
"Hai, Sha. Gue pengen kasih tau sama loe, kalau gue dan Kenan sudah jadian. Sebentar lagi kami akan tunangan, gue mohon loe harus keluar dari rumah Kenan. Karena loe akan merusak semuanya nanti." Ratu lembut, tapi sangat menyakitkan perasaan Aisha.
"Iya, selamat. Nanti setelah pertunangan kalian. Aku akan keluar dari rumah itu, tenang aja. Aku ngga akan merusak hubungan kamu sama Kenan." Aisha pergi meninggalkan Ratu, ia berusaha tegar di hadapan Ratu. Ia tak mau di anggap rapuh.
Setelah jauh dari Ratu, Aisha langsung meluapkan kesedihan.
"Hiks... Hiks... Hiks... Sakit sangat sakit." Aisha memukul dadanya yang sesak.
Dari kejauhan Bonny, Tika dan Sandy melihat Aisha memukul dadanya. Lalu mereka buru-buru lari menghampiri Aisha.
"Ya Allah, Aisha sayang. Loe kenapa?Siapa yang bikin loe menangis." Sandy khawatir.
"Iya, Sha. Jawab siapa yang bikin loe kaya gini?." Bonny memegang bahu Aisha.
Aisha tambah menangis.
"Sha, jawab siapa?Jangan diam aja." Tika memeluk Aisha.
"Hiks... Hiks... Hiks... Sakit banget." Aisha sedih.
"Gini aja lebih baik, kita ke cafe. Biar loe bisa tenang ceritanya." Usul Sandy.
"Gue setuju." Kata Bonny.
"Gue juga." Kata Tika, Aisha hanya diam dan menangis.
Mereka mengajak Aisha ke Cafe terdekat di kampus.
"Sha, Coba loe ceritakan sama kita-kita." Kata Bonny ngga sabaran.
Aisha menceritakan dan tambah menagis.
"Ck, breng*** tuh Kenan, gue udah melepaskan loe buat dia. Tapi dia malah nyakiti Loe, gue ngga terima." Sandy berdiri dan Marah, lalu menggebrak meja.
"Apalagi itu Ratu palsu, bikin gue kesel. Gue yakin itu akal-akalan dia aja, Lihat aja gue bikin perhitungan." Geram Bonny.
"Udah-udah jangan di ambil hati lebih baik, kita mulai rencananya. Jangan pake emosi, yang ada nanti rencananya bakal gagal. Kamu harus kuat dan bangkit, Sha." Tika menenangkan Bonny dan Sandy.
"Benar kata loe Tik, kita harus memulai rencana kita dan loe sandy gue mohon bantuannya." Ucap Bonny.
"Bantuan apa?." Sandy duduk kembali.
Tika membisikkan rencananya, sedangkan Aisha hanya diam aja. Hingga membuat Bonny tidak tega. Kemudian Bonny naik ke atas panggung.
Dunia belum berakhir
__ADS_1
Bila kau putuskan aku
Masih banyak teman-temanku di sini
Menemaniku
Dunia belum berakhir
Bila kau putuskan aku
Wajahku juga nggak jelek-jelek amat
Ada yang mau
Kupikir-pikir
Kupikir-pikir
Lebih baik aku menyingkir
Kupikir-pikir
Kupikir-pikir
Lelah
Ho-o-ho ...
Dunia belum berakhir
Bila kau putuskan aku
Paling-paling juga kalau kamu mentok
Balik padaku
Kupikir-pikir
Kupikir-pikir
Lebih baik aku menyingkir
Kupikir-pikir
Kupikir-pikir
Lelah
__ADS_1
Ho-o-ho ...
Dunia belum berakhir
Bila kau putuskan aku
Masih banyak teman-temanku di sini
Menemaniku
Andai kau tahu
Apa yang kurasakan
Andai kau mau mengerti
Ho-o-ho ...
Dunia belum berakhir
Bila kau putuskan aku
Paling-paling…
Semua pengunjung bertepuk tangan dan malah meminta menyanyikan lagu.
"Ayo, nyanyi lagi." Sorak salah satu pengunjung. Sandy dan Tika mendengar itu. Ikut naik Ke panggung.
"Yuk, kita nyanyi lagi." Kata Sandy yang sudah memegang gitar dan Tika memegang Keyboard.
Lagu di nyanyikan Bonny dan Aisha sangat bagus dan merdu suaranya. Hingga membuat pengunjung senang.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa jempolnya...
__ADS_1