Cinta Kamu

Cinta Kamu
#45


__ADS_3

Tanpa di sadari Kenan juga memeluk Aisha.


"What!, Kenan kenapa ikut memeluk ku?. Seperti mimpi bisa di peluk Kenan sang pangeran hatiku." Batin Aisha meronta senang.


"Wah! ada momen apa nih?sampai-sampai kalian berpelukan seperti teletubies." Om Roy yang baru tiba.


perkataan Om Roy, Kenan melepas pelukan dan baru menyadari kalau dia sedang memeluk Aisha.


"Ah! Kamu Roy ganggu aja, seharusnya di biarkan aja sampai mereka menyadari." Goda Mami Selly.


"Hahaha... Dasar kakak ku ini, tapi lihat wajah Aisha merah kaya kepiting rebus." Sambung Om Roy untuk menggoda Aisha.


Aisha memegang kedua pipinya terasa panas. Kenan melihat wajah Aisha yang memerah, spontan cubit hidung Aisha.


"Gemesin banget sih." Kata Kenan.


Om Roy dan Mami Selly terkejut melihat kelakuan Kenan mencubit hidung Aisha.


"Ish! Sakit tau." Aisha menepis tangan Kenan.


"Abis Loe itu gemes banget." Kenan tanpa bersalah. Om Roy dan Mami Selly tersenyum melihat debatan Aisha dan Kenan.


"Kak, kayanya kita ini pengganggu dech. Lebih baik kita pergi, kebetulan Bang Devan mengajak kita pergi ke luar kota." Bisik Om Roy.


"Ok, kakak akan siap-siap dulu." Balas Mami Selly.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Mami Selly, Arkan dan Om Roy pergi. Aisha dan Kenan di tinggal dirumah berdua, karena mereka sedang mempersiapkan untuk UAN dan ujian masuk universitas ternama.


__ADS_1


"Sayang, Mami pergi ya. Ini kesempatan kamu mengejar Kenan, mumpung tidak ada orang yang ganggu kalian berdua." Bisik Mami Selly sebelum pergi.


"Iya, Mi. Aku harus semangat." Aisha tersenyum malu-malu.


Aisha mengingat perkataan Mami Selly sebelum pergi, membuat Aisha merona, memikirkan bagaimana dan harus apa bila berduaan dengan Kenan.


"OMG, tapi sebelumnya aku harus belajar dulu." Aisha meneruskan belajarnya.



Aisha tengah asyik membaca buku tiba-tiba perutnya merasa lapar dan di lihat waktu sudah menunjukkan jam 8 malam, sudah waktunya makan malam. Lalu Aisha kekamar Kenan.


Tok... Tok... Tok...


"Assalamualaikum, Ken. Apa kamu didalam." Aisha mengetuk pintu.


Ceklek...


"Wa'alaikumsalam, ada apa?." Kenan dingin dan menatap tajam Aisha.


"Sudah waktu makan malam, kita makan, makanan yang Mami buat tadi masih ada." Aisha menunduk, bukan takut sama Kenan. Tapi jantungnya berdebar kencang.


"Oh! Loe mau gue nemanin loe makan gitu?." Kenan melipat silang tangannya di dada bidang Kenan.


"I-iya, Ken." Jantung Aisha berdebar sudah ngga karuan.


"Tapi gue ngga mau makan itu, gue mau makan nasgor di depan komplek." Kata Kenan.


"Terserah kamu, tapi aku ngga mau soalnya Mami sudah bersusah payah membuat makanan itu. Sayang banget kalau ngga makan, mubazir. Tak baik membuang-buang makanan." Aisha pergi, Kenan melihat punggung Aisha.


"Ya sudah, loe habisin aja makanan di meja. Gue tetap bakalan beli nasgor." Teriak Kenan.

__ADS_1


Aisha sudah di duduk di kursi makan, lalu mengambil piring dan sendok. Ketika Aisha ingin menuangkan makanan di piringnya, tiba-tiba Kenan menarik Aisha.


"Sudah ikut gue, jangan makan itu lagi ngga bagus buat lambung loe. Karena itu pedas banget, nanti biar kita kasih ke satpam komplek aja." Kata Kenan.


Aisha menatap Kenan dan merasa aneh dengan sikap Kenan yang tiba-tiba khawatir dan peduli sama Aisha.


"Udah jangan bengong, bereskan semua. Gue udah lapar." Kata Kenan ketus.


.


.


.


.


Hai Readers...


Apa kabar? semoga kalian selalu baik-baik aja dan Allah selalu melindungi kalian. Amiin YRA...


Author butuh dukungan kalian, biar Author semangat upnya. Please Vote, like dan komentarnya...


Maaf nih Author belum bisa kasih kalian apa-apa, Insya Allah jika keuangan Author sudah kembali. Nanti Author akan memberikan sedikit rezeki, doakan Author ya... Karena pada pandemi ini Author mulai dari Nol lagi. Tapi Author tidak putus asa dan selalu semangat...


Terimakasih see you... 😘😘😘.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2