Cinta Kamu

Cinta Kamu
#84


__ADS_3

Selama seminggu Kenan sangat menderita tidak bisa ketemu dengan Aisha. Dan hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dan di tunggu-tunggu Kenan, akhirnya ia akan bertemu dengan Aisha. Sang pujaannya sebentar lagi akan menjadi istrinya, sikap Kenan yang tidak sabaran membuat Papi Devan, Om Roy dan Arkan menggelengkan kepala.


"Pi, Om dan Arkan cepat sedikit. Yang nikah aku kok kalian ini lelet banget sih." Kenan melihat jam di tangannya, ia gelisah takut telat datang di pernikahannya. Padahal waktu masih jam 6 pagi, sedangkan acara akad nikah akan di adakan jam 10.


"Bang, jangan lebay dech. Ini masih pagi banget tau, dari subuh udah ribut banget. Aku mau tidur dulu, masih ngantuk. Gara-gara abang ribut tidur ganteng ku terganggu." Arkan merebahkan tubuhnya di sofa, lalu memejamkan matanya.


"Ish! kamu jangan tidur lagi, Dek. Abang ngga mau telat." Kenan menarik Arkan agar tidak tidur.


"Kenan!!! Ini masih pagi, lihat tuh masih jam 6 pagi. Acara akadnya itu jam 10, lokasinya juga ngga jauh. Cuma 15 menit doang." Papi Devan emosi dengan kelakuan anak sulungnya, dari jam 4 subuh Kenan sudah ribut membangunkan semua orang di rumah.


"Tau nih, dulu aja kamu menolak cintanya Aisha. Sekarang malah bucin, tapi kelewatan banget bucinnya. Seperti orang ngga waras." Ledek Om Roy.


"Bukan begitu... Ish!! Kalian ini ngga ngerasain apa yang aku rasa, ngga ketemu dan ngga bisa menghubungi Aisha selama seminggu." Kata Kenan, ia tidak terima di katain tidak waras.


Arkan melanjutkan tidurnya, dia malah cuek perdebatan antara Papi Devan, Om Roy dan Kenan.


"Maaf Den, dari pada Aden seperti ini. Lebih baik Aden ikut Bibi untuk menambah ketampanan wajah Aden, biar Non Aisha tambah kelepek-kelepek melihat ketampanan Aden." Bi Imah memberi saran.


"Benar tuh yang di katakan Bi Imah, sana kamu ikut Bi Imah. Hus, sana." Usir Om Roy, ia sudah merasa jengah dengan tingkah Kenan.


"Kok, Om malah ngusir aku." Kenan tidak terima.


"Sudah sana, dari pada kamu disini bikin Papi pusing." Sahut Papi Devan.

__ADS_1


"Baiklah." Kenan mengikuti Bi Imah.


Wajah Kenan dipakaikan masker alami oleh Bi Imah.


Di sisi Lain


Aisha di make up oleh MUA terkenal di macam Negara dan Negeri, MUA itu merupakan kerabat dari Tante Tasya.


"Masya Allah, Tabarakallah. Kamu sangat cantik, Aisha. Tanpa make up kamu sudah cantik, di tambah make up wajah mu makin cantik. Kamu menggunakan skin care apa sih, tante mau dong." Kagum Tante Lia kepada Aisha.


"Kamu memang benar, kak. Aisha itu sangat cantik, luar dan dalam. Kenan yang terkenal anti cewek dan jutek, bisa luluh dengan Aisha." Sahut Tante Tasya.


"Itulah anak perempuan ku, dia itu bagaikan bidadari atau malaikat. Bukan hanya cantik di wajah aja, tapi hatinya juga cantik." Mami Selly bangga.


"Maaf Nyonya ini makanan dan minuman buat Nona Aisha dan Nyonya-nyonya." Pelayan hotel mengantar makanan dan minuman.


"Maaf Nyonya, ini sudah merupakan tugas saya." Pelayan itu menyodorkan uang tersebut kepada Mami Selly.


"Sudah terimalah, hari ini yang berbahagia buat saya dan keluarga. Makanya saya membagi kebahagiaan kepada kamu, terimalah." Mami Selly memaksa pelayan tersebut untuk menerima uang.


"Baik saya terima uang ini, Terimakasih banyak ya nyonya. Semoga tambah rezekinya dan kebahagiaan selalu menyertai anda dan keluarga, kalau begitu saya permisi dulu. Assalamualaikum." Pelayan itu menerima uang tersebut dan pamit undur diri.


"Wa'alaikumsalam...." Serentak.

__ADS_1


"Yuk, makan dulu. Cuma kita berempat doang yang belum makan." Mami Selly mengambil piring dan membagikan.


"Iya, Jeng. Terimakasih." Kata Tante Lia dan Tante Tasya.


"Sha, kamu biar Mami suapin. Ayo buka mulutnya." Kata Mami Selly.


"Biar Aisha sendiri aja, Mi." Aisha tidak enakan.


"Sudah, biar Mami saja. Ayo A."


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan Komentarnya ya...


See you.... 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2