
Aisha tidak langsung pulang ke rumah Mami Selly, ia restaurant Om Roy. Karena sudah lama Aisha tidak bekerja di restaurant Om Roy.
"Assalamualaikum, Om." Aisha mengetuk pintu ruangan Om Roy.
"Wa'alaikumsalam, Aisha." Om Roy kaget kedatangan Aisha.
"Om, kenapa kaget Aisha datang? apa Aisha mengganggu Om?." Aisha duduk di sofa.
"Hahaha... Tidak sayang, tumben kamu kesini. mm." Om Roy menghampiri Aisha.
"Hehehe... Aisha lagi ngga ada kegiatan Om, Aisha bosan di rumah jadi kesini. Aisha boleh kerja lagi disini kan Om?."
"Boleh dong, sayang. Ini akan jadi restaurant kamu nanti." Om Roy mengelus rambut Aisha.
"Maksud Om gimana?." Aisha bingung.
"Ini restaurant punya Ayah kamu yang di rintis dari Ayah mu SMA."
"Wah! Ayah hebat ya, masih sekolah sudah punya usaha sendiri sedangkan aku boro-boro."
"Kamu juga hebat kok, Om malah bangga punya keponakan pintar, cerdas dan cantik kaya kamu."
"Hahaha... Bisa aja Om. Aku jadi kangen sama Ayah, Bunda dan adik-adik Om." Wajah Aisha yang tadinya ceria menjadi sedih, ia menunduk dan meneteskan air mata. Om Roy melihat Aisha bersedih, lalu memeluk Aisha dan membelai rambut Aisha. Seakan memberikan kekuatan.
"Sudah, Aisha. Kamu jangan bersedih lagi, kan masih Ada Om, Oma, Opa, Mami Selly, Papi Devan, Arkan dan sang pujaan hati Kenan."
__ADS_1
Blusss
Wajah Aisha merona.
"Ih, Om. Aku jadi malu."
"Kamu gemesin banget sih." Om Roy mencubit pipi Aisha.
"Aduh, sakit. Om." Aisha cemberut dan mengusap pipinya.
"Hari ini kamu antar makanan aja, biar kamu bisa refreshing."
"Siap Boss, perintah mu akan aku laksanakan." Aisha memberikan hormat.
"Nah! ini baru keponakan, Om. Yang cantik." Om Roy mengacak-acak rambut Aisha.
"Hahahaha... Maaf, ya udah. Nih alamatnya."
"Aku pergi dulu, ya Om. Assalamualaikum... " Aisha Mencium punggung tangan Om Roy.
"Wa'alaikumsalam..."
"Bang, anak mu memang menggemaskan dan lucu. Kamu pasti bangga punya anak kaya dia." Om Roy menatap kepergian Aisha.
Aisha mengantarkan makanan sesuai alamat yang di berikan Om Roy. Hingga tak terasa hari sudah malam
__ADS_1
"Ini yang terakhir. Benar ngga ya alamatnya, lebih baik aku telp aja pembelinya." Aisha mengambil ponsel di dalam saku jaketnya.
Ttuutt... Ttuutt...
"Assalamualaikum, benar ini rumah ibu Santi?."
"Wa'alaikumsalam, benar, maaf ini siapa ya?."
"Ini saya dari Restaurant Family, mau antar makanan." (Nama Restaurant sudah di ganti).
"Oh! tunggu, ya. Saya akan buka pintunya."
Aisha menutup telp dan menunggu yang punya rumah, tak lama kemudian. Wanita paruh baya keluar.
"Maaf, lama ya mba. Nih uangnya, kembaliannya buat mba aja." Wanita paruh baya memberikan Aisha 3 lembar uang warna merah.
"Terimakasih, Bu. Selamat menikmati makanannya, bila ada yang kurang bisa hubungi restaurant kami kembali." Aisha Ramah.
"Wah! Kamu ramah sekali, tenang aja restaurant kalian itu dari dulu hingga sekarang selalu nomor satu di keluarga saya."
"Terimakasih, bu. Sudah menjadi pelanggan kami. Kalau begitu saya mohon pamit diri, Assalamualaikum."
"Iya, Wa'alaikumsalam."
__ADS_1
Aisha sampai restaurant dan segera mengganti pakaian.
"Hari ini sangat menyenangkan, walau agak lelah sedikit. Tapi rasa lelah itu hilang melihat para pelanggan merasa puas dengan restaurant ini." Gumam Aisha.