
"Udah sana kedalam, maaf ada Kenan dan Ratu." Bisik Sandy.
"Hah! Oh! Begitu, makasih ya. Sampai ketemu besok, bye." Aisha berlari ke dalam rumah.
Ketika Aisha hendak masuk rumah tiba-tiba tangannya ditarik. Itulah ulah Kenan.
"Bagus pulang malam-malam, enak ya dapat ciuman." Kenan Marah.
"Lepas, bukan urusan kamu." Aisha berusaha melepaskan tangan dari pegangan Kenan.
"Sampai kapanpun gue ngga akan melepaskan loe." Kenan sangat marah, ia tidak peduli Aisha kesakitan dan ada Ratu di sampingnya.
"Sayang, jangan gitu dong. Kamu ngga kasihan Aisha udah kesakitan." Ratu sok lembut, padahal hatinya sakit melihat Kenan yang cemburu Aisha pergi dengan Sandy.
Airmata Aisha keluar begitu saja, bukan karena sakit tangannya di cengkrem Kenan. Aisha sakit Ratu memanggilnya sayang dengan lembut.
Ppllaakk. Aisha menampar Kenan.
"Udah, cukup kamu mempermainkan hati aku. Aku begitu bodohnya mau di permainkan sama kamu, semua tindakan kamu sama aku selalu membuat ku terbuai, tapi apa nyatanya kamu sama sekali mencintaiku. Kalau seperti ini terus aku udah ngga sanggup menahan terlalu lama, sakit banget. Kamu ngga akan pernah rasakan. Oia selamat atas pertunangan kalian. Aku akan segera pergi dari rumah ini." Aisha meluapkan isi hatinya, lalu pergi. Kenan memegang pipinya dan menatap kepergian Aisha.
"Kamu ngga apa-apakan?." Ratu memegang pipi Kenan.
"Ngapain sih loe, udah loe pulang sendiri. Gue ada urusan." Kenan menepis tangan Ratu, lalu melajukan motor kesayangannya.
__ADS_1
"Sial, ini gara-gara Aisha. Gue akan beri Aisha pelajaran, biar tau kalau Kenan hanya milik Gue. Lihat aja Ken, gue akan buat loe. Tidak akan bisa berkutik." Ratu mengepal tangannya.
Aisha merebahkan diri ke kasur dan menangis.
"Kenan kamu jahat, hiks...Hiks... Hiks.." Aisha memukul kasur.
"Aku harus pergi dari rumah ini." Aisha bangun dan berjalan menuju lemari, lalu ia mengambil koper dan memasukkan pakaian serta buku, alat-alat tulisnya untuk kuliah.
Setelah semuanya sudah masuk, ia melihat keluar kamar. Apakah udah aman atau masih banyak orang.
"Kak." Arkan yang tiba-tiba datang, membuat Aisah kaget.
"Ish! Kamu bikin aku kaget." Aisha memegang dadanya.
"Ooo... Ini Barang-barang kakak yang tidak kepakai mau di berikan ke panti." Aisha bohong.
"Masa ke panti malam-malam gini sih." Arkan curiga.
"Kakak itu sama sahabat-sahabat kakak selalu memberikan apa yang kita punya ke panti, walau hati udah malam. Lagian kakak juga ingin menginap disana." Kata Aisha memberi penjelasan.
"Ooo... Ya udah, salam buat mereka ya. Aku udah ngantuk." Kata Arkan.
"Met mimpi indah, ya." Kata Aisha mengelus Arkan.
__ADS_1
"Mmm..." Arkan menganggukkan kepala.
Semuanya udah aman dan tidak ada rintangan, ia buru-buru menarik koper. Walau itu koper berat banget di bawa, tapi ia berhasil membawanya kelantai bawah.
"Huh! Ternyata berat juga." Kata Aisha mengelap keringatnya. Ia pun bergegas menuju mobil dan ia menggunakan mobil yang di berikan Om Roy.
Setelah keluar dari komplek perumahan elit, Aisha langsung menuju apartemen miliknya yang di belikan oleh Om Roy.
Tibalah Aisha di Apartemennya.
"Akhirnya gue bisa bebas dari Kenan." Kata Aisha setelah masuk kedalam ke Apartemennya.
"Kebahagiaan gue akan mulai dari sini." Katanya lagi, lalu ia merapihkan barang-barangnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.