Cinta Kamu

Cinta Kamu
#88


__ADS_3

Para orangtua sudah kembali ke Mansion kediaman keluarga Assegaf.


"Umma, emang ngga apa-apa kalau Kenan dan Aisha tinggal?." Mami Selly khawatir.


"Ngga apa-apa kali, malah bagus. Nanti bakalan cepat jadi cicit Umma, ngga Bi?." Kata Umma Khaira, lalu menyenggol pundak Abi Assegaf.


"Benar, kamu seperti ngga tau aja. Kamu dan Devan kan seperti itu dulu." Kata Abi Assegaf.


"Itu mah, beda cerita Bi, Umma. Aku itu kasihan nanti Kenan membuat Aisha sakit dan kecapean atas perbuatannya."


"Udah jangan banyak mikirin pengantin baru, lebih baik kamu ikut Umma pengajian." Umma Khaira mengajak Mami Selly.


"Iya Umma." Mami Selly mengikuti Umma Khaira.


Pengantin baru masih terlelap di kamar hotel, mereka terlihat kelelahan. Akibat pergumulan yang beronde-ronde.


Kenan memeluk erat Aisha.


"Mas, bangun. Ini sudah siang." Aisha membuka mata terlebih dahulu.


"Biarkan saja." Kenan malah mempererat pelukan.


"Mas!!! Aku ini udah kebelet mau buang air." Aisha memukul pelan dada bidang Kenan.


"Iya, sayang." Akhirnya Kenan bisa melepaskan pelukannya.


Ketika Aisha berdiri, **** * terasa sakit dan badan terasa remuk. Ia pun merintih kesakitan.


"Sss... Aauuww... "


Mendengar Aisha merintih kesakitan Kenan bangun dari tidurnya, lalu menghampiri Aisha.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa?." Kenan khawatir.


"Ish!!! ini gara-gara anaconda mu yang besar itu membuat **** * ku sakit banget, apalagi kamu terus menggempur ku." Aisha kesal.


"Tapi kamu akhirnya menikmatinya, ya kan... ya kan..." Kenan menurun naikkan alisnya untuk menggoda Aisha.


"Nyebelin..." Aisha cemberut.


"Iya, aku minta maaf. Kalau gitu kamu aku bantu mandiin."


"Aku ngga mau yang ada kamu malah menghajar ku lagi."


"Janji sayang, kita cuma mau mandi. Tapi nanti malam lagi ya?."


"Hufh, iya."


Kenan menggendong Aisha ala bridal style untuk menuju ke kamar mandi.


"Kamu duduk sini, aku mau menyiapkan air buat kamu berendam." Kenan menurun kan Aisha pelan-pelan dan menyuruhnya closet.


"Kamu apa-apa sih, ini juga salah ku. Gara-gara aku kamu seperti ini." Kenan mencium kening Aisha. Lalu mengisi bathtub dengan air hangat, kemudian ia menggendong kembali Aisha dan menurunkan di bathtub. Sesuai janji Kenan, mereka tidak ngapa-ngapain. Hanya sekedar mandi, walau Kenan berhasrat melihat tubuh Aisha. Ia tahan keinginannya.


"Kalau bukan melihat kamu kelelahan, kamu sudah menghajar kamu lagi." Kata Kenan dalam hati.


Mereka sudah berpakaian rapi.


"Yank, kita makan dulu. Baru itu kita lanjut honeymoon ke Maldives." Kenan memeluk Aisha.


"Iya, Yank. Jujur aku lebih suka di Indonesia, tapi kalau sudah keputusan mu aku ikut." Aisha membalikkan badan, menghadap Kenan.


"Kita kan pacaran cuma sebentar, Yank. Dan selama pacaran kita jarang bertemu, jadi aku ingin merasakan pacaran yang sesungguhnya. Walau kita sudah menikah... Ya malah enak pacaran ala halal. Yank."

__ADS_1


"Iya, mas... Hmmm, kita kan masih kuliah apakah kamu mau menunda mempunyai anak mas?." Aisha ragu.


"Kalau mempunyai anak adalah rezeki, Yank. Malah aku senang di rahim mu mengandung benih ku dengan cepat, berarti aku ini laki-laki yang hebat."


"Ish! Pedenya kamu, semenjak kita jadian kenapa sifat mu jadi lebay kaya gini sih Mas?Padahal dulu kamu itu dingin seperti kulkas."


"Maaf kalau selama ini aku terlalu dingin dan cuek sama kamu, aku akan berusaha menjadi suami yang baik dan sholeh buat kamu."


"Begitu pun aku mas, aku akan berusaha menjadi istri yang baik dan sholeha untuk mu. Jangan pernah lelah mengajarkan ku tentang kebaikan, ibadah dan lain-lainnya."


Skip


Mereka langsung berangkat ke Maldives setelah makan, mereka menggunakan jet pribadi. Yang dari tadi menunggu di tanah lapang dekat hotel.


Pesawat jet itu di berikan Abi Assegaf untuk hadiah pernikahan Kenan dan Aisha. Umma Khaira memberikan hadiah tiket bulan madu ke Maldives, termasuk hotel, tempat wisata dan lain-lainnya.


Sungguh beruntungnya mereka mendapatkan hadiah mewah, tapi mereka tidak lupa membagikan beberapa uang untuk di sumbangkan ke panti dan semua karyawan di hotel maupun di kantor Kenan.


Selama bulan madu di Maldives Kenan tiada hentinya menggauli Aisha, Kenan seperti singa yang selalu lapar.


"Percuma kita jauh-jauh keluar negeri, tapi kerjaannya cuma ngamar aja kegiatan. Ngga ada tuh jalan-jalan." Kesal Aisha.


"Ya namanya juga honeymoon, yang ada itu buat pabrik anak. Yank." Kenan merasa gemas dengan Aisha yang cemberut, lalu ia mencium bibir ranum Aisha.


"Udah dong, mas. Kita jalan-jalan, aku ingin melihat berbagai wisata dan berbelanja oleh-oleh untuk yang ada di Indonesia, Mas."


"Iya, Sayang. Tapi satu kali lagi ya, please." Kenan berwajah memelas.


"Hufh, janji yang sekali ini. Kita langsung jalan-jalan, kalau kamu bohong kamu ngga akan mendapatkan jatah." Ancam Aisha.


Kenan menelan silvana terasa berat.

__ADS_1


"Oke janji, Yank."


Mereka melanjutkan pergumulan, entah udah berapa ronde. Kenan memang sudah kecanduan dengan Aisha.


__ADS_2