Cinta Kamu

Cinta Kamu
#80


__ADS_3

Ratu meminta maaf kepada Aisha, setelah itu dia pindah ke London. Sebelum pindah ke London Ratu bersikap baik kepada Aisha, malah Ratu sangat senang bisa berteman dengan Aisha. Teman-teman Ratu sebelumnya hanya memandang harta, tidak tulus berteman. Sedangkan Aisha dan sahabat-sahabatnya sangat tulus, Ratu sangat malu dengan sikapnya dulu. Ia pun merubah sifatnya itu.


"Aku pindah ke London kalian tetap akan mau berteman dengan ku kan?." Ratu penuh harap.


"Iya, pasti." Aisha tersenyum.


"Iya, jangan lupa loe nanti disana kirimin. Gue makan khas London ya, masalahnya gue belum pernah nyobain makanan disana." Perkataan Bonny membuat yang lain tertawa.


"Ya ampun, es bon-bon. Di pikiran loe itu makanan mulu." Tika menggelengkan kepala.


Inilah yang Ratu sangat senang, melihat Tika dan Bonny selalu bertengkar. Tapi mereka saling menyayangi sesama teman, Ratu tertawa bahagia. Baru kali ini dia rasakan, perasaan nyaman dan bahagia bersama teman. Aisha melihat Ratu tertawa, lalu ia tersenyum.


"Alhamdulillah Ratu sudah berubah sifatnya, ia menjadi lebih baik sebelumnya." Kata Aisha dalam hati.


"Sudah-sudah, kalian ini seperti Tom dan Jerry. Tenang kalian akan aku kirimkan satu-persatu makanan khas London, jadi kalian jangan bertengkar lagi. Oia, Sha. Kenan masih sibuk di perusahaan?." Ratu memisahkan Bonny dan Tika, lalu menoleh ke Aisha.


"Iya, walau sibuk. Ia masih mengirimkan pesan dan kadang menelpon ku." Aisha malu-malu.


"Cie... Tidak di sangka Kenan bisa seperti itu sama kamu Sha. Kapan nih kalian menikah?." Goda Ratu.


"Ish! kamu apaan sih, kita ini masih kuliah lagi." Wajah Aisha tambah merona.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Seminggu kemudian, Ratu sudah berangkat ke London. Kenan masih sibuk mengurus perusahaan bersama Om Roy dan Papi Devan, Aisha fokus dengan kuliahnya.


Drrt... Drrt...


Ponsel Aisha berdering, Aisha melihat layar ponselnya. Ternyata Mami Selly yang menghubungi.


"Assalamualaikum, Mi." Salam Aisha.


"Wa'alaikumsalam, putri cantik Mami. Kamu bisa kerumah ngga?Mami sendirian nih, Kenan dan Papi sibuk mengurus perusahaan. Arkan sekolah pulang sore, Mami merasa kesepian nih, sayang. Kamu kesini ya." Rengek Mami Selly.


"Sebentar, Mi. Aku selesaikan tugas dulu, baru aku kesana. Soalnya sebentar lagi selesai." Kata Aisha, ia agak tertawa dengan suara Mami Selly seperti anak kecil yang merengek minta jajan.


"Iya, sayang. Mami tunggu ya, Assalamualaikum putri cantiknya Mami."


"Wa'alaikumsalam Mami cantik." Sambungan telp terputus. Aisha buru-buru menyelesaikan tugasnya, dia saat ini sedang berada di Perpustakaan.


Tak lama kemudian, tugas Aisha selesai. Ia langsung menghadap dosen, padahal ini tugas buat 2 hari lagi. Karena Aisha tidak mau berlama-lama mengerjakan tugas, ia pun langsung mengerjakan tugas pada hari itu juga.


Abis menyerahkan tugas ke dosen, ia segera kerumah Mami Selly. Aisha masih tinggal di apartemen, ia tidak mau pindah. Apalagi sekarang hubungan Aisha dan Kenan sudah terjalin, takut menimbulkan fitnah nanti. Tapi kamar Aisha masih ada, tetap seperti dulu. Mami Selly kadang membelikan Aisha pakaian, sengaja ia letakkan di lemari takutnya Aisha main kerumah tidak ada pakaian ganti.


Tibalah Aisha di rumah Mami Selly.


"Assalamualaikum, Mi." Aisha mencium tangan Mami Selly.


"Anak Perempuan Mami." Mami Selly memeluk Aisha.


"Sepertinya Mami lagi masak nih." Aisha mencium bau masakan.

__ADS_1


"Iya, sayang. Yuk, bantu Mami membuang waktu luang ini." Ajak Mami Selly.


"Aku taruh tas dulu, ya Mi." Aisha meletakkan di meja yang berada di ruang keluarga.


Setelah itu Aisha mengikuti Mami Selly ke dapur.


Tidak terasa mereka membuat begitu banyak jenis kue, hingga hari sudah sore. Arkan pulang, ia tampak senang dengan kedatangan Aisha. Mereka saling bercanda.


"Mi, aku mandi dulu ya. Ngga enak nih bau keringat." Aisha mencium bajunya.


