
Kenan memasuki ruang Aisha di rawat. Betapa sakitnya Kenan melihat Aisha berbaring lemah di ranjang dengan di pasang infus.
Kenan duduk di kursi dekat ranjang Aisha
"Sha, loe harus kuat. Gue melihat loe seperti ini sangat sakit, entah mengapa?." Kenan memegang tangan Aisha.
Esoknya, Mami Selly mendengar Aisha masuk rumah sakit. Langsung bergegas ke rumahsakit bersama Deddy Devan dan Om Roy.
"Aisha, sayang kamu ngga apa-apakan?." Mami Selly mendekati Aisha.
"Mami, Aisha ngga apa-apa. Tapi kenapa Aisha di sini, apa yang terjadi." Aisha terbangun dari pingsannya.
"Loe pingsan, waktu rakaat terakhir." Kata Kenan yang baru datang.
"Ken, bukanya kamu sekolah?." Mami Selly kaget melihat Aisha.
"Mami lupa, ya. Kami kan abis ulangan jadi hari ini bebas mau masuk atau ngga." Kenan duduk di sofa.
Hari semakin sore, Mami dan yang lain pamit pulang. Kenan di tugas Mami Selly untuk menjaga Aisha selama di rumah sakit.
__ADS_1
"Ken, maaf sudah merepotkan kamu." Aisha sedih.
"Kalau loe merasa di repotkan, makanya makan teratur dan jangan bikin orang susah." Kenan ketus.
"Iya, maaf. Ya." Aisha berbaring kembali dan menangis.
"Ayah, bunda, Adam, Ibrahim. Hiks... Hiks..." Aisha memiringkan tubuhnya dan menangis. Kenan mendengar suara Aisha yang menangis merasa ikut sedih.
"Sudah, Sha. Loe jangan menangis terus, ingat pesan gue semalam." Kata Kenan menatap punggung Aisha.
"Aku sendirian, ngga punya siapa-siapa lagi." Kata Aisha masih menangis.
"Loe ngga sendirian, masih ada Mami, Deddy Om Roy, Arkan dan... Gue yang sudah menganggap loe keluarga. Loe jangan merasa sendirian." Kenan menghampiri Aisha dan memeluk Aisha. Dalam pelukan Kenan Aisha merasa tenang dan nyaman hingga dia tertidur.
"Loe jangan patah semangat, Sha. Gue janji akan selalu membuat loe bahagia, gue ngga akan biarkan setitik air mata yang keluar dari mata Loe." Kenan mencium kening Aisha.
Sudah 3 hari Aisha di rawat, akhirnya di ijinkan pulang oleh dokter. Sebelum pulang kerumah Kenan mengajak Aisha ke suatu tempat.
"Ken, ini sepertinya bukan jalan pulang." Aisha melihat ke luar jendela.
"Emang iya, gue mau ngajak loe ke suatu tempat." Kenan terus menyetir mobil.
"Kemana?." Aisha masih bingung.
__ADS_1
"Sudah Loe sekarang tidur aja, nanti kalau sudah sampai nanti gue bangunin loe." Kata Kenan.
"Baiklah." Aisha memejamkan matanya.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di villa keluarga Kenan.
"Sha, bangun sudah sampai." Kenan menggoyangkan tangan Aisha.
"Ini dimana, Ken." Aisha melihat sekeliling, merasa bingung.
"Ini di villa keluarga gue, yuk turun." Kenan membuka pintu mobil.
"Wah! indah sekali pemandangannya, Ken." Aisha merasa takjub.
"Iya, yaudah. Masuk, yuk. Yang lain sudah pada nunggu." Kenan membawakan barang-barang.
Kenan dan Aisha masuk ke dalam villa.
"Hai, sayang. Gimana sudah mendingan?." Mami Selly memegang pipi Aisha.
"Iya, Mi." Aisha senang karena melihat kedua sahabatnya ikut juga.
"Sha, gue turut berduka cita, ya. Loe harus semangat, ya. Masih ada kita-kita yang mendampingi Loe." Tika memeluk Aisha.
"Iya, Sha. Kita kan juga keluarga loe." Bonny tidak mau kalah ikut memeluk Aisha.
__ADS_1
"Sudah jangan pelukan terlalu lama, biarkan Aisha istirahat dulu. Kasihan baru pulang dari rumah sakit." Kenan menarik tangan Aisha. Orang-orang di ruang itu matanya terbelalak melihat tingkah Kenan.
Gays gimana kalian suka tidak dengan novel ku ini... aku mohon beri komentarnya dan dukungannya...