Cinta Kamu

Cinta Kamu
#38


__ADS_3

"Tapi aku benaran suka kamu, aku tau kamu ngga akan suka sama aku. Aku cukup sadar diri yang banyak kekurangan." Aisha terus menatap Kenan, ia pasrah Kenan menolaknya.


Kenan hanya diam, kedua tangannya di lipat di dadanya dan wajahnya tetap datar tidak ada ekspresi sama sekali. Aisha menarik napas, karena Kenan hanya diam aja, tidak ada pembicaraan atau pun jawaban dari mulut Kenan. Lalu Aisha berdiri dari duduknya dan mengayunkan kedua tangannya.


"Aku ngga akan menyerah untuk mencintaimu, aku yakin suatu saat nanti kamu bisa mencintaiku. Aku tidur dulu, bye Kenan ganteng. I Love you." Aisha mengecup pipi Kenan, lalu berlari ke dalam rumah.


Kenan kaget dapat serangan lembut dari Aisha, jantungnya berdebar kencang. Kenan memegang pipinya yang abis di cium Aisha.


"Bibir yang lembut." Kenan tersenyum.


Aisha hendak masuk kamar, Om Roy memanggil.


"Sha, boleh Om bicara sebentar?."


"Boleh, Om. Ada apa, Om? Kayanya penting banget nih." Aisha menghampiri Om Roy.

__ADS_1


"Maafkan Om, Sha." Om Roy menunduk.


"Maaf kenapa Om, perasaan Om ngga pernah ada salah sama Aisha." Aisha bingung.


"Kemarin kamu hampir dilecehkan, gara-gara Om tidak bisa bareng pulangnya sama kamu. Om sangat bersalah, ngga bisa menjaga keponakan Om sendiri. Maafkan Om, ya Aisha." Om Roy mengantupkan kedua tangannya.


"Ya Allah, Om Roy itu ngga salah sama sekali. Tapi yang penting akunya ngga apa-apa, Allah masih sayang sama aku. Jadi aku dilindungi." Aisha memegang tangan Om Roy.


"Om ingin mulai besok kamu ikut Om untuk berlatih silat, agar kelak kamu bisa jaga diri. Bila Om, Kenan atau siapalah tidak dapat menolongmu. Tapi kamu sudah bisa j


melawan orang yang akan berbuat jahat sama kamu." Om Roy dengan tatapan serius.


"Om juga sayang Aisha, bagi Om kamu itu anak Om sendiri. Kamu bisa panggil Om Panda alias papa muda, Hahahaha..." Om Roy mengelus rambut Aisha.


"Oke, Panda ku. Aku mau tidur dulu, udah ngantuk banget. Met istirahat Om, mimpi indah. Assalamualaikum... Panda." Aisha masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Om Roy melihat tingkah Aisha, ia menggelengkan kepala.


🌸🌸🌸🌸


Semenjak Aisha mengungkapkan perasaannya dengan Kenan dan Kenan tidak membalas perasaan Aisha. Aisha tidak henti-hentinya mengejar cinta Kenan, Aisha setiap hari menulis surat cinta dan di waktu istirahat Aisha baru menaruh surat di tas Kenan. Karena Aisha menunggu kelas sepi.


Aisha senyum-senyum sendiri dengan tingkahnya yang kali ini baru dia lakukan, untuk mengejar pria. Biasanya dia yang di kejar pria.


"Kenapa loe senyum-senyum ngga jelas?." Kenan yang tiba-tiba datang.



"Ah! Suka-suka aku dong, bukan urusan kamu." Aisha menatap sinis Kenan, untuk menutupi rasa senang bisa bicara dengan Kenan.


"Loe kenapa sewot gitu?, gue juga perduli loe senyum-senyum ngga jelas. Gue ingatkan jangan terlalu banyak senyum-senyum ngga jelas nanti Loe di sangka kesurupan. Hahaha..." Ledek Kenan, lalu pergi.

__ADS_1


"Bodo amat." Teriak Aisha.


"Huft, untung sudah pergi tuh orang. Kalau setiap hari jantung aku lama-kelamaan ngga sehat." Batin Aisha dan memegang dadanya.


__ADS_2