
"Assalamualaikum, gimana kabar kamu Arkan?." Aisha tersenyum.
"Baik, Kak." Arkan cuek.
"Alhamdulillah, kamu baik-baik aja. Kakak khawatir banget." Ucap Aisha.
"Iya, terimakasih. Kak, sudah mau menolong ku." Ucap Arkan membelakangi Aisha.
"Ngga usah sungkan begitu, sudah kewajiban kakak menolong kamu. Kakak sudah menganggap kamu sebagai adik kakak sendiri." Aisha membelai rambut Arkan.
Arkan terdiam, ia merasakan nyaman rambutnya di belai Aisha. Tidak ada tanggapan dari Arkan, Aisha beranjak pergi.
"Mmm, kalau gitu kakak kekamar dulu. Ya, Assalamualaikum Arkan." Aisha memakai selimut kembali, lalu pergi menuju kamarnya.
Ketika Aisha melewati pakiran mobil, Aisha mendengar Kenan sedang berbicara dengan seseorang. Aisha menjadi penasaran, lalu mendekati. Ternyata Kenan sedang berbicara dengan Sandy.
Sandy baru saja tiba.
"Ken, suara Loe bagus dan gue ngga nyangka loe bisa bermain gitar." Sandy yang dari tadi memperhatikan Kenan.
__ADS_1
"Biasa aja." Kenan dingin.
"Ah! loe mah, selalu dingin. Btw gue mau tanya sama loe, mmm loe sebenarnya suka sama Aisha ngga sih?." Tanya Sandy. Kenan menghentikan main gitarnya dan menatap tajam Sandy.
"Oke-oke, loe ngga usah jawab. Gue cuma ngasih tau doang, kalau Aisha itu suka sama loe. Aisha cemburu loe dekat-dekat dengan Bella." Sandy mengangkat tangannya.
"Gue ngga suka dan ngga peduli, dia mau suka sama gue, atau cemburu sama Bella. Itu ngga penting dalam hidup gue." Ketus Kenan, Aisha dari samping mobil, mendengar perkataan dari Kenan yang ketus sangat menyakitkan hatinya. Aisha menangis.
"Ya Allah, sakit sekali hati ku. Seakan mau terbakar, ternyata menyukai seseorang itu sangat menyakitkan. Ayah, Bunda, Adam, Baim. Aku ingin bersama kalian, disini terlalu menyakitkan. Hiks... Hiks...Hiks..." Aisha pergi menuju kamarnya.
Aisha menangis sejadi-jadinya, Bonny dan Tika yang kebetulan satu kamar. Melihat Aisha datang-datang langsung menangis, lalu mereka menghampiri Aisha.
"Loe ceritain siapa yang bikin loe menangis kaya gini." Bonny geram.
"Ngga ada, aku cuma kangen sama keluarga ku saja." Aisha bangun dan duduk di pinggir ranjang.
"Kalau loe kangen doakan mereka, jangan menangis. Kasihan mereka disangka mereka loe disini sendiri, padahal ada gue dan Bonny yang selalu ada buat loe." Tika memeluk Aisha.
__ADS_1
"Benar itu, sekarang Loe adalah bagian keluarga gue dan Tika. Loe jangan merasa sendiri lagi." Bonny tak mau kalah, ia juga memeluk Aisha.
"Terimakasih, ya. Kalian memang sahabat sekaligus saudara aku yang paling baik, aku berharap kita akan selalu seperti ini sampai kita tak bernapas lagi." Aisha menghapus air matanya.
"Ya udah, kita tidur sekarang. Besok kan kita mau jalan-jalan." Ucap Tika.
"Siap Boss." Serentak.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Pagi-pagi sehabis sholat subuh, Aisha dkk pergi joging. Udara pagi hari sangat sejuk, membuat hati tenang. Aisha seakan melupakan kejadian kemarin.
Aisha dkk sangat senang, bahkan ada cowok yang berkenalan dengan mereka.
Kenan turun kebawah dan merasa sepi ruangan, tak ada satu pun orang.
"Sepi banget pada kemana sih orang-orang." Kenan celingak-celinguk mencari orang sekeliling.
"Apa mungkin mereka masih tidur atau lagi jalan-jalan." Pikir Kenan.
__ADS_1
Kenan berjalan keluar villa, ia melihat paman dan kedua orangtuanya sedang berbincang-bincang.
Haiii... jangan lupa dukungannya ya... Vote, like dan komentarnya. Agar aku semangat upnya terimakasih... ππππ