Cinta Kamu

Cinta Kamu
#21


__ADS_3

"Sudah, yuk. Kita ke kosan ku, waktunya kita belajar untuk masa depan yang cemerlang." Aisha merangkul kedua sahabatnya.


Tak lama kemudian, mereka telah sampai di kosan Aisha, alias rumah Kenan. Aisha belum memberitahukan kedua sahabatnya, kalau dia sudah pindah. Mami Selly yang baru masuk mobil, melihat Aisha dan teman-temannya di depan gerbang. Lalu menghampiri Aisha dan kedua sahabatnya.



"Eh! Aisha sudah pulang, baru Mami mau jemput kamu. Ini teman-teman kamu?." Mami Selly menunjuk senang.


"Iya, Mi. Kenalkan ini Bonny dan Tika, mereka sahabat aku di sekolah." Aisha senang dan mencium punggung Mami Selly.


"Assalamualaikum, tante." Serentak Bonny dan Tika.


"Wa'alaikumsalam, ayo-ayo masuk-masuk." Mami Selly senang kedatangan Aisha dan kedua sahabatnya.


"Mami, Kami mau belajar kelompok. Apa boleh, Mi?." Aisha ragu-ragu.


"Boleh dong, Sayang. Malah Mami sangat senang, karena sahabat kamu juga lucu dan imut kaya kamu." Mami Selly merangkul Aisha dan menarik gemas hidung Aisha.


"Terimakasih, Mi." Aisha memeluk Mami Selly.


Aisha mengajak langsung kedua sahabatnya ke kamar Aisha.


"Wah! ini kamar kamu, Sha. Bagus banget jadi gue betah di kamar loe." Bonny merasa takjub melihat kamar Aisha yang di modif berwarna pink oleh Mami Selly.


"Oh! ini Mami Selly yang mengatur semua." Aisha mengambil buku di meja dan tasnya.

__ADS_1


"Sha, gue mau tanya di ruang tamu kok ada foto Kenan?." Tika menatap Aisha curiga.


"Ya ini rumah Kenan, yang tadi itu Maminya Kenan." Aisha menunduk.


"APA!!!." Serentak.


"Kok bisa, Loe ada di rumah Kenan dan kenapa Loe memanggil Mami Kenan dengan sebutan Mami?." Bonny memberi banyak pertanyaan kepada Aisha.


"Satu, Bon. Aku pusing harus jawab yang mana dulu." Aisha menggaruk rambut yang tidak gatal.


"Yang mana aja, gue penasaran banget." Bonny.


"Iya, Loe harus ceritain dari awal dengan jujur." Tambah Tika.


"Tapi kalian harus berjanji dulu, ngga akan bilang ke siapa-siapa. Oke." Aisha.


Aisha menceritakan semuanya kepada kedua sahabatnya dari Aisha mengikuti lomba dan mendapatkan beasiswa, hingga Aisha tinggal di rumah Kenan. Tiba-tiba pintu kamar Aisha ada yang mengetuk.


Tok... Tok...


"Assalamualaikum, sha. Mami menyiapkan minuman dan cemilan, biar kalian semangat belajarnya." Mami masuk kamar Aisha.


"Terimakasih, Mi." Aisha membantu Mami Selly membawakan minuman dan cemilan.


"Wah!, kayanya enak nih." Bonny langsung mengambil cemilan dan minuman.

__ADS_1


"Ya, Allah. Bonny, bikin malu aja, maaf tante jadi merepotkan." Tika sungkan.


"Ngga apa-apa kok, sayang. Tante malah senang." Mami Selly tersenyum.



"Kalian yang semangat belajarnya, cayo." Mami Selly memberi semangat Aisha dan kedua sahabatnya.


"Cayo!!!." Serentak.


"Ya sudah, Mami kebawah dulu." Mami Selly keluar kamar Aisha.


"Sumpah, Sha. Nyokapnya Kenan baik dan ramah banget beda sama dengan Kenan yang dingin dan cuek." Bonny yang masih melahap cemilan.


"Ya, gitu dech." Aisha melanjutkan belajarnya.


"Tapi enakan setiap hari Loe bisa lihat Kenan di rumah dan di sekolah." Tika to the point, membuat Aisha menghentikan menulis dan menatap kedua sahabatnya.


"Jujur aja, kita sudah tahu kalau Loe cinta kan sama Kenan?." Tambah Bonny langsung mengena dihati Aisha.



"Iya, aku cinta banget. Entah sejak kapan, rasanya tersiksa banget melihat Kenan selalu berdua dengan Bella. Aku ngga tau harus bagaimana." Aisha sedih dan meneteskan air mata.


"Sudah jangan sedih, kita akan bantu Loe." Tika memeluk Aisha dan di susul Bonny memeluk Aisha juga.

__ADS_1


"Iya, Gue juga akan bantu Loe. Tapi yang penting sekarang kita harus belajar dulu." Bonny melepas pelukan.


__ADS_2