
Aisha langsung menuju dapur, dia merasa takjub ada mie bergantung.
"Wah! indah banget mienya warna-warni, tapi kenapa di gantung ya." Aisha bingung menatap mie yang di gantung.
"Biar gampang di ambil, jadi tinggal di gunting aja." Om Roy yang baru datang, Om Roy memakai seragam chef.
"Eh! Om, Maaf Pak." Aisha gugup.
"Hahaha... Santai aja, Sha." Om Roy menepuk pundak Aisha.
"I-iya." Aisha.
"Kamu boleh tetap manggil Om, kok." Om Roy tau Aisha bingung harus panggil siapa.
"Baik, Om. Mmm... Sekarang apa yang Aisha lakukan." Aisha malu-malu.
"Kamu gemesin, banget. Sha. Benar kata Kak Selly kamu gemesin, pantas saja kak Selly menganggapmu anak. Kamu lucu Sha." Om Roy.
"Hehehe... Om juga lucu, beda sama Kenan yang Kulkas. Ups!." Aisha menutup mulutnya.
"Hahaha... Kamu punya julukan panggil Kenan, ya." Om Roy tertawa lagi.
"Hehehe... Abis Kenan dingin dan kaku kaya kulkas." Aisha menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Ya, Udah. Sha, tolong kamu bawa makanan ini ke meja 3, ya." Om Roy.
"Iya, Om. Tapi nanti jangan kasih tau Mami, ya Om. Aisha takut Mami marah." Aisha
__ADS_1
"Siap, keponakan Om." Om Roy.
Aisha pergi ke meja makan.
"Kenapa wajahnya sangat mirip dengan Bang Ali ya, jadi kangen sama bang Ali. Apa dia baik-baik aja ya." Batin Om Roy menatap kepergian Aisha.
"Permisi ini pesanan anda." Aisha meletakkan makanan dan minumannya.
"Terima kasih, Mba." Ramah pengunjung wanita.
"Silakan menikmati, bila ada yang kurang bisa langsung memberi tahu kami, saya permisi dulu." Aisha sopan.
"Gadis tadi cantik, ya Yah." Pengunjung Wanita.
"Iya, sopan lagi." Tambah pengunjung laki-laki.
Tak terasa hari sudah malam, Aisha berganti pakaian.
"Tapi Om." Aisha melirik ke karyawan lain yang menatap tajam. Om Roy langsung mengetahui.
"Pengumuman, Aisha ini sebenarnya keponakan saya yang baru datang dari Desa, jadi saya berharap kalian berhubungan baik dengan Aisha dan membantunya. Bila ada yang menyakiti dia, saya langsung memecat tanpa pesangon. Jelas semua." Om Roy tegas.
"Siap, bos." Serentak.
"Ayo, Sha. Pulang." Om Roy menarik paksa tangan Aisha.
Tiba di rumah. Kenan sedang di jendela melihat, Aisha turun dari mobil Om Roy.
__ADS_1
"Aisha dan Om Roy bisa bersama di malam begini, Aisha juga masih memakai seragam sekolah. Dari mana dia." Kata Kenan.
"Ah! Bodo amat, bukan urusan gue." Kata Kenan.
Di Sisi lain.
Aisha merebahkan tubuh di ranjang.
"Lelahnya aku." Aisha melentangkan tangannya.
Tok... Tok...
"Aisha Loe ada di dalam?." Mba Ani mengetuk pintu.
"Iya, Mba masuk aja. Pintunya ngga di kunci kok." Kata Aisha.
Ceklek
Pintu kamar Aisha di buka.
"Ada apa mba?." Aisha bangun dari rebahannya.
"Kamu dari mana aja jam segini baru pulang, Mba khawatir tidak biasanya kamu telat pulang." Mba Ani duduk di samping Aisha.
"Maaf, Mba. Sudah bikin Mba Ani khawatir, aku kerja mba di restoran dekat sekolah." Aisha memeluk mba Ani.
"Memang kamu lagi butuh duit, Mba bisa ngasih kamu. Kok." Mba Ani menepuk lengan Aisha.
"Ngga usah mba, aku lagi bosan diam diri abis pulang sekolah." Aisha berbohong.
__ADS_1
"Ooo... Nanti bila kamu butuh uang Mba bisa bantu, ya." Mba Ani.