Cinta Kamu

Cinta Kamu
#32


__ADS_3

"Hahaha... Menggemaskan sekali dia, kalau malu-malu seperti itu." Kata Kenan dalam hati.


"Ish... Malu banget Kenan melihat ku." Batin Aisha.


Beberapa jam kemudian, jam sekolah telah usai. Aisha buru-buru merapihkan alat tulis dan bukunya dan memasukkan ke dalam tas.


"Aku harus cepat-cepat ke restoran, aku sudah lama sekali ngga masuk kerja." Batin Aisha.


Kenan memperhatikan gerak-gerik Aisha. Ketika Aisha hendak keluar dengan berlari, membuat Kenan cemas.


"Aisha kenapa berlari?mau kemana?apa dia mau berkencan dengan cowok yang waktu itu, nggak. Gue ngga akan biarkan, gue harus ikuti Aisha." Kata Kenan dalam hati, lalu mengikuti Aisha diam-diam.


Aisha langsung masuk taxi.


"Ish... cepat banget lari." Kenan menendang vas bunga, hingga membuat perhatian orang-orang. Kenan tidak perdulikan tatapan dan orang-orang menggunjinkan dirinya, lalu Kenan menuju motor kesayangannya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Aisha sampai di restoran dengan napas yang tidak teratur.


"Assalamualaikum mba Ririn, hos... hos...." Sapa Aisha dan mengatur napasnya.


"Wa'alaikumsalam, kamu kenapa Aisha ngos-ngosan kaya gitu." Ririn khawatir.


"Ngga apa-apa kok, aku takut telat jadi berlari." Ucap Aisha.


"Ya Allah, Aisha. Kamu itu keponakan Pak Roy telat juga ngga apa-apa, lagi pula siapa coba yang berani memarahi kamu." Ririn mengacak-acak rambut Aisha.


"Ih!! Mba Ririn rambutku jadi berantakan." Aisha membenahi rambutnya.


"Sory mba aku keruang ganti, bye." Teriak Aisha.


"Itu anak sangat imut, bikin aku cubit pipinya." Ririn tersenyum melihat tingkah Aisha.


Aisha sudah mengganti pakaian, lalu menemui Om Roy.

__ADS_1


Tok... Tok...


"Assalamualaikum Om." Aisha mengetuk pintu.


"Wa'alaikumsalam, masuk aja." Kata Om Roy sambil melihat dokumen.


"Om aku masih bolehkan bekerja disini." Aisha gugup dan bermain jari-jarinya.


"Bolehkan dong sayang, kamu satu-satunya keponakan Om." Om Roy berhenti melihat dokumen dan menatap Aisha.


"Terimakasih, Om. Oia Om boleh ceritain kenapa aku ini bisa jadi keponakan Om, padahal selama ini Bunda dan Ayah ngga pernah cerita kalau kami masih mempunyai keluarga dekat?." Aisha masih gugup takut Om Roy marah.


Om Roy berjalan dan mendekati Aisha.


"Duduk dulu Om ceritain semuanya sama kamu." Om Roy menyuruh Aisha duduk di sofa.


"Iya, Om." Aisha menurut.

__ADS_1


"Jadi begini ceritanya, Om dan Ayah kamu itu kakak adik, sedangkan papi Devan dan Mami Selly itu sahabat kami. Entah mengapa tiba-tiba orang tua Om dan Ayah mu menjodohkan Ayah mi dengan Mami Selly, padahal mereka tau Ayah mu sudah mempunyai pacar yaitu Bunda kamu. Begitu juga Mami Selly juga mempunyai pacar yaitu Papi Devan. Karena sifat keras kepala Ayah mu dan tidak mau menikah dengan Mami Selly, Ayah mu diam-diam pergi dan menikahi Bunda mu. Opa mu sangat marah besar, ia mencabut seluruh aset yang di miliki Ayah mu. Agar Ayah mu menyesal akan perbuatan, tapi justru Ayah mu tidak memperdulikan harta. Semenjak kejadian itu Om tidak mendapat kabar Ayah dan Bunda mu, terakhir aku menemukan kalian sedang makan bakso di Bandung. Ayahmu memang keras kepala, membawa kalian pergi kembali. Sebelum Om Roy menjelaskan, kalau Opa sudah tidak marah lagi. Bahkan menyesal dengan sikapnya terhadap Ayahmu, sampai saat ini Opamu merindukan kalian. Om belum bercerita akan kematian keluargamu, Om takut Opamu itu jatuh sakit lagi." Om Roy menangis.


__ADS_2