Cinta Kamu

Cinta Kamu
#76


__ADS_3

Kenan mendatangi restaurant Om Roy.


"Assalamu'alaikum Om." Kenan langsung masuk keruangan Om Roy.


"Wa'alaikumsalam, Ken. Ada apa tumben kamu kesini?Apa ada masalah, hm?." Om Roy terasa heran dengan Kenan.


"Aisha pergi dari rumah, pasti Om tau keberadaan Aisha kan?." Kenan menatap tajam Om Roy.


"Ck, giliran orangnya ada di cuekin dan malah menyakiti. Kenapa kamu mencarinya?Bukankah kamu akan bertunangan?Buat apa mencari Aisha." Om Roy tersenyum sinis dan melipatkan tangan di dadanya.


"Udahlah Om jangan bertele-tele, cepat kasih tau aku dimana Aisha berada?."


"Kamu cari aja sendiri, sory Om sibuk. Sebentar lagi Om akan pergi meeting."


Kenan pergi meninggalkan restaurant dengan perasaan kesal, ia tidak dapat mengetahui dimana Aisha.


"Aisha, loe dimana sih? Please jangan seperti ini." Keluh Kenan, lalu ia melihat jam tangan. Sudah waktunya ia kuliah.


Kemudian ia menyalakan mesin motor dan melajunya menuju kampus.


"Semoga Aisha berada di kampus." Pikir Kenan sambil mengendarai motornya.


Tak lama kemudian, tibalah Kenan di kampus. Ia berjalan cepat menuju kelas, seperti orang terlambat padahal masih ada waktu 15 menit lagi.


Aisha saat ini berada di perpustakaan, ia sengaja tidak mengikuti pelajaran. Ia tidak mau ketemu dengan Kenan, Bonny dan Tika setia menemani Aisha. Mereka tidak akan membiarkan sahabatnya sedih.


"Sha, tadi aku lihat Kenan. Kaya orang mau menerkam aja." Kata Sandy yang baru datang.


"Biarkan saja." Aisha fokus baca buku.


"Loe kagak masuk ke kelas, Sha?Bentar lagi masuk loh." Sandy melihat arloji di tangannya.

__ADS_1


"Tidak, aku lagi mager. Bonny, Tika. Kalian ke kelas sana, aku ngga mau kalian ketinggalan pelajaran gara-gara aku." Aisha meletakkan buku di meja.


"Tapi loe gimana, Sha?." Kata Bonny, ia tidak tega meninggalkan Aisha dalam keadaan sedih.


"Aku memang kenapa?Aku ngga apa-apa hanya saja aku lagi mager ke kelas, udahlah kalian ke kelas sana. Aku tunggu di sini, oke." Kata Aisha tegas.


"Loe yakin, Sha." Tika memastikan.


"Yakin, ya udah sana." Usir Aisha.


"Tenang Aisha sama gue kok, udah kalian ke kelas sana." Kata Sandy.


"Kalau begitu kita ke kelas dulu ya, san. Tolong jagain Aisha, awas loe kalau macem-macem." Ancam Bonny, akhirnya Bonny dan Tika mengikuti saran Aisha.


"Ish! Gue ngga pernah macem-macem ya. Gue akan jaga Aisha dengan segenap jiwa dan raga gue." Kata Sandy.


Bonny dan Tika ke kelas.


"Ya Allah, sungguh cantiknya bidadari yang kau kirimkan untuk aku ini." Kata Sandy dalam hati.


Ketika Bonny dan Tika ingin masuk kelas, Kenan memanggil.


"Bonbon, Tika." Panggil Kenan.


Merasa di panggil, Bonny dan Tika menoleh.


"Loe tau ngga Aisha dimana?." Tanya Kenan.


"Loh! Kok nanya kita, seharusnya kita itu nanya sama loe dimana Aisha. Loe kan tinggal serumah kan?." Bonny pura-pura tidak tau keberadaan Aisha.


"Gue tau kalian sembunyikan Aisha, cepat kasih tau gue." Kenan mencengkeram tangan Tika.

__ADS_1


"Ish! Sakit Kenan, loe apa-apaan sih malah kasar sama kita. Asal loe tau kita dari semalam itu wa Aisha tapi ngga di balas, itu pasti ada hubungannya sama loe." Tika melepas kasar tangan Kenan.


"Loe apakan Aisha?Loe memang ngga pernah bosan-bosan ya nyakitin Aisha terus." Bonny menunjuk-nunjuk, ia tidak perduli kalau Kenan nanti balik marah.


"Ini hanya salah paham, makanya gue pengen jelasin ke dia. Please kalau ada informasi mengenai Aisha segera hubungi gue." Kenan menatap Bonny dan Tika bergantian.


"Loe cari aja sendiri, kalau pun gue tau Aisha dimana gue ngga akan kasih tau." Kata Bonny, lalu menarik Tika masuk ke kelas.


"Shiitt, gue harus cari Aisha kemana lagi." Kenan menarik kasar rambutnya, ia sangat frustasi.


"Gue harus menemui Papi untuk membatalkan pertunangan gue sama Ratu, gue harus jujur sama Papi kalau gue sebenarnya cinta sama Aisha. Gue ngga mau kehilangan Aisha." Kata Kenan, lalu bergegas menemui Papinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan Lupa Like, Vote dan Komentarnya ya...


See you... 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2