
Aisha menatap Kenan dan merasa aneh dengan sikap Kenan yang tiba-tiba khawatir dan peduli sama Aisha.
"Udah jangan bengong, bereskan semua. Gue udah lapar, gue tunggu di depan." Kata Kenan ketus.
"Siap pak bos." Aisha memberi hormat.
Kenan menunggu Aisha di teras, kedua tangannya di masukan kedalam kantong celana. Tak lama kemudian Aisha keluar.
"Maaf menunggu lama." Aisha tersenyum.
"Emang lama, dasar keong." Kenan ketus, lalu pergi. Aisha masih terdiam, Kenan merasa Aisha tidak ada di belakangnya. Kemudian, Kenan membalikan badannya.
"Kenapa malah bengong, ayo. Keburu kehabisan nanti nasgornya." Kata Kenan.
"Eh! Iya." Aisha berlari mendekati Kenan.
"Dasar Keong, biar cepat jalannya." Kenan menggenggam tangan Aisha, membuat mata Aisha terbelalak. Tangan menjadi keringat dingin, Kenan merasakan tangan Aisha yang lembut. Membuat si jantung berdebar-debar.
"Ya, Allah apa ini mimpi. Kenan menggandeng tanganku." Batin Aisha bersorak riang.
Kenan tau Aisha gugup, karena baru kali ini bisa berdekatan dengan Kenan.
Mereka tiba di abang nasgor, Kenan langsung memesan tanpa bertanya Aisha mau apa.
"Kita makan disini aja ya. Gue males makan di rumah." Kenan membawa dua bangku plastik.
"Iya, ngga apa-apa. Asal sama kamu." Aisha Malu-malu.
"Hahaha... sekarang udah mulai genit ya, sama gue." Kenan menyentil kening Aisha.
"Aauuww... Sakit tau." Aisha memegang keningnya yang terasa sakit, akibat di sentil Kenan.
"Lebay." Kenan duduk di bangku plastik.
__ADS_1
"Ken, lebih baik kita makan disana. Lebih enak kaki bisa di luruskan." Aisha menunjuk ketempat lesehan.
"Benar juga, yuk." Kenan langsung pergi menuju lesehan.
"Tadi aku kira dia mau memegang tangan ku." Aisha agak kesel.
Mereka memakan nasgor dan di temanin air mineral.
"Nyamankan disini, lebih leluasa." Aisha menjulurkan kaki ke depan kaki Kenan.
"Cepat lanjutin makannya." Kata Kenan.
"Siap Boss gantengku." Goda Aisha.
"Dasar bocah." Kenan mengelus rambut Aisha.
"Ish... rambutku jadi berantakan tau." Aisha membenarkan rambutnya.
"Cepat abiskan makanannya, gue bayar dulu." Kenan menghampiri abang nasgor.
"Hai cewek cantik, sendirian aja." Kata cowok 1.
Aisha diam tidak menanggapinya.
"Diam aja, kita temanin yah." Kata cowok 2 yang entah sejak kapan sudah duduk di sebelah. Aisha menjadi risih, ketika Aisha ingin beranjak tangannya sudah di cekal.
"Buru-buru banget, temanin kita dulu dong." Cowok 2.
Bugh...
Kenan memukul cowok 2.
"Siapa loe main pukul aja?." Cowok 2 marah.
"Loe ngga perlu tau, yuk. Sha." Kenan menarik tangan Aisha.
__ADS_1
Bugh...
"Rasakan loe udah bawa cewek gue." Kata cowok 1.
Kenan pun membalas pukulan cowok 1.
"Loe ngaku-ngaku Aisha cewek loe, asal loe tau Aisha bini gue. Bugh... Bugh..." Kenan menggila.
Aisha kaget mendengar omongan Kenan. Aisha langsung tersadar dari lamunan dan memeluk Kenan.
"Udah Ken, hentikan." Aisha langsung memeluk Kenan.
Para warga pun juga ikut memisahkan perkelahian Kenan dengan cowok 1.
"Kenapa kalian bertengkar?." Kata Satpam.
"Kami tadi hanya lewat, tiba-tiba cowok ini memukul kami." Cowok 2 berbohong dan menunjuk Kenan. Aisha merasa geram.
"Bukan pak begitu, tadi mereka mau melecehkan saya. Hiks... Hiks... Untung Kenan datang tepat waktu menolong saya. Hiks... Hiks..." Aisha pun ikut berbohong.
"Kamu Aisha kan? Anak angkat Ibu Selly dan Pak Devan." Kata Satpam mengenali wajah Aisha.
"Benar pak." Aisha mengelap air mata buaya.
"Aisha ini anak baik-baik, kalian akan kami bawa ketempat berwajib." Pak Satpam dan rekannya membawa 2 cowok itu.
"Ken, kamu ngga apa-apa?." Aisha memegang sudut pipi Kenan berdarah.
"Gue ngga apa-apa, yuk. Kita pulang." Kenan menarik tangan Aisha. Sepanjang jalan Kenan dan Aisha terdiam.
Tibalah dirumah, Aisha bergegas mengambil kotak P3K. Kenan duduk di sofa.
"Ken, aku obatin lukanya. Biar ngga parah." Aisha mengambil kursi kecil dan menghadap Kenan.
Jangan Lupa Vote, like dan komentarnya ya... See you...
__ADS_1