
Arkan melihat masakan Mami Selly, merasa mengerikan. Karena Arkan belum pernah mencoba atau melihat masakan yang ada di meja.
"Ini enak, kok. Cobalah." Mami Selly sudah menyiapkan makanan di piring untuk Arkan coba.
"Ini sangat aneh, Mi. Aku takut nanti sakit perut." Arkan mengelus perutnya.
"Ngga bakalan sakit, kok. Ini aman dan sangat enak, coba kamu buka mulut kamu. Aaa..." Mami Selly hendak menyuapi Arkan sudah keburu pergi.
"Ish, itu anak. Belum nyoba aja udah ketakutan." Mami Selly kesel.
"Kalau Aisha pasti senang, dia memang putri kesayangan ku. Jadi kangen sama Aisha." Mami Selly.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Sore hari Aisha dan Kenan baru pulang sekolah. Mami Selly dengan heboh menyambut kedatangan Aisha dan Kenan.
"Akhirnya putri Mami pulang juga, Mami sangat rindu kamu." Mami Selly memeluk dan mencium pipi Aisha.
"Mi, aku ini putra kandungan mu. Tapi ngga pernah seheboh gitu." Kenan cemberut.
__ADS_1
"Ah! Ngga mau kamu dan Arkan sangat membosankan. Kamu dan Arkan juga ngga mau Mami cium, beda sama Aisha. Ia sangat imut dan mau Mami cium." Mami Selly sinis dan membelai rambut Aisha.
"Terserah, Kenan cape dan lapar." Kenan masuk kedalam rumah.
"Sha, kamu lapar. Ya, tadi Mami masakan makanan Korea loh. Pasti kamu suka." Mami Selly menggandeng tangan Aisha.
"Iya, Aisha sangat lapar. Mi." Aisha memegang perutnya.
Tiba di meja makan, Aisha tergiur banyak makanan dari Korea.
"Wah! ada Kimci, Kimbab, Tteokbokki, Budae Jjigae, Yangmyeonย dan Oden. Pasti enak nih, Mi. Dari dulu aku pengen banget makan masakan Korea." Mata Aisha terbinar.
Aisha menatap Kenan sinis.
"Ish, kamu. Ken, jangan ketus mulu sama putri Mami. Ya udah, Sha. Kita makan, ini Mami buat khusus kamu bukan anak cowok depan Mami." Mami Selly melirik ke arah Kenan yang sedang makan.
"Mi, Kenan ini anak kandung Mami." Kenan meletakkan sendok dan gerapu di piring.
"Iya, kamu memang anak kandung Mami. Tapi kamu dan Arkan selalu cuek sama Mami dan ngga mau di ajak bersenang-senang." Mami Selly pura-pura sedih.
__ADS_1
"Ya, Kenan dan Arkan ngga mau itu karena bersenang-senangnya Mami itu ke salon dan belanja sampai ngga ingat waktu. Lagi pula Kenan dan Arkan itu cowok, Mi. Kenan dan Arkan malu, Mi." Kenan menatap Mami Selly.
"Maaf, bukannya aku ikut campur atau cari muka. Mami Aisha lapar, please jangan ribut. Kenan lebih baik kamu jangan melawan orang tua sedang mengutarakan keluh kesahnya, nanti bila sudah tiada. Kamu akan menyesal, seperti aku yang sudah tinggalkan orangtua, bahkan adik-adik aku juga." Aisha meneteskan air mata, ia mengingat keluarganya yang sudah meninggal.
"Sudah, Sha. Sekarang kamu sudah punya keluarga baru lagi, jangan sedih ya." Mami Selly mengelus pundak Aisha.
Omongan Aisha membuat Kenan tersentuh, lalu Kenan mendekati Mami Selly dan memeluknya.
"Mami maaf Kenan, bukannya maksud Kenan melawan Mami."
"Sudah ngga apa-apa, maafkan Mami juga yang memaksa kalian untuk kesenangan Mami." Mami Selly mengelus punggung Kenan. Aisha melihat Mami Selly dan Kenan berpelukan, merasa terharu.
"Mami, Aisha juga mau di peluk." Aisha manja.
"Sini-sini, kalian anak Mami yang paling baik. Mami sangat bangga kepada kalian." Mami Selly juga memeluk Aisha.
Tanpa di sadari Kenan juga memeluk Aisha.
"What!, Kenan kenapa ikut memeluk ku?. Seperti mimpi bisa di peluk Kenan sang pangeran hatiku." Batin Aisha meronta senang.
__ADS_1