, dok."


Setelah dokter pergi, Suster mendorong tempat tidur Arkan.

__ADS_1


Yah, Arkan sedang berbaring di tempat tidur. Kenan dan Aisha mengikuti Suster. Lalu masuk ke dalam ruangan.


"Kalau ada apa-apa silakan tekan tombol merah." Kata suster, lalu pergi.


"Arkan, kamu cepat sembuh. Ya." Aisha memegang tangan Arkan.


"Sha, Gue mau beli makanan, loe mau nitip ngga." Kata Kenan.


"Mmm... Ngga ada." Kata Aisha.


"Ya udah, gue ke kantin dulu. Ya."


"Iya."


Kenan keluar kamar.


"Kok Kenan ngga meneruskan omongan tadi, bikin aku penasaran aja." Aisha melipat kedua tangan di dadanya.


"Hai!! Aku Maminya Danial, ini anak kamu." Kata Wanita cantik dan dewasa.


"Ah! bukan, saya kakaknya." Aisha melambaikan tangannya.


"Usus buntu, bu. Kalau anak ibu sakit apa?."


"Anak saya mengidap kanker otak." Wanita itu menunduk sedih.


"Maaf, bu. Semoga anak ibu cepat sembuh."


"Terimakasih, Nak."


"Iya, kenalkan saya Aisha." Aisha mengulurkan tangan.


"Saya Dina, tadi pacar kamu?."


"Bukan itu kakak kandung Arkan. Ibu pasti bingung ya, saya hanya anak angkat."


"Ooo... Maaf, ya."


"Ngga apa-apa kok."

__ADS_1


"Ngomong-ngomong saya lihat dia itu sangat mencintai kamu loh."


"Masa, Bu. Ngga mungkin dia cinta sama saya, orang dia selalu dingin dan ketus sama saya."


"Saya yakin loh, dia itu mencintai kamu."


"Saya ngga tau bu, sifatnya kadang hangat, kadang nyebelin."


"Semangatlah buat dia mengatakan perasaannya sama kamu, saya yakin dia itu cowok yang susah mengatakan perasaannya kalau tidak di pancing."


"Di pancing, maksudnya gimana bu?."


"Kamu harus buat dia cemburu. Kamu harus berdekat dengan cowok."


"Baiklah bu. Saran ibu akan saya lakukan."


Kenan datang membawa beberapa kantong.


"Banyak banget kamu beli."


"Iya, abis gue bingung milihnya. Jadi gue beli semuanya aja."


"Aku ngga akan sanggup memakan ini semuanya."


"Ini buat ibu aja." Kenan memberikan Mami Deni kantong.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf ya aku lagi flu berat, jadi nulisnya ngga nyambung. 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2