"Ya udah, Mami juga mau mandi. Arkan kamu mandi juga sana." Kata Mami Selly.


Mereka ke kamar masing-masing.


Setelah mandi Aisha ke Balkon kamarnya, ia kangen dengan kehidupan dia berada di rumah ini.


Kenan yang baru pulang, ia melihat kamar Aisha terbuka. Lalu ia masuk dan melihat Aisha di balkon. Kenan tersenyum senang, karena kedatangan pujaan hatinya. Tadi ia merasa lelah, setelah melihat pujaan hatinya rasa lelah itu hilang.


"Sungguh sangat menyenangkan bersama orang-orang yang di cintai." Aisha menghirup udara.


"Termasuk aku dong." Kenan memeluk Aisha dari belakang. Aisha terkejut kedatangan Kenan yang tiba-tiba.


"Ish! bikin kaget aja." Aisha ingin melepas tangan Kenan di perutnya, tapi Kenan malah mempererat pelukan.


"Biarkan sejenak, aku mau ngisi daya untuk besok." Kata Kenan, Aisha merasa merinding. Karena hembusan napas Kenan tepat di lehernya. Kenan menjatuhkan dagunya di bahu Aisha.


"Aku akan selalu mengatakan ini dan tak akan bosan mengatakan, aku cinta kamu Aisha." Kenan membalikkan badan Aisha.


"Apa kamu kata." Kenan menggelitik Aisha.


"Hahaha... Ampun-ampun." Aisha tertawa.


"Rasakan ini." Kenan terus menggelitik Aisha.


"Hahaha... Kenan hentikan... Aku... minta... Maaf."


Kenan menghentikan menggelitik, lalu ia memeluk Aisha. Kali ini dari depan.


"Iya, makanya jangan nakal."


"Ish! lagian siapa yang nakal, kan dulu kamu emang manusia kulkas. Susah di taklukkan, waktu itu aku aja hampir menyerah..." Perkataan Aisha terhenti, karena Kenan mencium bibirnya. Tanpa Aisha sadari ia mengalungi leher Kenan.


Kenan melepas ciuman, takut khilaf.


"Maafkan sikap ku yang dulu, sekarang aku malah takut kehilangan mu. Rasanya aku ingin cepat-cepat menikahi mu." Kenan memeluk Aisha dengan gemas.


"Aku ngga mau." Aisha melepas pelukan.


"Loh! Emang kenapa?." Perasaan Kenan menjadi gundah gelana atas perkataan Aisha.


"Ya ngga mau, karena kita ini masih kuliah dan aku ingin meraih cita-cita ku jadi dokter."

__ADS_1


Kenan menjadi napas lega, di kiranya Aisha benar-benar menyerah dan tidak mau menikah.


"Kita bicarakan nanti, aku mandi dulu. Kamu di sini dulu jangan kemana-mana." Kenan mengecup bibir Aisha, lalu ke kamarnya.


"Main nyosor aja, kalau kaya gini terus apa kita menikah ya." Gumam Aisha, semenjak terjalin hubungan. Kenan kadang suka cium dan peluk, membuat Aisha risih. Tapi tidak menolak.


30 menit kemudian, Kenan sudah seger dan tambah ganteng. Membuat Aisha terpesona.


"Ngelihatin terus ganteng ya pacarnya." Kenan menaik dan turunkan kedua alisnya, lalu tersenyum.


"Iya, kamu memang selalu ganteng. Itu lah yang membuatku cinta sama kamu." Ungkapan jujur Aisha, hingga pipinya merona.


"Aku sudah ngga tahan segera menikahi mu, sayang." Kenan memeluk gemas Aisha.


"Jangan peluk-peluk ngga boleh." Aisha memukul pelan badan Kenan.


"Kalau begitu aku mau bilang sama Mami, Papi dan Om Roy segera nikahin kita." Kenan menggenggam tangan Aisha dan berjalan keluar kamar Aisha.


"Kamu serius, Ken. Mau menikahi aku, takutnya nanti kamu malah cuma bohongi aku." Ucapan Aisha membuat Kenan menghentikan langkahnya.


"Aisha, aku sangat serius. Coba kamu lihat di mata ku apa kah ada kebohongan, hm?." Kenan memegang wajah Aisha.


Aisha melihat mata Kenan, dia tidak menemukan kebohongan. Kenan serius dengannya.


"Kamu harus percaya cinta, jiwa dan raga ku hanya milik Aisha seorang. Kamu jangan meragukan itu dan dengarkan detak jantung ini, ia selalu berdebar bila kamu di dekat ku." Kenan mengarahkan kepala Aisha di dadanya.


Deg... Deg... Deg...


Aisha mendengar detak jantung Kenan yang berdetak kencang.


"Sekarang kamu percayakan?."


"Iya, maaf kalau sudah meragukan mu."


"Ngga apa-apa, yuk. Kita kebawah, kita beritahu mereka kita sepakat menikah."


Mereka melanjutkan lagi langkahnya menuju meja makan.


.


.


.


.


..


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya...


See you... 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2