Cinta Kamu

Cinta Kamu
#34


__ADS_3

Kenan memukul pria berkacamata, hingga terjatuh.



"Ampuni saya." Kata pria berkacamata.


"Gue ngga bisa ampuni loe, breng***k." Kenan terus memukul pria berkacamata


"Kenan, hiks... hiks..." Aisha memegang tangan Kenan ketika ingin memukul kembali pria berkacamata.


Kenan bangun dan langsung memeluk Aisha.


"Ken, aku takut hiks... hiks..." Aisha menangis di pelukan Kenan.


"Sudah sekarang ada gue, loe ngga usah takut." Kenan membelai rambut Aisha.


Di saat lengah pria berkacamata melarikan diri. Kenan ingin mengejar pria berkacamata, Aisha mencegahnya.


"Ken, ngga usah di kejar. Kita pulang aja, aku takut." Aisha masih gemetar. Kenan melihat Aisha masih ketakutan, lalu menggendong ala style bridal.


"Ken, turunkan aku." Aisha menarik-narik baju Kenan.


"Bisa diam ngga." Kenan membentak dan menatap tajam Aisha.


Aisha terdiam dan membiarkan Kenan menggendong dirinya.


🌸🌸🌸🌸🌸


Mami Selly yang dari tadi menunggu kepulangan Aisha dan Kenan di teras, ia mondar-mandir merasa khawatir.

__ADS_1


"Mi, tenanglah. Nanti mereka akan pulang dengan selamat." Kata Papi Devan merasa pusing melihat Mami Selly mondar-mandir.


"Mas, mba. Itu mereka." Om Roy menunjuk kearah gerbang.


"Ya Allah, Aisha kamu kenapa?." Mami Selly panik melihat Aisha di gendong Kenan.


Kenan pelan-pelan menurunkan Aisha.


"Aku ngga apa-apa, Mi. Untung ada Kenan." Kata Aisha dan sedang mengatur debar di jantungnya.


"Syukurlah, Mami sangat lega mendengarnya." Mami Selly memeluk Aisha.


"Pi, Kenan minta izin untuk membawa beberapa anak buah Papi." Kenan menghampiri Papi Devan.


"Buat apa emangnya?." Papi Devan penasaran.


"Kenan mau menangkap pria breng***k, agar tidak ada korban lagi." Kenan masih geram.


"Itu Om, tadi Aisha hampir di lecehkan. Tadi kalau Aisha ngga mencegah Kenan pukul udah mati kali itu si breng***k." Kenan kesel.


"APA!!" Serentak.


"Bukan gitu, Ken. Aku ngga mau nanti kamu masuk penjara." Aisha menunduk.


Kenan menatap Aisha, Kenan senang Aisha mengkhawatirkan dirinya.


"Ken, besok aja Papi dan Om yang ngurus." Kata Papi Devan.


"Oke, Pi." Kata Kenan.

__ADS_1


"Ya Allah, Sayang. Mami merasa ngga berguna sebagai seorang ibu, ngga bisa menjaga kamu." Mami Selly sedih.


"Sudah, Mi dramanya. Kenan mau kekamar dulu." Kenan langsung menuju kamar.


Mami Selly tidak memperdulikan Kenan.


"Mba biar Aisha istirahat, kasihan dia kelelahan." Kata Om Roy.


"Baiklah, kamu kekamar langsung ya. Mami nanti bawakan susu." Kata Mami Selly mengelus punggung Aisha.


"Mami itu seorang ibu yang hebat, Aisha sangat berterimakasih kepada Allah memberikan Mami yang baik, perhatian dan cantik, ya udah Aisha kekamar dulu ya. Assalamualaikum." Aisha berjalan setelah berpamitan kepada Papi Devan dan Om Roy, sedangkan Mami Selly langsung menuju dapur.


"Wa'alaikumsalam." Serentak Papi Devan dan Om Roy.


"Aisha maafkan Om." Batin Om Roy, Om Roy menatap kepergian Aisha, di hatinya ada merasa bersalah.


Sampai di kamar, Aisha langsung membersihkan badan. Tak lama kemudian Mami Selly datang membawa segelas susu.


"Aisha masih di kamar mandi." Mami Selly meletakkan gelas di meja, lalu Mami Selly duduk di pinggiran ranjang sambil menunggu Aisha.


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka.


"Sayang, sudah mandinya. Sini Mami sudah buatkan susu, mumpung masih hangat." Kata Mami Selly.


"Maafkan Aisha, ya Mi sudah merepotkan Mami." Aisha menghampiri Mami Selly.


"Ih! Kamu, Mami senang kamu merepotkan Mami. Karena Mami merasa berguna sebagai ibu, nih abiskan susunya." Mami Selly tersenyum dan memberikan gelas air susu.

__ADS_1


"Terimakasih, Mi." Aisha meminum susu hingga abis.


__ADS_2