
"Hei, gadis-gadis cantik. Mami sudah masak, Tika dan Bonny makan dulu ya sebelum pulang." Kata Mami Selly.
Mereka turun bersama dan menuju meja makan.
"Mami senang banget, berasa Mami mempunyai anak perempuan benaran. Terimakasih Aisha kamu sudah mewujudkan keinginan Mami mempunyai anak perempuan dan juga Tika, Bonny. Kalian harus selalu bersahabat apapun masalah harus di rundingkan bersama, karena sahabat itu susah senang harus tetap bersama." Kata Mami Selly.
"Iya, Mi. Aku juga sangat berterima kasih kepada Mami yang mau menganggap Aisha seperti anak Mami sendiri." Aisha memeluk Mami Selly.
"Duh! kapan mulai makannya, nih." Kata Bonny yang sudah sangat lapar.
"Hahaha... iya, silakan makan." Mami Selly tertawa melihat tingkah Bonny.
Kenan baru pulang dari latihan basket, walau sedang ujian, latihan basket tetap di jalankan. Karena abis ujian akan ada perlombaan.
"Ken, ayo sini gabung." Mami Selly ramah.
Kenan menatap tajam ke Aisha dan kedua sahabatnya, sehingga Aisha dan kedua sahabatnya menundukkan kepala.
"Maaf, Mi. Kenan mau istirahat dulu, cape." Kenan sinis dan menaiki tangga.
"Ish! Itu anak kebiasaan." Mami Selly kecewa.
"Sudah, Mi. Kita lanjutkan makan." Aisha memegang tangan Mami Selly.
__ADS_1
Hari sudah sore, Bonny dan Tika pamit pulang.
"Tante, kami pamit pulang. Ya." Bonny mencium punggung tangan Mami Selly.
"Terimakasih, jamuannya. Maaf kami banyak merepotkan tante." Tika sopan dan mencium punggung tangan Mami Selly.
"Iya, ngga kok. Tante senang kalian di sini, kapan-kapan kesini lagi, ya." Mami Selly ramah dan cepika-cepiki pipi Tika dan Bonny. Mereka keluar rumah dan pergi.
"Duh! Kenan pasti marah, aku harus minta maaf." Batin Aisha.
"Sayang, kamu kenapa kelihatan sedih?." Mami Selly menepuk pundak Aisha.
"Ah! Ngga, Mi. Aku keatas dulu, assalamualaikum." Aisha mencium pipi Mami Selly.
"Aisha-Aisha..." Mami Selly menggelengkan kepala.
"Nemui Kenan atau ngga ya, duh! Kok jadi gugup dan ragu sih. Ayo Aisha kamu harus minta maaf sama Kenan." Aisha memberanikan diri masuk ke kamar Kenan.
Tok... Tok...
"Ken, Kenan." Panggil Aisha dan mengetuk pintu kamar Kenan.
Ceklek.
Pintu kamar di buka Kenan.
__ADS_1
"Ada Apa?." Kenan ketus.
"Mmm... A-aku mi-minta ma-maaf sama kamu." Aisha gugup dan menunduk kepala, sambil memainkan jemarinya.
"Minta maaf untuk apa?." Kenan masih Ketus dan masuk kedalam kamar, lalu duduk di meja belajar.
"Aku telah lancang mengajak sahabat-sahabat ku kerumah ini." Aisha mengikuti Kenan dengan wajah sedih.
Kenan tidak peduli dan melanjutkan mengerjakan prakarya Arkan.
"Loe sudah mengikar janji, gue benci loe dan tambah benci loe." Kenan bentak
"Kenan maafin aku, aku janji mereka ngga akan ngasih tau ke siapa-siapa, kok." Aisha meneteskan air mata.
"Gue sudah ngga percaya sama loe, sekarang loe keluar dari kamar gue. Sudah muak gue lihat wajah Loe." Kenan emosi.
"Iya, aku minta maaf Ken." Aisha keluar kamar Kenan dan menangis.
Aisha berlari dan menuju kamarnya, Aisha membaringkan tubuhnya ke ranjang.
"Begitu benci dan marahnya kamu sama aku, Ken. Hiks... Hiks... ternyata cinta itu sakit banget rasanya. Bunda, Ayah dan adik-adik aku kangen kalian." Aisha menangis tersedu, hingga tertidur.
***Mohon dukungannya, ya...
__ADS_1
Vote, like dan komentarnya agar Author semangat updatenya***....