
Keesokan harinya, Aisha kembali pulang kerumah Kenan.
"Dari mana loe, jam segini baru pulang." Kata Kenan marah.
"Bukan urusan kamu, maaf permisi aku mau lewat." Kata Aisha lesu.
Ketika Aisha ingin melewati Kenan, tangannya sudah di cekal oleh Kenan.
"Loe kenapa sih?."
"Aku cape, mau istirahat."
Aisha melepaskan tangan Kenan dan berjalan menuju kamarnya.
Di kamar
Aisha sudah siap pergi ke kampus, hari ini ia berangkat agak lesu. Ia masih memikirkan omongan Kenan bersama Ratu semalam.
"Ya Allah, kenapa begitu sakitnya jatuh cinta?." Kata Aisha.
Aisha keluar kamar dan menuruni tangga. Ia melihat sekeliling tidak terdapat orang.
"Kemana semua orang?." Aisha dalam hati.
Di sisi lain
"Pi, kenapa bisa begini?." Kata Mami Selly marah.
__ADS_1
"Papi juga ngga tau, Mi?. Papi bingung, Mi." Papi Devan frustasi.
Kenan dan Arkan yang baru keluar dari dalam rumah, mereka kedua orangtuanya tengah berdebat.
"Mi, pi. Ada apa?." Kata Kenan.
"Perusahaan papi mengalami masalah, nak. Papi harus segera mencari investor, agar perusahaan kita tidak bangkrut." Kata papi Devan mengusap wajahnya.
"Pi, kenapa tidak minta tolong sama Om Roy aja?." Kenan menatap kedua orangtuanya.
"Papi dan mami sudah banyak merepotkan Om Roy, bagaimana kamu bantu papi mengurus perusahaan dan mencari investor. Agar mau menyuntikkan dana ke perusahaan keluarga kita."
"Baik, Kenan mau."
"Rupanya kalian di sini." Aisha yang baru datang.
"Eh! anak Mami, kamu mau ke kampus?." Mami Selly berdiri dan menghampiri Aisha.
"Iya, Mi. Aisha pamit, ya." Aisha mencium punggung tangan Mami Selly.
"Iya, Mi. Pi, aku pamit. Assalamualaikum." Setelah mencium punggung tangan Papi Devan, Aisha langsung pergi tanpa menoleh Kenan.
"Sha, gue tau loe menghindari dari gue." Batin Kenan, ia masih menatap kepergian Aisha hingga Aisha tidak terlihat lagi.
"Ya sudah, Kenan sana kamu siap-siap dulu. Mulai hari sampai perusahaan kita stabil, kamu mengurus perusahaan." Papi Devan memegang pundak Kenan.
"Baik, pi."
Sebelum Kenan masuk ke kamarnya, Kenan masuk ke kamar Aisha. Ia melihat boneka teddy kecil yang bergeletak di lantai.
"Sha, gue yakin loe dengar semua pembicaraan gue sama Ratu. Gue harus secepatnya menjelaskan ke dia, tapi untuk sementara gue harus ngurus perusahaan. Gue jadi pusing begini, biarin aja Aisha begitu dulu, nanti bila perusahaan udah stabil gue akan jelaskan dan mengutarakan perasaan gue ke dia." Kata Kenan dan menggenggam boneka Aisha.
__ADS_1
πΈπΈπΈπΈ
Di kampus
"Sha, loe kenapa lagi sih? dari pertama loe datang ke kampus sampai jam selesai kuliah loe murung terus." Kata Bonny menyelidik.
"Ngga apa-apa, tadi aku mendengar pembicaraan..." Aisha menghentikan bicara dan menghela napas.
"Pembicaraan apa jangan bikin kita penasaran dong." Saking penasaran Tika duduk di sebelah Aisha.
"Mmmm... itu pembicaraan keluarga Kenan, kalau perusahaan mereka sedang menghadapi masalah, aku harus bagaimana?." Aisha menutupi kalau saat ini dia sedang mengalami sakit hati.
"Ooo... Gue kira loe mempunyai masalah, bikin gue kaget aja loe." Bonny meneruskan makannya.
"Udah itu urusan mereka, lagi pula kalau loe bantu. Bingung harus apa, lebih baik kita urusin tugas kuliah kita aja. Loe lupa, ya kan. Ada Kenan yang jenius, gue yakin dia bisa ngurus perusahaannya." Tika menepuk pundak Aisha.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.