
Kenan melajukan motor ke restaurant Om Roy. Beberapa menit kemudian, Kenan sampai di restaurant Om Roy, lalu ia langsung menuju ruangan Om Roy.
Kebiasaan Kenan masuk tanpa mengetuk pintu, ia masuk kedalam ruangan Om Roy. Kebetulan Om Roy sedang tidak ada di ruangan, jadi Kenan bisa istirahat.
Kenan membaringkan tubuhnya di sofa dan menutup wajahnya dengan topinya. Karena saking lelahnya, ia tertidur.
"Aku lelah harus mengantar makanan, aku mau bantuin chef aja. Jadi nanti aku bisa pintar memasak." Kata Aisha yang sudah tiba di depan ruangan Om Roy.
Tok... Tok...
"Assalamualaikum Om..." Teriak Aisha kencang, hingga membangunkan Kenan yang sedang tertidur. Kenan mendengar teriakan, ia kaget hingga terjatuh dari sofa.
"Aduh." Kenan mengusap lengannya yang terbentur lantai.
"Kamu tidak apa-apa?." Aisha melihat orang terjatuh dari, ia panik dan menghampirinya. Aisha sama sekali kalau orang itu Kenan, seseorang yang sedang ia hindari beberapa hari.
Kenan mendengar suara perempuan tidak asing baginya, lalu membalikkan badan.
"Ke-Kenan."
"Aisha."
Aisha hendak lari, tangannya sudah keburu di tarik Kenan. Hingga ia jatuh tepat di atas Kenan.
Mereka saling memandangi.
"Beberapa hari ngga ketemu loe, loe semakin cantik. Sha." Suara hati Kenan.
"Aku akui aku ngga akan bisa melupakan kamu Kenan, padahal aku tau kamu ngga akan pernah bisa mencintaiku." Suara hati Aisha.
"Loe mau sampaikan di atas gue." Ketus Kenan untuk menghilangkan rasa gerogi.
__ADS_1
"Hah! I-iya, maaf." Aisha bangun dan menunduk.
"Loe beberapa hari ini kemana aja, gue cari loe kemana-mana ngga ada. Eh! malah loe disini." Kenan menatap tajam Aisha
"Mmm, aku. Tapi bukan urusan kamu." Aisha agak sewot, ia masih sakit hati atas perkataan Kenan dan Ratu.
"Kata loe bukan urusan gue, asal loe tau mami menyuruh gue cari loe. Padahal loe itu bukan siapa-siapa gue." Kenan emosi.
Deg
Wajah Aisha berubah sedih.
"Iya aku bukan siapa-siapa kamu, jadi ngapain kamu repot-repot mencari aku. Ah! Lelah banget hari ini, aku lagi malas berdebat dengan mu. Lebih baik aku pergi." Aisha buru-buru keluar dari ruangan Om Roy dan menuju Toilet khusus karyawan, ia menangis sejadi-jadinya.
"Hiks... Hiks... Hiks... sakit banget, kenapa rasa cinta itu sangat menyakitkan." Aisha memukul dadanya.
Sementara Kenan.
"Bodohnya gue, ini mulut kenapa lagi pakai ngomong kaya gitu. Aisha maafin gue, bukan maksud gue ngomong gitu." Kenan memukul pelan bibirnya.
"Kemana lagi dia, padahal larinya ngga begitu kencang. Gue yakin dia masih disini, tapi dimana ya."
Hari sudah malam
Aisha keluar dari toilet, gara-gara menangis dia sampai ketiduran di dalam toilet.
"Ya Allah udah malam, aku harus cepat pulang." Aisha masukkan barang kedalam tasnya.
Sampai di rumah Kediaman Mami Selly, ia buru-buru masuk kamar. Tapi tangan sudah di cekal oleh tangan kekar.
"Aarrgghhh..." Teriak Aisha, untung semua orang sudah tidur.
__ADS_1
Tangan itu punya Kenan.
"Loe abis nangis." Kenan merasa sakit melihat mata Aisha bengkak abis nangis.
"Bukan urusan kamu, permisi." Aisha mau masuk kamar, Kenan menarik tangan Aisha dan memeluknya. Mata Aisha terbelalak.
"Maaf." Kenan memeluk erat Aisha.
"Lepas, aku mau tidur." Aisha mencoba melepaskan pelukan Kenan.
"Maafin gue dulu, baru nanti gue lepasin."
"Ken, lepasin. Aku..." Belum selesai bicara Kenan sudah mencium bibir Aisha, merasa bibir kenyal Kenan menempel di bibir Aisha. Ia hanya bengong seperti patung hidup, tidak melakukan apa-apa. Kenan terus menelusuri setiap inci bibir Aisha, karena Aisha hanya terdiam. Kenan menghentikan ciumannya.
"Aisha gue Benar-benar minta maaf, gue tadi emosi. Karena loe gue cariin dan bahkan kedua sahabat loe gue tanya ngga tau loe kemana, gue akui gue khawatir sama loe." Kenan memegang bahu Aisha.
"Maaf aku harus kekamar." Aisha melepas tangan Kenan dan masuk kedalam kamar.
"Kamu jahat, Ken. Mempermainkan aku, dengan seenaknya kamu mencium bibirku. Hiks... Hiks... Hiks..." Aisha meringkuk di kasur.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa likenya ya...