Cinta Kamu

Cinta Kamu
#75


__ADS_3

Aisha setelah memasukkan pakaian ke lemari, ia merebahkan badannya di ranjang.


"Aku harus melupakan Kenan, aku harus bisa. Pasti bisa Aisha." Aisha memberi semangat untuk dirinya, lalu menghapus air mata yang dari tadi menetes.


Aisha duduk di pinggiran ranjang, ia merasa sangat sedih. Karena melihat orang yang di cintai bertunangan dengan oranglain, airmatanya kembali mengalir. Ia teramat mencintai Kenan.


"Kenapa aku ngga bisa menghilangkan perasaan ini?hiks... hiks... hiks... Semakin ingin aku melupakan dirinya, aku semakin mencintainya. Ya Allah, maafkan aku yang terlalu mencintainya melebihi cinta ku pada Mu. Maafkan aku Ya Allah, hiks... hiks... hiks..." Aisha mengusap wajahnya, lalu ia bergegas membersihkan diri. Kemudian ia melaksanakan Sholat Isya.


Aisha mengungkapkan rasa yang membuatnya sesak, ia pun juga memohon ampun kepada Sang Pencipta. Ia curahkan isi di hatinya kepada Sang Pencipta, hingga ia terisak dan merasa lega.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Keesokan harinya seperti biasa Mami Selly membuat sarapan. Tiba-tiba Arkan berlari dan menangis, ia langsung memeluk Mami Selly.


"Arkan, kamu kenapa sayang?." Mami Selly menghentikan kegiatan masaknya.


"Kak Ais, hiks... hiks... hiks..." Arkan menangis histeris di pelukan Mami Selly.


"Kak Aisha kenapa sayang?apa yang terjadi." Mami Selly melepas pelukan dan menatap Arkan.


"Kak Ais pergi, Mi. Hiks... Hiks... Hiks..."


"Bicara yang benar, sayang."


"Ini aku bicara benar, kak Ais pergi dan membawa koper besar. Semalam aku melihatnya... Dan aku bertanya kepadanya... Kak Ais mau kemana bawa koper besar, terus kak Ais jawabnya hanya mau ke panti. Ta-tapi... Dari semalam sampai sekarang aku tunggu Kak Ais ngga pulang-pulang, pas aku ke kamar Kak Ais dan memeriksa lemari pakaian Kak Ais... Hhuaa, pakaian Kak Ais ngga ada kosong Mi... Hiks... Hiks... Hiks... Kak Ais pergi, padahal aku udah sayang sama Kak Ais dan aku sudah menganggap kakak perempuan aku, Mi. Hiks... Hiks... Hiks..."


Papi Devan dan Kenan menghampiri Mami Selly dan Arkan.


"Ada apa nih?Kenapa Arkan menangis?." Kata Papi Devan menatap Mami Selly, lalu pindah ke Arkan.


"Arkan, kamu kenapa?Apa ada yang bully kamu di sekolah, hm? Bilang sama Abang, biar Abang beri perhitungan buat dia." Kenan merangkul Arkan.

__ADS_1


"Kak Ais pergi itu gara Abang." Arkan melepas tangan Kenan dari pundaknya dengan kasar, lalu menatap Kenan tajam.


"Aisha pergi?Kapan?Kamu kenapa ngga cerita sama Abang?." Kenan memegang kedua bahu Arkan.


"Lepas, aku benci Abang." Arkan kembali melepaskan tangan Kenan di bahunya dengan kasar, lalu ia berlari menuju ke lantai 2.


"Arkan!!!." Teriak Kenan.


"Mi, coba jelaskan. Apa sebenarnya terjadi?Kenapa Aisha pergi?." Tidak ada jawaban dari Arkan, lalu Kenan beralih kepada Mami Selly untuk menanyakan Aisha.


"Mami juga ngga tau, sayang." Mami Selly menggelengkan kepala.


"Coba kita periksa kamar Aisha, siapa tau Aisha meninggalkan jejak?." Mami Selly dan Kenan menoleh ke Papi Devan, perkataan Papi Devan ada benarnya juga. Lalu mereka pun bergegas ke kamar Aisha.


Tibalah mereka di kamar Aisha, lalu mereka mencari sesuatu seperti surat atau apalah yang sebagi petunjuk Aisha.


"Tidak ada, Pi. Kemana perginya Aisha, Pi?Hiks... Hiks... Hiks... Anak perempuan Mami." Mami Selly menangis di pelukan Papi.


Papi Devan dan Mami Selly keluar dari kamar Aisha. Kenan duduk di pinggiran ranjang.


"Sha, kenapa loe pergi?." Kenan mengusap wajahnya dengan kasar.


Kenan melihat kertas di selipan bantal, lalu ia ambil dan membacanya.


"*Assalamu'alaikum Kenan,


Mungkin kamu baca surat ini aku sudah pergi, maaf aku pergi tanpa pamit sama Mami, Papi, Arkan dan terutama sama kamu, Kenan.


Aku menulis surat ini mau mengatakan kalau aku saat ini menyerah untuk mencintaimu, Kenan. Aku lelah mengejar cinta mu, cinta mu sulit ku raih. Dan kita juga banyak perbedaan dan ngga akan pernah cocok, maaf selama ini aku selalu menyusahkan mu. Aku selalu membuat mu marah dan perhatian Mami terbagi oleh ku.


Oia, selamat atas pertunangan kamu dengan Ratu. Aku doakan semoga lancar sampai hari pernikahan kalian. Amiin Ya Robbal'alamin...

__ADS_1


Aku pergi dari rumah, karena aku tidak kuat melihat kamu bertunangan ataupun nikah. Hati ini sangat sakit, seakan jantung ku berhenti berdetak. Jujur aku sangat mencintai mu.


Ku kira perhatikan dan sikap mu berubah, karena kamu juga mencintai ku. Tapi itu cuma sebuah kebohongan saja, aku terima dengan lapang dada kok. Memang sudah takdir ku, aku cuma mainan diri mu. Aku ngga bisa marah sama kamu, karena aku begitu mencintai mu.


Jika kita bertemu di kampus, anggap saja kita ini ngga saling kenal. Kita bagaikan orang asing.


Hiks.... Hiks... Hiks... Kenan aku mencintaimu...


Wasalamu'alaikum.


From : Aisha*


Itulah isi surat Aisha. Kenan meneteskan airmata, ia merasa bodoh. Karena tidak jujur dengan perasaan sendiri, kalau selama ini dia juga mencintai Aisha.


"Aisha gue juga mencintai loe, maaf gue ngga bisa jujur... Gue harus cari Aisha dan pasti Om Roy tau keberadaan Aisha." Kenan memasukkan surat Aisha di saku.


Kenan langsung pergi untuk menemui Om Roy.


.


.


.


.


.


Apakah Om Roy akan memberitahu keberadaan Aisha? Tunggu kisah selanjutnya.


Jangan lupa, like dan Komentarnya ya see you... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2